CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 67


__ADS_3

"Lihat karena dia..Aku sangat malu.. Temen-temen sosialita ku pada ingin berkonsultasi ke grayland,"Ucap hazel dengan tangisan Bombay.


"Kau ini lebay sekali.. Lihat rekening yang kau berikan kepada grayland turun naik,"Varisa mengembalikan ponselnya kepada hazel.


Sekali lagi hazel di buat tercengang dengan perbuatan putranya itu. Jadi putranya memberikan uang kepada gadis seumuran dan sebaliknya wanita dewasa yang mengasih uang kepada putranya. Bahkan putranya sangat untung.


Dari mikirin putranya yang tidak ada habisnya, ia lebih baik memasak untuk makan malam karena akan ada tamu sepesial yang akan datang berkunjung.


Varisa yang melihat tingkah putri sulungnya hanya tersenyum simpul,


**


Sementara itu di kamar grayland sedang berkutat dengan laptopnya dengan di temani bocil-bocil mengerikan, yang siap menerkam siapa saja.


"Kak, apa kakak tau mamah berkerja dimana?"Tanya Alvagas putra bungsu dari Vanandya dan Valdes. Yang kecerdasannya menurun dari sang papah sedangkan Alvegaza sifatnya dan kecerdasannya menurun dari sang mamah, tenang namun menghanyutkan. Ia setiap akan menjalankan sesuatu berpikir dulu sebelum melakukannya.


Grayland yang akan buka sudah lebih dulu Alvegaza yang berbicara dengan tenang santai dan suaranya sangat dingin.


"Mam. Adalah seorang CEO di perusahaan VND GROUP Itu adalah perusahaan yang kakek Miharjo bangun dan sekarang di wariskan kepada mam."


Kedua pria berbeda umur membulatkan matanya, dengan perkataan sang alvegaza.


"Darimana kamu tau, aku saja belum tau banget tentang semua itu"Ucap alvagas tercengang kalau kakaknya lebih unggul dari dirinya.


Alvegaza pun tersenyum lalu jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dahinya, "Otakku kan pinter."


**


Di restoran pasangan yang baru ketemu pun sedang menikmati makan siangnya, bahkan banyak pasang mata yang melihat kejadian itu, ada yang iri dengan keromantisan pasangan itu ada yang iri.


"Vanandya apa nanti hubungan kita bakalan di restui?"Tanya Valdes, yang sangat takut kalau Ayah Hendrik tak merestui hubungan mereka.. Dan ia takut tidak bisa bertemu dengan buah hatinya.

__ADS_1


"Percaya lah apapun yang terjadi. Mulai sekarang aku akan terus berada di samping kamu dan kita akan saling berdampingan untuk menghancurkan mereka."


Valdes yang awalnya takut sekarang tidak lagi setelah mendengar perkataan Vanandya yang akan mendukung dirinya walaupun ayah mertua tak merestui nya.


"Dan balik lagi! Kita juga harus mengambil hati keluarga Marquez, kau Taukan aku pernah mengecewakan mereka bahkan aku.."Vanandya berkata dengan lirih mengingat kembali apa yang terlah ia lakukan kepada keluarga Marquez.


"Husttt! Itu semua ke salah pahaman,.yang harus kita luruskan.. Dan kamu jangan menyalahkan diri sendiri, karena itu juga kesalahan Keluargaku yang terlah membunuh dan menghancurkan masa depan kakak kamu."Ucap Valdes sambil memeluk tubuh istrinya, yang sedang merasa bersalah.


**


Kembali ke mansion lacerta. Saat ini kedua pasangan yang sudah tidak muda pun berjalan ke arah sang anak kecil.


"Hay Tommy!"Sapa seorang wanita tua itu kepada sosok anak kecil yang sangat pendiam.


Tommy yang namanya di panggil pun mendongak ke arah sosok wanita itu. Tommy yang melihat wanita itu sedikit ketakutan karena rasa trauma yang ada di ingatan Tommy masih belum hilang sepenuhnya.


Eleanor yang melihat ketakutan Tommy pun duduk di dekat Tommy sambil tersenyum ke arah Tommy. Agar pria kecil itu tak merasakan ketakutan.


Ia lalu mengeluarkan sebuah mainan anak-anak yang ia beli khusus untuk Tommy.


Thommy Lucas Hermawan. Pria pendiam tak pernah bersuara sedikit pun, bahkan ia takut akan hadirnya orang baru.. Karena kejadian penyiksaan yang di lakukan virendra membuat mental Thommy memburuk bahkan aura dari mata memancarkan kebencian yang mendalam.


Rudra sengaja menyelipkan nama cucu laki-lakinya di nama Thommy agar nama itu akan hidup kembali.


Tanu yang di dapur mendengar suara pun keluar untuk menemui anaknya takut terjadi apa-apa.


"Eh.. Oma Ela opa rudra? Kapan kalian datang kesini?"Ujar Tanu yang terkejut dengan apa yang ia lihat,


Tommy yang melihat mamanya pun berdiri dan langsung berlari memeluk sang mama.


Tanuja hanya bisa terdiam melihat anaknya yang pendiam dan takut kepada orang-orang pun hanya bisa pasrah. Walaupun saat ini Thommy sedang di obati oleh dokter psikolog yang bayar oleh opa rudra untuk menyembuhkan mental Thommy

__ADS_1


"Maaf Thommy opa?"Yang merasa tak enak kepada opa rudra.


Mereka hanya tersenyum menanggapi perkataan tanu karena mereka paham dengan ketakutan thommy kepada orang-orang.


Eleanor pun berinisiatif untuk mengajak Tanu dan Thommy ke rumah utama yang saat ini di tinggali oleh Hendrik lacerta dan keluarga.


"Suamiku apa kita bawa saja Lucas ke rumah utama kan di sana ada grayland dan twins? Kan anak kecil biasanya dengan yang seumuran."


Rudra terdiam sejenak memikirkan ide dari istrinya, sesaat kemudian ia tersenyum. "Benar apa kata kamu sebaiknya kita bawa saja Thommy dan Tanu ke rumah utama dengan begitu thommy ada temen bermain."Ucap Rudra menimpali ucapan sang istri.


Tanu yang mendengar semua itu pun terdiam, ia takut dengan keluarga opa rudra yang tidak bisa menerima dirinya dan anaknya.


Opa rudra pun hanya bisa berkata dengan lembut karena ada thommy. Opa Rudra tidak suka penolakan ia putuskan kalau Tanu dan Thommy akan tinggal di kediaman utama.


Tanu hanya bisa diam menuruti permintaan opa rudra baginya opa rudra adalah seorang penyelamat, yang sudah menyelamatkan anaknya dari kekejaman virendra. Walaupun apa yang terlah virendra lakukan kepada dirinya itu tidak membuat dia benci. Karena cintanya kepada virendra sangat besar mampu mengalahkan kebencian yang ada.


***


Sesuai perkataan Rudra ia terlah membawa Tanu dan Thommy ke kediaman utama, walaupun ada sedikit drama tapi semua itu terlah di selesaikan dengan mudah.


Saat ini mobil yang membawa mereka sudah sampai di halaman mansion lacerta yang bak istana.


Mereka pun keluar dari mobil, dengan Tanu yang menggendong thommy. Saat mereka akan berjalan memasuki mansion lacerta ada seorang yang berlari mendekati mereka.


Thommy yang mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat pun mengeratkan pelukannya kepada Tanu.


"Opa buyut, Oma buyut.!!"Teriak seorang anak kecil yang melihat kedatangan opa rudra dan Oma Eleanor.


"Sayang hati-hati?"Ucap Eleanor.


Grayland dan twins yang sudah berada di depan mereka langsung berhenti karena melihat orang asing di depannya.

__ADS_1


Oma Eleanor yang melihat tatapan bertanya mereka pun bersuara. "Sayang.. Kenalin ini Tante Tanu dan ini Lucas."Oma Eleanor memperkenalkan mereka kepada cucu-cucunya yang penasaran.


"Hai..."


__ADS_2