
Berapa jam penerbangan pesawat yang di tumpangi oleh seluruh anggota keluarga Marquez dan lacerta terlah mendarat dengan selamat. Mereka pun turun dari pesawat yang sudah di sambut oleh seluruh anak buah.
Para bodyguard mereka pun dengan sigap membukakan pintu mobil untuk mereka yang sudah di sediakan olehnya.
Mobil yang di tumpangi oleh Grey's dengan membawa hazel dan kedua putranya pun melaju lebih dulu. Lalu di susul oleh mobil Valdes.
Sebenarnya virendra ingin mengajak Tanu namun anaknya merasa takut berdekatan dengan virendra. dengan terpaksa virendra satu mobil dengan adiknya vanon.
Setelah mobil mereka sudah pergi lalu di susul oleh para orang tua.
Mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di mansion yang sudah Rudra siapkan, dari jauh-jauh hari. Satu persatu keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam mansion.
Valdes yang sangat lelah membawa istrinya ke dalam kamar, yang sudah mereka pilih.
"Sayang,"Ucap manja Valdes kepada istrinya, karena dia belum mendapatkan jatah malam pertama.., jadi ia meminta istrinya untuk melakukan kegiatan bikin adonan.
Vanandya yang tau kalah suaminya ingin pun menganggukkan kepala, ia mengijinkan Valdes untuk menyusuri seluruh tubuh. Karena mulai sekarang tidak ada yang bisa menggantikan posisi suaminya dari hatinya.
Valdes yang mendapatkan persetujuan dari Vanandya langsung membanting Vanandya di kasur lalu dengan ganas ia membuka paksa baju yang di kenakan oleh istrinya,
Setelah tubuh istrinya sudah terekspos ia menciumi setiap bagian dan setiap sudut yang ada bahkan dia meninggalkan jejak di dalam tubuh vanandya sampai berwarna merah keunguan.
Karena tak sabar Vanandya membuka baju Valdes dengan kasar, setelah pakaian terlepas dari tubuh Valdes, Vanandya tak mau kalah ia juga memberikan berapa tanda pemilikan, bahkan ia membuat huruf V.
Lalu ia beralih ke Junior yang ia rindukan dengan hap, Vanandya melahap rakus Juniornya.
Saat sedang asik-asiknya menikmati se""ngan sang istri, mereka di kejutkan dengan pintu terbuka.
Ceklek!
__ADS_1
"Mommy Daddy, kalian sedang apa?"Seorang anak kecil bernama Vegas, Vagas dan di belang adalah vernon. Mereka sedang mencari kamar, saat mereka melihat pintu berwarna abu-abu, mereka pun melihat isi di dalam kamar itu, Vegas perlahan membuka pintu itu.
Vernon yang terkejut dengan penampakan kakak dan kakak iparnya sedang bergulat langsung menutup mata keponakannya agar tidak ternodai, dan buru-buru Vernon membawa keponakan keluar dari kamar kakak'nya. Lalu menutup pintu kembali,
Vanandya yang kala itu sedang menikmati eskrim di mulutnya langsung melepaskan diri lalu ia menutupinya dengan selimut. Muka Vanandya benar-benar merak bak tomat rebut, ia sangat malu di lihat oleh anak dan adik iparnya.
Setelah mereka sudah pergi, Vanandya langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, mereka pun gagal bercinta.
Valdes terus saja memaki adiknya karena dia dirinya tak bisa melepaskan hasratnya. Dan karena dia juga ia harus berpuasa selama dua Minggu, gimana ia kuat.
"Sayang ayolah? Apa kamu tidak liat antena aku sudang tegak berdiri,"Sambil melirik ke bawah karena saat ini Valdes masih tak menggunakan apa-apa.
"Gak akan, itu hukuman buat kamu karena kecerobohan kamu yang tak mengunci pintu! Dan kau tau karena kecerobohan kamu aku jadi malu?"Ucap Vanandya dengan ketus.
Valdes pun meminta maaf kepada Vanandya karena ia lupa kalau dirinya belum mengunci pintu, karena melihat istrinya masih marah ia mengeluarkan Sepuluh kartu black kard yang isinya tidak main-main
"Ayolah sayang aku harus apa biar kamu memaafkan aku? Dan junior aku bisa masuk lagi kedalam sangkar kamu,"Ucap Valdes dengan sedikit nada sedihnya.
"Sebaiknya kau bermain solo saja dulu, karena selama dua Minggu kamu tidak bisa memasukkan junior kamu,"Lalu pergi dari kamarnya dengan mengendap-endap agar tak bertemu dengan anak dan adik iparnya.
Valdes hanya bisa menghembuskan nafas kasar'nya ia lalu masuk kedalam kamar mandi dengan bermain solo, "Justin yang sabar ya majikan kamu sedang marah sama kita, jadi kau tak di ijinkan masuk,"Gumam Valdes sambil bersolo ria. Namun selama satu jam tak kunjung keluar sampai menit kesepuluh keluar kecebong unggulnya.
Valdes merasakan nyeri karena selama satu jam sepuluh menit baru bisa keluar. Tapi si Justin masih saja berdiri, dengan terpaksa ia merendamkan di hari dingin.
Vanandya yang berada di dapur pun kembali ke dalam kamarnya, dan mencari keberadaan suaminya namun tak kunjung ketemu, ia lalu membuka pintu kamar mandi.. Betapa terkejut ia melihat suaminya sedang berendam.
"Al kamu sedang apa?"Tanya Vanandya kepada valdes.
Valdes yang merasa kesal kepada Vanandya hanya menjawab seadanya. "Ng**e!" Jawab Valdes lalu bangkit dari bathtub lalu berjalan ke arah shower dan membilasnya.
__ADS_1
"Pergi sana aku lagi mandi,"Usir Valdes kepada Vanandya yang sedang berada di ambang pintu. Ia sengaja mengusir Vanandya agar juniornya tak bangun, karena sulit untuk menidurkan.. Ia membutuhkan waktu dua jam untuk Justin bobo.
Setelah selesai mandi mereka pun turun ke bahwa karena sudah waktunya untuk makan malam bersama, dengan malu-malu mereka duduk, dengan tatapan sang adik yang begitu intens.
"Kakak kenapa mukanya pucat? Apa kakak tidak jadi.."Ucap Vernon yang langsung menghentikan ucapannya.
Seluruh keluarga yang sedang di sibukkan sendiri-sendiri karena mereka sedang mengambilkan nasi kepada suami mereka, mendengar ucapan Vernon membuat seluruh keluarga menatap kedua mempelai baru.
"Vanandya, Valdes! Muka kalian kenapa kok merah?"Tanya varisa kepada anak dan mantu.
"Tidak apa-apa bun!"Ujar mereka secara bersamaan.
"Sepertinya ini semua karena ulah Daddy yang memaksa mommy buat memakan tempa buang air kenc*Ng Daddy."Ceplos vegas, yang sangat jujur dan polos.. Padahal Vegas dan Vernon sudah memberikan kode kepada pria bodoh itu untuk tetap diam.
"WHATTT!"Teriak para wanita dengan terkejut, mereka lalu menatap ke arah Vanandya dan Valdes dengan tatapan intimidasi.. Bisa-bisanya mereka melakukan itu.
Rudra hanya tersenyum menggelengkan kepala, ia lalu menyuruh agar untuk segera makan malam, pembicaraan akan di bahas di ruang keluarga.
Vanandya seperti tak punya muka, ia sangat malu karena anaknya yang polos dan jujur berbicara kepada orang tuanya. Mereka pun menikmati makan malam dengan tenang dan malu buat kedua pasangan itu.
Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga dan para anak-anak sudah di bawa oleh Vernon ke taman bermain.
Mereka terdiam sejenak sebelum vinton bersuara, ia ingin menanyakan siapa keturunan dari Liam.
"Lalu siapa anak dari mereka..?"
"Dia adalah calissa A calian atau Tanuja maharani, Selama ini Tanu di asuh oleh asisten pribadi tuan Liam..,"Ucap Rudra sambil menatap ke arah virendra.
"Dan tuan Lian sendiri adalah.."
__ADS_1