CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 218


__ADS_3

Semua orang terdiam mendengar pertanyaan dari Rebecca yang mengatakan siapa ayah kandung dari vernando. Sebenarnya Rebecca sangat mencurigai kalau vernando adalah anak dari suami pertamanya. Namun ia tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan kalau dia adalah anak dari venton.


Varisa menatap sinis ke arah Rebecca, lalu tersenyum ke arahnya, ia tidak akan mengatakan siapa ayah dari vernando. Karena belum waktunya vernando menunjukkan jati dirinya.


Sebelum varisa ingin mengatakan kepada Rebecca ia sudah di tarik terlebih dahulu oleh Hendrik karena istrinya tidak pernah terbuka jadi ia tidak mengetahui apa yang istrinya lakukan, bahkan saat dia pergi dari rumahnya tidak izin terlebih dahulu.


Sang dokter keluar dari dalam perawatan hazel. Ia lalu mengatakan kepada keluarga dari hazel bahwa saat ini hazel sudah melewati masa kritisnya, tapi sangat disayangkan kalau hazel harus kehilangan bayi yang di kandung oleh hazel.


Entah itu kabar baik atau kabar buruk di satu sisi mereka harus kehilangan sosok anak yang sedang di kandung oleh hazel di sisi lain mereka sangat bersyukur kalau hazel selamat dari masa kritisnya.


Setelah mengatakan itu sang dokter pergi dari hadapan keluarga Marquez ia akan pergi ke ruang kerjanya.


Tak berselang lama para perawat membawa janin yang sudah hampir jadi karena. saat ini usia kehamilan hazel memasuki lima bulan. Jadi sudah terlihat jelas sosok anan itu.


Melihat seorang bayi yang sudah tak bernyawa lagi ada di gendongan sang suster, Grey's yang melihat itu sangat sedih kenapa ia harus melihat sosok anaknya dengan keadaan seperti itu.


Sang suster pamit untuk menyiapkan semuanya untuk memakamkan janin dari hazel.


Rebecca hanya bisa menenangkan putranya yang sedang rapuh karena kematian janin hazel.ia lalu mengangkat Grey's untuk berdiri karena mereka harus segera memakamkan janin yang masih usia lima bulan.


Semua orang pun langsung bergegas bersiap karena mereka harus segera menguburkan janin itu. Walaupun hari sudah sangat malam mereka akan tetap melaksanakan tugasnya.


Banyak keluarga yang hadir untuk mengantarkan janin bayi milik hazel. Mereka sudah sepakat menguburkan jenazah bayi yang masih berusia lima bulan. Mereka akan menguburkan di pemakaman kusus keluarga Adiwilaga.


***


Pagi hari sudah tiba..


Semua orang masih merasakan duka yang sangat mendalam bagi mereka, di kediaman Marquez hanya ada aura ketegangan mereka menatap ke arah bangku anak-anak mereka yang sangat kosong.


Bahkan, ayah mereka vinton masih belum kembali dari rumah sakit yang ada di Singapura, karena di sana banyak pengobatan herbal untuk menyembuhkan Agni agar dia bisa kembali pulih lagi.


Saat sedang sarapan pagi yang sangat tidak selera makan mereka di kejutkan dengan teriakan anak-anak yang sangat bahagia. ke empat anak berlari memeluk tubuh grandma nya.


Alvegas Aldebarat L, Marquez.

__ADS_1


Alvagas Aldebarat L, Marquez.


Grayland faresta L, Marquez.


Greenland faresta L, Marquez.


Ke empat anak laki-laki yang berbeda umur itu menyalami satu per satu Keluarga'nya. Namun, saat akan menyalami orang tuanya, mereka tidak melihat keberadaan mama dan papanya.


"Grandma. dimana mama dan apa?" tanya grayland kepada Rebecca ia tidak tidak melihat keberadaan mama mereka.


Semua orang terdiam bingung mau menjawab apa kepada anak-anak kalau saat ini hazel ada di rumah sakit yang masih belum sadar. Namun, seribu cara Rebecca kerahkan agar otak'nya berkerja.


"Hm, sayang saat ini mama kamu sedang berada di luar negri menemani papa kalian yang ada pekerjaan." ucap Rebecca dan di angguki oleh Faisal dan Victor.


"Oh, jadi mama pergi ke luar negri bersama dengan papa?" tanya grayland. Ia menganggukkan kepalanya mempercayai perkataan dari Rebecca.


"Sebaiknya grayland dan green istirahat ya, kalian pasti cape karena habis berkeping?" ujar Rebecca. Lalu ia juga menyuruh twins yang juga sangat lelah karena tragedi yang kemarin.


Ke empat anak laki-laki itu pun langsung pergi ke kamar mereka masing-masing karena Meraka memang sangat lelah jadi mereka langsung beristirahat.


"Mas, kita harus apa sekarang? Pasti nanti mereka bakalan telpon Grey's ataupun hazel," ucap Rebecca kepada suami.


"Apa, yang kalian sembunyikan dari kami?" tanya seorang pria dengan dingin.


"Valdes? Vanandya?" kata Rebecca, Victor dan Faisal. mereka sangat terkejut melihat kedatangan keduanya.


"Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi selama aku tidak ada?" tanya Vanandya.


"Vanda, sebenarnya kakak kamu kemarin habis jatuh dari tangga dan itu membuat kakak kamu mengalami keguguran," ucap Rebecca dengan pelan.


Degh..


Vanandya hampir saja terjatuh ke belakang jika saja Valdes tidak memeganginya. Ia tidak menyangka kalau kakak'nya harus mengalami hal seperti ini?


"Mama, katakan dimana hazel di rawat? aku ingin menjenguk dia ma?" ucap vanandya, memaksa Rebecca untuk mengatakan dimana kakak'nya di rawat.

__ADS_1


"Tapi, sayang saat ini kamu baru saja sampai sebaiknya kita istirahat terlebih dahulu?" ucap Valdes.


"Benar apa kata suami kamu Vanda, sebaiknya kamu istirahat saja dulu. Pasti saat ini kamu lelah?" timpal Rebecca.


Vanandya terus saja berkata kepada Rebecca karena ia belum bisa tenang jika belum bisa melihat kakak'nya dalam kondisi membaik.


Mau tidak mau Rebecca memberikan alamat rumah sakit kepada Vanandya,


Setelah mendapatkan alamat rumah sakit dari Rebecca Vanandya segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk kakak'nya.


**


Di rumah sakit Grey's dengan setia duduk di samping ranjang tidur istrinya, ia terus saja mengajak ngobrol istrinya agar cepat sadar dari tidurnya.


"Sayang, bangunlah sudah cukup tidur kamu, apa kamu tidak kasian dengan ku dengan keadaan seperti ini?" ucap Grey's.


"Apa, anda adalah suami dari putri saya?" tanya seorang pria dari ambang pintu.


Grey's yang sedang menatap ke arah hazel langsung berpaling menatap ke arah sosok pria yang ada di pintu. Grey's pun berdiri dan mendekati ke arah Bart.


Ya pria itu adalah Bart adalar.


"Benar, om saya suami dari hazel. Dan jika om ingin memisahkan kami maaf saya tidak bisa melepaskan hazel. karena walau bagaimanapun hazel sudah jadi milik saya dan om tidak mempunyai hak untuk memisahkan hazel. Karena hazel di besarkan oleh bunda dan ayah." ucap Grey's dengan datar.


"Memangnya siapa yang menyuruh kamu untuk menjauh dari putri saya? perasaan saya tidak mengatakan akan hal itu?" kata Bart.


Degh..


Grey's menjadi salah tingkah karena menuduh pria di depannya ingin memisahkan dirinya bersama dengan hazel. Ia pun meminta maaf kepada Bart karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak.


Bart dengan acuh hanya menganggukkan kepalanya ia berjalan ke arah ranjang yang di mana ada putrinya. Dengan alat-alat rumah sakit yang terpasang di tubuh hazel.


"Bagaimana kondisi hazel?" tanya Bart kepada Grey's.


"Masih belum ada perubahan untuk hazel bangun." ujar Grey's.

__ADS_1


"KAKAKKKK.!!"


__ADS_2