
Kedua wanita paru baya sangat terkejut saat cucunya mengetahui rahasia yang mereka sembunyikan sejak lama. Bahkan, mereka saja sudah tidak ingin membahas tentang semua itu.
Lantas varisa bertanya kepada cucunya, rahasia apa yang dia ketahui. Dengan, cemas ia bertanya." Memangnya kamu tahu apa tentang rahasia kami?"
"Aku, tau kalau oma dulu membikin perjanjian, bahkan bersumpah satu sama lain, untuk menjodohkan anak-anak Oma dan grandma.!" ujar
Varisa dan Rebecca sempat berjanji dan bersumpah satu sama lain. Saat, masih sekolah dulu, kalau mereka akan menjodohkan anak-anak mereka satu sama lain..
Jika anak pertama mereka laki-laki, maka mereka akan menjodohkan dengan anak kedua mereka. dan jika anak kedua Rebecca perempuan dan anak kedua varisa maka mereka akan menjodohkan anak kedua Rebecca dengan anak pertama varisa.
Rebecca dan varisa pun sepakat menulis nama depan anak mereka. Yang bernama VA, jadi mereka tinggal menunggu takdir yang menyatukan mereka..
Mendengar semua itu mereka tercengang dengan perkataan agas. Yang, mengetahui semua tentang rahasia mereka.
"Jadi aku memang berjodoh dengan valdes?" tanya vanandya.
Mendengar perkataan Vanandya mereka menghela nafas kasar'nya, mereka pun dengan terpaksa membuka rahasia yang selalu mereka sembunyikan dari keluarga suaminya.
"Iya, sayang maka dari itu bunda memberikan kamu nama dari VA. Karena, nama itu adalah perwujudan dari nama keturunan bunda."
"Apa yang di katakan oleh bunda kamu memang benar Van, kenapa kami memberikan awalan VA. Karena itu permintaan dari nenek buyut kamu yang berasal dari bunda kamu."
"Bisa kalian jelaskan?!"
Varisa dan Rebecca saling pandang lalu menganggukkan kepala'nya. Mungkin ini adalah waktu yang pas untuk memberi tau kepada vanandya tentang jati diri mereka yang sebenarnya.
Namun, saat mereka akan menjelaskan. Kimberly mengalami nyeri di bagian perutnya, yang membuat mereka merasa khawatir, jadi mau tidak mau mereka pun membawa Kimberly ke rumah sakit. Tak lupa juga, varisa menelpon ipar dan keponakannya.
Rebecca pun sama ia baru saja menelpon suami dan faisal untuk segera datang kerumah sakit. Karena, Kimberly mengalami kram perut.
***
__ADS_1
Di perusahaan Marquez sedang mengadakan meeting penting bersama para investor yang datang dari Bali, dan jepang, karena mereka akan membangun sebuah villa di atas air.
Saat sedang membahas hal penting, ponsel Faisal berdering. Namun, ia abaikan, karena saat ini ia sedang mendengarkan hasil yang di laporkan oleh para klien.
Tapi, semakin ia mengabaikan semakin pula ponsel selalu berdering, jadi ia permisi kepada mereka untuk mengangkat panggilan telepon.
"Jadi gimana tuan ferius?" tanya valdes.
"Tidak buruk,!!" ucap tuan ferius.
"Kami akan ikut kerja sama dengan anda tuan Marquez." ucap tuan Darius.
Mendengar itu, Grey's, virendra, Valdes sangat bahagia, karena mereka berhasil melakukan kerjasama ini untuk membangun villa di atas air.
Setelah meeting selesai mereka pun bergegas pergi menuju ruangan masing-masing. Dan, saat Valdes sedang duduk di kursi kebesarannya ada seseorang yang mengetuk pintunya. Karena, merasa lelah, valdes Hanya bilang agar orang itu masuk kedalam ruangan.
Seorang wanita seksi, dengan pakaian kekurangan bahan, berjalan mendekati valdes dengan berlenggak-lenggok. Tanpa rasa malu ia membelai dada valdes yang sedang bersandar di kursi kebesarannya. Dengan mata terpejam.
"Tentu saja aku ingin melihat kekasihku yang tampan ini." ucap seorang wanita dengan nada bicara di buat-buat.
"Cih, sejak kapan aku kekasihmu? Asalkan kau tau aku adalah seorang pria yang sudah menikah." ucap valdes dengan sinis kepada wanita fi depannya.
Wanita itu, tak putus asa. Ia pun sedikit membuka kain yang melekat di tubuhnya. Dan, menampilkan paha mulusnya, karena siapapun orang yang melihatnya bakalan tertarik.
Tapi semua itu tak berlaku kepada valdes, ia palahan merasa jijik dan mual melihat tubuh itu. Baginya, tidak ada yang lebih bagus selain tubuh istrinya Ang membuat ia selalu bergairah.
"Tubuh murahan, sebaiknya jangan pernah di perlihatkan ke seorang pria yang memiliki selera tinggi. Asalkan kau tau para putra Marquez sangat membenci tubuh para wanita yang sudah di jajah." ucap Valdes, ia pun berlalu pergi dari ruang kerjanya.
Sosok wanita itu mengepalkan tangannya, ia menahan marah. Karena, perlakuan valdes yang sangat merendahkan dirinya, ia pun bertekad untuk membalas dendam kepada Valdes dengan cara memiliki dia seutuhnya.
"Sebaiknya aku harus ke dukun, untuk melakukan itu agar dia tergila-gila kepadaku.!" gumam wanita itu yang tanpa sadar di dengar oleh seseorang.
__ADS_1
***
Di sebuah rumah sakit, Keluarga Marquez dan lacerta sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Kimberly. Karena, mereka sangat khawatir kalau Kim dan anaknya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Faisal, dengan buru-buru mendekati ipar'nya dan ibu mertuanya yang sedang berada di ruang tunggu. Ia pun langsung menanyakan tentang Kimberly, kenapa dia bisa berada di rumah sakit.
Telas saat itu sang dokter keluar dan menanyakan tentang keluarga pasien. Lantas, Faisal menjawab kalau dirinya adalah suami dari pasien bernama Kimberly. Ia lalu menanyakan keadaan istirahat.
Sang dokter menjawab kalau Kimberly tidak terjadi sesuatu yang berat, dia hanya mengalami kram perut, yang di akibatkan oleh seorang bayi.
Mereka pun bernafas lega, karena Kimberly baik-baik saja. Faisal, bertanya apakah dirinya boleh menjenguk istrinya.
Dokter pun menganggukkan kepalanya, setelah menjawab pertanyaan faisal. Ia pun pergi dari ruangan itu, karena ada banyak pasien yang harus ia tangani.
**
Saat sudah sampai di halaman rumahnya valdes turun dari mobil dan ia memasuki rumah dengan tampang dinginnya, yang membuat para bodyguard merasa takut.
Setelah di dalam mansion ia mencari keberadaan istrinya. Namun, tak kunjung menemukan vanandya, bahkan ia berteriak-teriak kepada pelayan tentang hilangnya istrinya.
Salah satu pelayan pun menjawab kalau saat ini vanandya sedang ke rumah sakit mengantar nyonya besar Marquez, karena perut nyonya besar merasakan sakit.
"Apa mami Kim datang kesini?" tanya Valdes.
"Iya, tuan nyonya Kim datang kesini bersama nyonya Rebecca." ujar salah satu pelayan dengan perasaan takut.
Setelah mendengar jawaban dari pelayan, valdes menyuruh para pelayan untuk pergi dari hadapannya. Ia lalu beranjak dari duduknya, ia berjalan menaiki tangga.
Saat dirinya sedang berada di lantai atas dan di ruangan sang anak ia mendengar suara sang anak sedang berbicara hal yang sangat penting. Ia pun mendekati pintu kamar anaknya, lalu ia menempelkan telinganya di pintu.
Valdes sangat terkejut dengan apa yang dia dengar dari twins yang mengatakan kalau. istrinya adalah. " Jadi...?"
__ADS_1