CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 160


__ADS_3

Saat, ini faisal sedang berada di dalam kamar adiknya. Dia, sedang merindukan sosok adiknya yang selalu membuat dirinya tersenyum, di kala dia sedang bersedih. Yang, habis terkena marah oleh ibu dan kakeknya dulu.


Dengan, mata, yang berkaca-kaca dia, menatap bingkai foto adiknya bersama dengan dirinya. Apa, lagi latar belakang fotonya, adalah saat mereka sedang berada di taman bermain.


"Adik, pasti saat ini kamu sudah bahagia bersama kekasih kamu di atas sana, dan tidak ada yang menghalangi kamu untuk bersama dengan kekasih kamu. Tapi, berbeda denganku saat ini aku sedang hancur karena kehilangan cahaya hidupku. Wanita, yang sudah membuat hatiku yang gelap menjadi berwarna kembali. Dan, karena Kimberly lah yang mampu menghilangkan kesedihan, duka saat aku di tinggal pergi oleh kamu bar." gumam Faisal. Sambil memandangi foto dirinya yang sedang merangkul adiknya itu. Baginya saat itu adalah hari yang paling membahagiakan yang pernah dia dapat.


Faisal, meletakkan kembali bingkai foto di nakas, saat dia akan pergi pandangan matanya jatuh ke bingkai foto venton yang sedang menggendong bayi mungil yang dia tau bayi itu adalah Valdes. Namun, wajah adiknya menginginkan dirinya kepada seorang, tapi dia lupa siapa yang dia ingat.


Karena, tidak ingin ambil pusing Faisal berjalan keluar dari kamar adiknya, tapi saat dia keluar Faisal berpapasan dengan Victor yang sedang berdiri di depan pintu. Walaupun, dia sudah memaafkan semua kesalahan adik bungsunya. Namun, dia tidak mengizinkan siapapun orang yang masuk kedalam kamar adiknya itu.


"Ada, apa?" tanya faisal to the poin, dengan suara dingin dan datar.


"Kak, jangan pergi meninggalkan kami. Kakak, tau kan semua orang sudah pergi meninggalkan kita?" ucap Victor dengan sedih, melihat sang kakak akan pergi meninggalkan kediaman Marquez.


Tapi, semua perkataan victor. Tidak, di dengar oleh Faisal, dia lalu berjalan masuk kedalam kamarnya dan dia mengambil koper dan barang-barang pentingnya. Setelah siap, Faisal keluar dari kamar, dengan menyeret koper.


"Kak, plis, jangan tinggalkan kami kak." ucap Victor.


"Benar, kak..Apa, kakak tidak kasian pada ayah, ibu dan anak-anak kakak? Mansion ini sangat membutuhkan sosok seorang kakak agar menjadi panutan keluarga kita." ucap rebecca.


"Buat, apa aku kasian hah? Sedangkan mereka tidak pernah mengasihani aku. Bahkan, saat istriku meninggal mereka dengan tega mengurungku di ruangan penyiksaan. Dan, mulai sekarang aku tidak akan pernah lagi mengasihani orang.!" ucap faisal dengan datar, dingin. Yang mampu di dengar oleh vinton, Agni dan anak-anak Faisal. Setelah, faisal mengatakan itu dia langsung keluar dari rumah tanpa melihat ke arah orang tuannya. Bahkan, dia sangat acuh kepada anak-anaknya.

__ADS_1


"Lihat, papi lebih perduli dengan wanita yang sudah membunuh mama kita..Bahkan, aku belum sempat melihat sosok seorang ibu." ucap Feria.


Laksh, hanya diam saja. Sebenarnya, dia sangat menyesal terlah berkata seperti itu kepada Kimberly. Dia, merasa bersalah bahkan dia menginginkan kimberly kembali ke rumahnya. Karena, dia sangat menyayangi Kim seperti dia menyayangi ibu kandungnya. Walaupun, dia sudah berbuat jahat kepada keluarganya. Tapi, dia sangat yakin kalau semua ini bukan sepenuhnya salah mami Kim. Laksh, akan berusaha untuk mencari kebeneran yang ada.


"Aku, akan pergi." ucap Laksh menarik tangan vernon. Karena, dia sangat membutuhkan Vernon saat ini.


"Akkhhh.! Jangan, sentuh aku mas. Aku, tidak mau di nodai oleh kamu mas." ucap Vernon. Yang, menirukan suara wanita. Dengan menutup dadanya.


"Cih, aku tak tertarik denganmu ver. Apa, lagi kamu tepos. Dan, lihat dada kamu tidak besar seperti kebanyakan wanita lain'nya." ucap Laksh dengan jengah.


"Yeyyy. Aku, ini pria Ting-ting ya. Bukan pria jadi-jadian yang memiliki buah dada." ucap Vernon. Tak, terima.


"Sudahlah, saat ini aku sedang membutuhkan anggota keamanan kamu." ucap Laksh.


Laksh, menjelaskan kepada Vernon tentang dirinya yang meminta bantuan kepada perusahaan pengamanan, yang di kelola oleh Vernon. Laksh, tau betul kalau perusahaan itu bisa melakukan apa saja. Bahkan, kegiatan perusahaan itu sering balapan guna menutupi rahasia yang mereka sembunyikan.


Vernon, menganggukkan kepalanya, saat mendengar bisikan dari Laksh. Dia, pun akan memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari kebeneran yang ada. Karena, Vernon orang yang sangat mendukung satu sama lain. Jadi, dia tidak keberatan.


Setelah itu keduanya pergi ke tempat masing-masing. Dengan aura ketampanan mereka, mampu melelehkan hati para anak hawa.


***

__ADS_1


Beralih ke dua orang pria yang sedang berkerja sama untuk mempertahankan perusahaan agar tidak di bobol oleh para hacker atau musuh mereka yang sedang mengincar perusahaan besar itu. Apa, lagi dengan tidak adanya seorang pemimpin membuat para musuh dengan mudah melakukan perlawanan.


"HAHAHA..!! Kalian, tidak semudah itu menjatuhkan perusahaan tuan kami, karena di balik semua ini ada sosok pelindung yang tidak mudah di kalahkan oleh para hacker manapun.!!" ucap seorang pria dengan di selingi tawanya yang menggema, saat melihat aksi para koruptor dan berapa penjahat lain'nya.


"Den, bisa tidak tawa kamu dj hentikan soalnya tawa kamu seperti penyihir yang ingin maka manusia." ucap Kairo, yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya.


Tiba-tiba, muka Hayden, menjadi datar setelah mendengar perkataan dari kekasih gelapnya, dia tak menyangka kalau hal itu menusuk hatinya. Okey, jangan terlalu lebay. Karena, itu sangat berlebihan.


"Jika, kamu berani mengatakan itu lagi, aku tidak akan segan-segan membuat kamu seperti di petir biru. Dan, kemungkinan besar aku akan membuat kamu tak bisa berjalan." ucap Hayden, membuat Kairo menciut. Okey, mulai sekarang dia tidak akan melakukan apa-apa lagi.


Saat, sedang beradu argumentasi ada seorang masuk kedalam apartemen mereka tanpa permisi ata mengetuk pitu terlebih dahulu. Orang, itu, adalah yang membuat mood mereka menghilang.


"Ada, apa kau kesini? Sudah, masuk tidak ketuk, asal selonong saja?" ucap Hayden dengan sinis.


"Kami, ingin mendengar berita tentang sahabat kami vanandya?" ucap seorang wanita yang bernama indah dan astuti.


"Cih, buat apa kamu ingin bertemu dengan nyonya kami hah? Bahkan, selama ini kamu tak pernah datang mengunjungi nyonya muda kami." ucap kai dan Hayden dengan sinis dan mata tajamnya.


"Ck. Kalian, ini memang saling kompak, saya heran kenapa kalian tidak menikah saja hm?" celetuk astuti dengan menaikan alis matanya.


"Astaghfirullah, istighfar mbok. Kami masih suka tempe walaupun kami sering bersama. Kami akan menikah yang memiliki tempe." ucap kedua pria secara bersamaan. Membuat kedua wanita itu mendengus kesal. Bisa-bisanya, mereka memiliki kekompakan yang sangat luar binasa. Eh, biasa maksudnya.

__ADS_1


"Sebenarnya, kami jarang menemui Vanandya, karena....?"


__ADS_2