
Saat, ini ketiga wanita sedang berada di pusat pembelanjaan mereka ingin menghabiskan uang suami mereka. Karena, mereka juga ingin menghabiskan waktu, untuk bersantai sejenak.
Vanandya, hazel dan Rebecca, ketiga wanita yang sedang memilih pakaian yang sesuai dengan pilihan mereka. Namun, saat vanandya sedang memilih pakaian dia melihat, seorang wanita yang sangat di kenalinya.
"Mama, bukannya dia adalah tante yulia.?" tanya vanandya, kepada mama mertuanya yang sedang tidak jauh dari dirinya.
Sontak, perkataan vanandya membuat Rebecca menatap ke arah yang di tunjuk oleh vanandya, dan benar saja Yulia sedang berada di restoran yang berada di mall. Dia, bersama seorang pria yang dia tidak di kenali.
Rebecca dan kedua mantunya pun berjalan menghampiri Yulia, karana mereka penasar dengan apa yang di lakukan Yulia di mall bersama seorang pria.
Namun, saat, mereka akan mendekati mereka, ada seorang yang menabrak mereka, dan membuat belanjaan mereka jatuh semua. Karena, hal itu membuat orang melihat ke arah mereka. Sampai, membuat Yulia menyadari kalau ada Rebecca di mall bersama dengan mantu-mantunya. Yang, sangat kepo akan kehidupan orang lain.
Dan, setelah memunguti barang mereka yang jatuh. Rebecca kembali ke misinya yaitu melihat apa yang terlah di lakukan Yulia. Saat, mereka sudah di depan wanita itu Rebecca memegang pundak wanita itu. Dan, wanita itu menatap ke arah Rebecca.
"Iya, nyonya ada apa?" tanya wanita itu.
"Maaf, nona kami salah orang." ucap Rebecca kepada wanita yang di duga Yulia oleh vanandya, teryata dia bukanlah wanita yang mereka kenal.
"Mungkin, kita salah lihat. Mana, mungkin wanita itu ada di mall seperti ini?" ucap rebecca.
"Tapi, jelas banget kalau itu adalah Yulia ma," ujar vanandya.
"Mungkin kamu lapar? Lebih baik kita makan terlebih dahulu dari pada nanti kamu sakit." kata hazel. Kepada adiknya dengan lembut.
Vanandya, pun menganggukkan kepala menyetujui perkataan hazel. Lalu, mereka pergi ke restoran untuk makan siang. Karena, memang ini sudah jam makan siang jadi membuat vanandya berhalusinasi melihat Yulia.
Yulia, yang masih berada di tempat itu bernafas lega karena dia tidak sempat di pergoki oleh tiga wanita yang sangat menyebalkan. "Sepertinya, aku harus menyingkirkan mereka. Dari, pada rencana ku gagal untuk menghancurkan mereka." gumam Yulia.
Kembali, ke tiga wanita berbeda umur. Mereka, susah memesan makanan yang ada. Namun, sebelum mereka makan, ada seorang yang menghampiri mereka,
"Sayang, kamu disini?" ucap seorang pria yang tak lain adalah Valdes, saat itu dia baru saja keluar meeting bersama investor di perusahaan, dan karena sudah jam makan siang Valdes bersama dengan kakak'nya pergi ke mall untuk membeli baju dinas buat isti mereka, setelah membeli baju mereka singgah di restoran di dalam mall. Namun, dia melihat istri mereka bersama dengan mama Rebecca.
"Kalian, disini juga?" tanya mama Rebecca.
__ADS_1
"Hm," ujar dua pria yang sedang berdiri di belakang mereka. Lalu, keduanya duduk di samping istri-istri mereka.
"Memang, sedang apa kalian disini?" tanya Rebecca lagi kepada kedua putranya itu.
"Kami, baru membeli hadiah buat istri kami," ujar Grey's, kepada rebecca.
"Kamu, membelikan hadiah untuk istri kamu, tapi kamu melupakan mama. Kalian, benar-benar tega." ujar Rebecca yang berpura-pura kesal kepada kedua putranya itu,
Valdes dan Grey's secara bersamaan menyodorkan kartu kredit kepada mama'nya, mereka tidak ingin mendengar namanya mengoceh tidak jelas. Karena, masalah tidak di belikan hadiah oleh mereka.
Senyum, Rebecca mengembang dia sangat bahagia mendapatkan dua black kard. Dari kedua putranya. Dengan, senang Rebecca mengambil black kard dari tangan kedua putranya dan dia akan membelanjakan sesuka hati dia.
"Oke, kalau gitu mama pergi dulu, kalian puas-puaskan makan siang kalian tanpa menunggu mama. Karena, mama akan belanja, yang tidak tau sampai kapan." ujar Rebecca.
"Tapi, ma?" ucap vanandya dan hazel.
"Husttt.. Kalian, bersenang-senang lah. Jika, kalian ingin pulang pulanglah, karena mama akan bertemu dengan calon besan mama." kata Rebecca, yang langsung pergi dari hadapan anak dan mantu'nya.
Valdes, dengan manja meminta vanandya untuk menyuapi dirinya. Karena, dia ingin sekali makan di suapi oleh istri tercintanya. Vanandya, dengan cekatan menyuapi bayi besarnya.
"Sayang, memangnya hadiah apa yang kalian berikan kepada kami?" tanya vanandya, yang sambil menyuapi suaminya.
"Kami, hanya membeli baju dinas kalian, karena berhubung malam nanti adalah malam Jum'at, maka dari itu kita membeli baju dinas kusus buat kalian." ucap Valdes.
Uhukk.. Uhukkk.. Uhukkk..! Hazel, yang sedang makan tersedak mendengar perkataan dari Valdes. Grey's, dengan cekatan membantu istrinya, dia memberikan iar kepada hazel.
"Valdes, bisa tidak kamu tidak mengatakan itu?" tegur Grey's kepada Valdes. Karena, membuat istrinya sampai tersedak makanan.
"Sorry kak. Karena vanandya bertanya, jelas aku menjawabnya." ujar Valdes tanpa rasa bersalah dengan senyumnya.
"Sayang, jangan senyum seperti itu, aku palah merinding melihatnya." ucap vanandya.
"Tapi, kamu suka kan?" goda Valdes kepada Vanandya.
__ADS_1
Mereka, pun menghabiskan waktu bersama, di mall itu, sampai tak terasa hari sudah mulai sore. Jadi, mereka pun pulang dengan mobil mereka masing-masing.
***
Di sebuah tempat yang berbeda, sedang terjadi pertemuan antara kedua wanita paru baya. Mereka, sedang membahas pernikahan anak mereka, yang tertunda karena masalah keluarga. Dan, dari mata-mata mereka, kalau ke-duanya sudah saling dekat.
"Wah, calon besan sepertinya mereka sangat cocok untuk bersanding bersama?" ucap seorang wanita.
"Benar, calon besan. Mereka, sangat cocok aku jadi membayangkan bagaimana anak mereka nanti. Pasti sangat tampan dan cantik." ujar wanita itu.
Kedua, wanita itu adalah Rebecca dan Kavita. Yang, ingin kembali menjodohkan Vernon dan Tania. Karena, dari mata-mata suruhan mereka Vernon sudah dekat dengan Tania.
Jadi, ke-dua nya memutuskan akan menikahkan Vernon.
"Gimana, kalau kita atur pertemuan kedua keluarga. Agar kita bisa saling dekat, kan saat pernikahan mendadak mereka yang akhirnya gagal. Jadi kita kan belum saling bertemu." kata Rebecca.
"Itu, ide bagus. Sebaiknya kita segera melaksanakan pertemuan keluar, setelah itu kita akan melakukan pertunangan untuk anak-anak kita." ujar Kavita, yang menyetujui perkataan Rebecca.
"Kalau, gitu aku akan mencari hari yang baik buat acara pertunangan mereka." ucap Rebecca.
Keduanya, pun menikmati makannya, sebelum mereka melanjutkan belanja. Setelah, makan Rebecca kembali milih pakaian buat calon mantunya yang akan menjadi istri dari putranya Vernon.
***
Seorang, pria yang sedang berada di perusahaan pengawas terus saja bersin tidak jelas. Hidungnya selalu saja gatal. Tanpa, sebab.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya sekertaris dari Vernon.
"Sepertinya, aku baik-baik saja. Tapi, kenapa aku jadi bersin-bersin terus ya?" ucap Vernon.
"Kata orang dulu, kalau tuan bersin-bersin berarti ada seorang yang membicarakan tuan." ucap sekertaris wanita.
"Siapa, yang membicarakan aku...?"
__ADS_1