CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 246


__ADS_3

Saat ini hazel sedang menerima telepon dari seorang. Ia berbicara dengan lawan di telponnya begitu serius sampai membuat mereka semua menatap curiga dengan hazel. Mereka juga sangat penasaran siapa orang yang menelpon hazel.


Tapi semua itu bukan masalah mereka, karena perkerjaan'nya masih banyak lantas mereka pun langsung segera melakukan tugasnya. Namun tidak dengan Eriska cs malah menyuruh Rebecca cs untuk membersihkan seluruh mansion.


Namun semua itu terdengar ke telinga hazel yang sedang menelpon seseorang. Ia buru-buru mematikan telepon lalu ia berjalan ke arah Eriska cs dan Rebecca cs.


"Siapa yang menyuruh kamu mengoper pekerjaan yang sudah saya bagi rata!" ucap hazel dengan tegas.


"Putriku memiliki saham Marquez group. Jadi kami juga berhak memerintah kepada rebecca dan kedua mantu'nya." ucap Eriska dengan sangat angkuh.


"Cih hanya lima persen saja bangga, itu juga punya putrimu bukan kamu'nya." ucap tegas hazel membuat Eriska mengeram marah.


"Jadi jangan coba-coba memerintah selagi kamu masih sebagai tamu!" sambung hazel. Sambil menunjuk ke arah Eriska dengan tatapan yang begitu tajam.


Lantas hazel mengambil alat bersih dari tangan Vanandya dan memberikannya kepada Eriska cs. Tak lupa juga ia meminta kepada rebecca ca untuk segera masak makan malam buat mereka atau mereka tidak akan mendapatkan bayaran,


Rebecca cs langsung berjalan ke dapur dan mulai memasak makanan dengan wahan yang masih lengkap di dalam kulkas.


Tepat jam tujuh malam suami mereka baru saja kembali dari kantor. Namun kondisi mereka sangat berantakan dengan keringat yang membekas di bajunya dan pakaian yang lusuh. Hal itu membuat rebecca, vanandya dan Tanu menatap ke Arab wanita yang sedang duduk di kursi singelnya.


"Apa?" ucap hazel dengan tegas saat mendapatkan tatapan tajam dari mereka semua. Namun hazel tidak takut sedikitpun ia malah membalas mereka dengan tidak kalah tajam,


"Apa yang kau lakukan kepada suami-suami kami hah? Kenapa pakaian kantornya beruban dan mereka juga sangat berkeringat?" ucap rebecca.


"Oh itu, aku hanya menurunkan jabatan mereka saja kok, jadi tidak ada salahnya," ucap hazel dengan santai.


"Kau!!!" ucap marah rebecca.


"Apa? Ini terserah saya kan itu semua sudah jadi milik saya," ucap hazel yang langsung pergi meninggalkan tempat itu,


Tidak lupa juga ia memerintahkan kepada mereka untuk segera menyiapkan makanan untuknya, karena jika mereka tidak menyiapkan maka mereka tidak akan mendapatkan makan malam,

__ADS_1


Semua orang terdiam mematung karena tidak bisa berbuat apa-apa dengan perintah dari hazel yang sudah sangat menguasai seluruh harta dari Marquez group.


"Sayang aku tidak ingin kamu masak!" ucap tegas Valdes kepada sang istri.


"Sayang jika kita tidak masak kita akan makan apa? Karena hanya dengan cara itu kita semua bisa makan," ucap vanandya.


"Kita masih bisa beli makanan sayang" Valdes kembali berkata.


"Beli pake apa? Sedangkan card kita sudah di bekukan oleh hazel jadi kita sudah tidak bisa apa-apa lagi selain hanya menuruti perintah dari hazel." ucap Vanandya.


Setelah itu para wanita pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan buat Anggota keluarga, sebelum mereka pergi mereka menyuruh para pria untuk segera mandi,


Tepat makan malam tiba semua keluarga sudah duduk di meja makan. Namun mereka belum bisa makan karena hazel sang pemilik rumah belum datang ke meja makan.


Brak.


Vinton sudah sangat marah dengan tindakan yang di lakukan oleh hazel karena dia mereka harus menunggu untuk makan. Belum hilang rasa marah yang tadi pagi karena sudah membuat ia makan seadanya dan sekarang ia harus kembali marah karena menunggu hazel.


"Baik, karana kalian sudah berkerja keras saya akan izinkan kalian makan," ucap hazel yang langsung menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kamu sudah buat kami menunggu tapi kamu makan terlebih dahulu, cih!" cibir Gisel,


"Apa kamu bilang?" ucap hazel marah.


"Kenyataan kan? Kalau kamu tidak munya adab sudah membuat kami menunggu tapi kamu makan lebih dulu itu sangat menjijikkan," ucap Gisel dengan angkuh.


"Sepertinya kamu harus mendapatkan hukuman atas tindakan kamu yang sudah membuat mood makan saya hancur." ucap hazel yang langsung berdiri duduk-nya.


"Jika kamu macam-macam maka aku akan laporkan kamu ke pihak Komnas HAM!" ucap Gisel dengan lantang yang melihat hazel mendekati dirinya.


"Komnas ham! Sepertinya itu tidak akan mempan buat saya, bahkan bisa jadi saya akan buat kamu terusir dari kediaman saya. Karena kamu di sini bukan sebagai istri melainkan sebagai tamu tak di undang." ucap Hazel lirih,

__ADS_1


Setelah itu hazel langsung pergi dari tempat itu dengan kekesalan karena selera makanya sudah hancur. Karena ulah dari Gisel wanita gila yang sudah merebut suami'nya memilik anak lain.


Saat sudah di kamar hazel langsung menutup pintunya dengan sangat kasar,


Bruk.


Hazel terduduk lemah karena tidak bisa menahan sakit yang ia rasakan apa lagi melihat perut Gisel yang semakin hari semakin membesar, hari ini tepat kehamilan Gisel yang dua bulan dua Minggu


"Dasar wanita lemah gitu saja sudah menangis? Ingat karena dia hidup kamu menderita, maka dari itu buat kehancuran bagi mereka dengan sangat pedih, bukannya kamu sudah memiliki semua jadi gunakan sebaik mungkin buat mereka menderita dan hanya kamu lah yang bisa membongkar semua kejahatan." ucap seorang misterius.


"Tapi aku tidak sanggup lagi apa lagi anak-anak ku membenciku karena masalah ini." ucap hazel.


"Kamu jangan menghawatirkan hal itu yang terpenting sekarang kamu bisa membuat mereka hancur," ucap seorang misterius.


Hazel menghela nafas lalu menghembuskan nafasnya. dia benar yang terpenting sekarang ia harus segera menghancurkan mereka masalah mereka membenci dirinya atau tidaknya itu masalah belakang yang terpenting ia bisa buat mereka keluar dari kediaman Marquez.


Setelah mengatakan itu hazel berdiri dari duduknya dan merapikan pakaian yang lusuh karena duduk di lantai.


Saat ia akan pergi ke kamar mandi sebuah pintu di gedor oleh seorang dari luar. Karena penasaran ia membuka pintu Itu dan betapa terkejutnya ia melihat Grey's ada di depan dirinya dengan sangat marah,


"Ada apa?" tanya hazel.


Grey's mendekati hazel dengan perlahan, hal itu pun membuat hazel mundur berapa langkah sampai ia tersandung kursi yang berada di depan kasur king size.


Grey's lalu menindih hazel, dan menatap tajam ke arah hazel, hazel yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya diam saja dengan tatapan datar.


"Rencana apa lagi yang kau buat kepada keluku hah? Tidak puas kah kau membuat kami malu di hadapan karyawan karena harus berkerja menjadi ob!" ucap marah Grey's.


"Dan apa-apa kamu yang membuat black card mereka di bekukan?" sambung Grey's.


"Itu karena...?"

__ADS_1


__ADS_2