
Seperti sebelumnya. Setelah sarapannya selesai mereka pun makan makanan penutup yang sudah di hidangkan oleh maidnya.
Lalu Nyonya Rebecca bersuara Kepada Vanandya yang membuat seluruh yang ada di situ terkejut.
"Besok adalah... Lomba kalian akan di mulai, saya tidak ingin menunda perlombaan kalian."
Victor dan virendra merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh Rebecca yang mengatakan ' Perlombaan. ' Perlombaan apa yang mereka maksud dan untuk apa melakukan hal seperti itu, entah apa yang mereka rencanakan kali ini membuat mereka menghela nafas, kedua pria itu lalu menatap ke arah Rebecca dengan bertanya.
"Perlombaan apa yang kalian bicarakan ?" Victor bertanya kepada istrinya, ia tak mengerti akan jalan pikiran istrinya itu.
"Perlombaan siapa mantu terbaik. Jadi mama ingin menjodohkan kamu dengan anak temen mama, dia orangnya baik mama juga kenal dekat dengan mereka, jadi mama ingin kamu menikah dengan anak sahabat mama."
Virendra Langsung berdiri. Ia sangat menolak keras ucapan sang mama, karena dirinya bukan barang yang harus lempar sini lempar sana, ia juga akan lebih memilih Tanu, karena Tanu adalah cintanya.
Sang mama pun menjelaskan. Kalau semua ini adalah rencana si vanandya jadi mama menurutinya, toh jika dia kalah dia bakalan menceraikan anaknya dan dia bakalan pergi dari kediamannya.
Jadi perlombaan yang ia adakan. Akan menentukan siapa yang pantas menjadi pendamping anaknya, ia juga menyuruh Tanu untuk ikut serta dalam perlombaan ini.
Ia memohon kepada anak dan suami'nya untuk berkerja sama karena ini akan meneruskan generasi selanjutnya. Ia ingin memiliki menantu yang sangat baik, dan tidak berfoya-foya seperti jal*Ng di luar sana.
Kedua pria itu pun menujui permintaan Rebecca. Karena mereka tak bisa menolak permintaan wanita yang satu itu, jadi mereka menujui untuk mengadakan perlombaan yang di hadiri tiga peserta.
Mendengar mereka menujui senyum Rebecca mengembang ia pun meminta kepada kedua pria yang sangat di cintai nya, untuk menjadi juri siapa yang menentukan siapa yang berhak mendapatkan gelar sang nyonya muda Marquez.
Setelah obrolan mereka selesai mereka pun meninggal meja makan, mereka pun sibuk dengan urusannya masing-masing.
Kedua pria berbeda generasi sudah berangkat ke perusahaan mereka.
Sedangkan para wanita entah kemana mereka pergi.
Namun ada seorang wanita yang sedang duduk santai di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya. Karena ia masih merasakan nyeri di area sensitifnya, sampai ia tak bisa bergerak dengan bebas, mengingat hal itu membuat ia malu dengan kelakuannya yang sangat menjijikkan.
__ADS_1
Tanu berjalan mendekati Vanandya ia masih sangat marah. Karena kemarin ia melihat foto kemesraan Vanandya dan virendra, lalu ia pun menumpahkan minuman ke kepala Vanandya yang membuat dia kebasahan.
"Brengsek. Apa yang kau lakukan?"Bentak Vanandya sambil berdiri dari tempat duduknya, baju yang di pakai olehnya merasa basah.
"Melakukan yang seharusnya aku lakukan sejak awal, yaitu menyingkirkan mu dari virendra."
"Tapi kau tak bisa menyingkirkan saya, karena saya sudah melakukan penyatuan dengannya."
Degh.
Sedetik itu juga tanu mematung dan merasa terkejut dengan Vanandya bilang. ' Penyatuan. ' Tanu benar-benar merasa di khianati oleh kekasihnya itu, dia bilang kalau dia tak akan pernah melakukan dengan wanita manapun, tapi sekarang ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
'Gak ini gak akan terjadi. Aku akan melakukan rencana agar virendra tidak jauh mencintai Vanandya, karena dia harus aku dapatkan.'Batin Tanu.
"Pasti kau terkejut ya? Dengan apa yang saya katakan, kau tau permainan kekasihmu itu sangat nikmat bahkan saya ketagihan dengan kej***anan yang di miliki oleh virendra."Ucap Vanandya dengan suara di buat-buat, ia sengaja memancing kemarahan Tanu, agar ia ada celah untuk membalasnya.
Plak. Suara tamparan begitu nyaring sampai membuat penghuni mansion datang.
"Ada apa ini?"
"Amor. Masa dia bilang kalau dia sudah bermain dengan virendra, aku tidak akån membiarkan dia melakukan lagi dengannya."Tanu berkata dengan sedih.
Amora yang melihat sahabatnya bersedih menatap tajam ke arah Vanandya. Ia tak akan membiarkan dia membuat sahabatnya bersedih.
"Dasar wanita jal*Ng berani-beraninya kau menggoda kakakku akan aku buat kamu menikmati juga dengan pria lain selain kakakku."
Vanandya mengepalkan tangannya. Ia bukan wanita jal*Ng seperti itu, jika itu sampai terjadi akan aku buat dia merasakan penderitaan.
PLAK
"Lakukan sesuka hatimu. Karena semua ini tak akan bertahan lama, siapa yang akan merasakan itu kita lihat nanti."
__ADS_1
Vanandya pergi dari hadapan para wanita ondel-ondel. Tujuan saat ini adalah ia ingin bertemu dengan sahabat'nya itu, i sudah merasa panas jika dekat-dekat dengan mereka.
***
Mobil yang di Kendari oleh Vanandya yang di atas rata-rata sudah sampai di sebuah pantai yang terletak di pinggiran kota. Ia ingin menenangkan diri di pantai yang sangat indah, ia akan melupakan sejenak permasalahan yang ada di mansion'nya.
Tanpa terasa Vanandya menghabiskan waktunya di pantai yang sangat indah dengan di hiasi oleh matah hari yang akan tenggelam. Ia pun langsung pergi dari pantai itu, namun saat di area parkiran ia melihat tiga orang pria yang sedang mendekati dirinya.
"Hai nona sendirian aja?"
"Urusan situ apa? Mau saya sendiri atau tidak ini bukan urusan anda."
Vanandya berkata dengan dingin ia sudah tau akan situasi seperti ini. Ia juga mengetahui kalau pria di depannya adalah suruhan dari Amora dan Tanu.
"Lebih baik kita bersenang-senang di pantai itu nona sambil memadu kasih."Ucap satu pria.
"Benar nona kita bersenang-senang. Lagian kami mampu kok memuaskan nona cantik."
Vanandya mulai marah dengan perkataan para bajingan itu yang mengatakan ' Bersenang-senang. ' Kalau gitu mari kita bersenang-senang dengan cara yang berbeda.
"Baiklah kita mulai."
Ketiga pria itu senyum mengembang akhirnya melakukan hal itu tidak berat juga, mereka pun mendekati Vanandya mereka ingin memegang tubuhnya.
Namun sebelum mereka menyentuh tubuhnya ia memelintir pergelangan tangan mereka dengan sangat kuat, sampai membuat sang punya berteriak kesakitan.
Tidak sampai di situ ia pun menghajar pria itu dengan sadis. Ia tidak akan membiarkan pria manapun menyentuh tubuhnya, walaupun ia sudah di sentuh oleh suaminya yang sangat menjijikkan yang bekas ondel-ondel.
Para pria itu pun kabur setelah mendapatkan luka yang cukup serius dari wanita kejam itu.Sebelum mereka pergi, mereka sempat di ancam agar tidak memberi tau bosnya bahwa dirinya yang menghajar mereka dengan babak belur penuh dengan luka, bahkan tangannya sampai patah.
Vanandya lalu masuk kedalam mobilnya, ia lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, berjalannya kali ini pulang ke kediaman Marquez yang seperti neraka baginya.
__ADS_1
"Dari mana saja kamu....