CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 40


__ADS_3

"Ini adalah. Mansion milik kita. Aku, kamu dan..."Valdes menghentikan ucapannya, ia lalu mengusap perut wanitanya.


Vanandya langsung menepis tangan Valdes agar menjauh dari perutnya. Ia tidak ingin tubuh'nya di sentuh oleh sembarang orang.


Valdes lalu mengajak wanitanya pergi ke dalam mansion, ia ingin menunjukkan kemewahan yang ada di dalam mansion.


Pertama mereka masuk adalah ruang tamu, ruangan yang berbagai macam benda-benda yang sangat cantik. Sofa yang sangat indah, tirai jendela yang tinggi bahkan hampir mencapai 300 meter. Karpet permadani yang menjadi teman, marmer.


Vanandya tak menyangka mansion ini sangat indah. Ia pun di tuntun oleh Valdes memasuki Ruang keluarga, ia pun bertambah terpesona akan keindahan yang di miliki oleh mansion ini. bukan hanya indah, tapi sangat mewah.


Valdes pun kembali menuntun wanitanya, saat ini mereka sedang ada di dapur. Dapur yang sangat besar peralatan yang sangat lengkap, mampu membuat Vanandya terpesona.


Valdes pun kembali menuntun wanitanya, namun kali ini mereka masuk kedalam lift. dan mereka pun pergi ke paviliun perak, yaitu kamar utama. yang akan menjadi kamar mereka nantinya,


Vanandya kembali terkejut kala melihat kamar ini yang sangat besar, bahkan kamar ini lebih besar dari kamarnya. mungkin tiga kali lipat dari kamarnya.


Merekapun terus berkeliling menyelusuri setiap ruangan yang ada di mansion ini. Bahkan Vanandya merasakan lelah harus berjalan kesana kemari.


Saat ini ia sedang duduk di meja makan, karena tak ada makan. Valdes dengan terpaksa memasak makanan yang ada, dengan cekatan ia memasak dengan sangat cepat. Bahkan Vanandya sampai tak berkedip sedikitpun.


Melihat itu Vanandya tersenyum, entah kenapa pertemuannya dengan Valdes. Ia merasakan hal yang berbeda, apa lagi saat ini ia melihat Valdes sedang memasak. dengan menggunakan jas yang lengan kemejanya di tekuk sampai ke lengan tangan.


Ia mulai terpesona akan ketampanan yang di miliki oleh Valdes, bola matanya yang indah berwarna abu-abu, sedangkan dirinya berwarna biru. Ia melihat jangkungnya yang kokoh naik turun. Tak lupa brewok tipisnya yang menghiasi janggut dan lehernya membuat ia ingin memegangnya.


Karena terus saja melamun sambil membayangkan Valdes, ia tak menyadari kalau Valdes sudah di depan matanya.


"Apa yang kamu lihat?"


"Dewa Yunani."Celetuk Vanandya.


Valdes tersenyum simpul, saat dirinya di sebut dewa Yunani. Ia tau kalau dirinya sangat tampan melebihi melebihi kakak dan adik-adiknya.


Cup. Ciuman singat yang terjadi di antara mereka pun membuat Vanandya tersadar dari lamunannya


Vanandya pun menatap tajam kearah Valdes, Namun Valdes tak perduli dengan tatapan tajam wanitanya. Baginya itu hanyalah tatapan menggemaskan.

__ADS_1


Ia lalu menyuapi Vanandya untuk makan, masakan dirinya. Vanandya pun dengan patuh membuka mulutnya.


Vanandya membulatkan matanya saat satu suapan dari Valdes masuk kedalam mulutnya, ini makanan yang sangat nikmat, bahkan tak kala dengan masakan dirinya.


Mereka pun menghabiskan makanan itu dengan satu piring berdua. Tanpa di tolak mentah-mentah oleh Vanandya.


Valdes, mengajak wanitanya kesebuah halaman yang sangat indah dengan di hiasi bunga-bunga berbagai jenis, bunga-bunga yang mereka tanam sangat indah.


"Vanandya."


'HM' Vanandya menjawab dengan deheman karena ia sedang memetik bunga.


"Aku ingin kamu menjadi wanitaku" Ucap Valdes kepada Vanandya, saat Vanandya akan berbicara sudah di Potong oleh Valdes.


"Tidak ada penolakan!!"Valdes, berbicara dengan sangat dingin sedingin Neptunus.


Hufftt. Vanandya menghembuskan nafas kasar' nya. Jika dia berkata seperti itu kenapa tadi di nanya kepada dirinya, dengan terpaksa ia menolak permintaan kakak ipar'nya, karena ia sadar diri ia adalah istri dari Virendra.


Valdes merasa kesal membawa wanitanya masuk kedalam rumah kacanya.


Valdes dengan lembut menyingkap kain yang melekat di tubuh wanitanya. Setelah Vanandya sudah benar-benar polos, ia pun menjilati dan mengecup semua badan Vanandya tanpa terlewatkan.


Vanandya merasa terbuai dengan cara main Valdes yang lebih romantis dan lebih mementingkan pasangannya, walaupun begitu Vanandya sangat puas.


Setelah mengecup semua tubuhnya, Valdes melepaskan kain yang menempel di tubuhnya. Dan terpampang lah tubuh sempurna vandes, ada eight sixpack. bulu-bulu di bawah perutnya membuat kesan yang sangat indah.


"Kamu suka baby?"Ucapnya saat melihat mata tak berkedip wanitanya. Ia tau pasti wanitanya sangat kagum dengan dirinya.


'Sepertinya kita akan mengulanginya lagi untuk yang kedua kali.'Batinya. Ia tak perduli jika wanitanya,. masih berstatus adik iparnya. Namun ia tak akan membiarkan perjodohan merenggut cintanya.


Vanandya merasakan benda besar masuk kedalam gua'nya membuat ia meringis kesakitan. Ia tak menyangka kalau junior kakak ipar'nya sangat besar dan sangat nikmat.


Bahkan ia sampai mengeluarkan suara Kramat. Ia sudah menyiapkan sebuah alat pelindung agar benih yang di keluarkan oleh adiknya tidak masuk, cuma terkumpul di wadah yang ia ciptakan.


Jadi kemungkinan besar wanitanya tidak akan hamil anak Virendra.

__ADS_1


Berjam-jam terlah mereka lewati.sampai matahari berganti bulan, mereka masih terus saja melakukan di rumah kaca, yang sinar rembulannya masuk menyinari mereka.


Valdes mulai menegang ia akan mengeluarkan sesuatu yang ada di dalamnya. Valdes pun ambruk ia sudah lelah dengan permainannya.


"Kamu puas baby?"


Vanandya tak menjawab pertanyaan kakak iparnya, ia sejak tadi diam saat Valdes melakukan penyatuan. walaupun tubuhnya mengkhianati dirinya namun ia sangat nikmat.


Valdes pun membawa tubuh wanitanya kedalam kamar, ia lewat lift agar cepat sampai.


Saat sudah sampai di dalam kamar, Valdes merebahkan tubuh wanitanya dengan sangat hati-hati.


"Tidurlah. Besok pagi kita pulang ke mansion, karena belum saatnya aku membawamu.. Apa lagi status kamu yang masih istri adikku, tapi aku tak bisa biarkan itu berlama-lama."


"Perbuatan kita salah! Aku tidak ingin melakukan hal gila seperti ini lagi"


"Apa yang kau kau harapkan dari cinta di atas perjodohan. Bahkan kamu tau kalau, Aku sudah menikah dengan adikmu. Dan itu di jodohkan oleh oma."


"Aku tidak perduli. Walaupun aku mencintai wanita di atas perjodohan, aku akan tetap mempertahankan kamu"


"Kak, ingatlah aku adik iparmu istri dari adikmu?"


Valdes tak ingin memperpanjang perdebatan mereka, lalu ia menyuruh Wanitanya untuk tidur, dan ia pun keluar dari kamarnya.


Saat ini tujuannya adalah tempat teryaman, yaitu tempat ia mengingat akan masa lalunya yang begitu buruk.


Dari kecil ia di paksa untuk berkerja, siang malam ia tak tidur agar ia bisa berhasil membuat perusahaan menjadi jaya.


Terkadang ia iri sama adiknya itu yang selalu mendapatkan perhatian lebih dari kedua orang tuanya, sedangkan ia di didik dengan sangat keras oleh sang opa.


**


Pagi pun tiba. Seorang pria baru saja bangun dari mimpi buruknya tanpa ia sadari Vanandya mendengar kakak iparnya mengigau.


"Dari mana kalian...

__ADS_1


__ADS_2