CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 231


__ADS_3

Valdes Sangat terkejut mendengar perkataan Vanandya yang mengatakan kalau air yang ia minum adalah air cucian tangan. Valdes yang syok menyemburkan air yang berada di dalam mulutnya dan air itu mengenai seorang yang leat di hadapannya.


"Apa-apaan anda ini? Gara-gara anda baju saya jadi basah," ucap marah seorang wanita kepada Valdes karena terlah menyemburkan airnya mengenai baju yang ia pakai.


Vanandya, langsung meminta maaf karena kesalahan yang suaminya buat, kepada wanita di depannya ia bahkan akan mengganti pakaian yang sudah basah karena kesalahan Valdes.


"Baik saya akan memaafkan kalian asalkan kalian harus mengganti uang 50 juta," ucap wanita itu dengan tegas.


Valdes yang memang kesal langsung saja mengirim sejumlah uang yang di sebutkan oleh wanita di depannya, Valdes sangat malas berurusan dengan wanita yang tidak tau diri.


"Sudahlah lebih baik kamu makan saja aku sudah tidak berselera untuk makan." ucap Valdes dengan ketus.


Vanandya hanya mengangkat bahu lalu ia memulai makanya dengan menggunakan tangan, karena makan menggunakan tangan akan terasa lebih nikmat di bandingkan menggunakan sendok. Apa lagi dengan mendoan hangat yang sangat nikmat.


Satu suap, dua suap Vanandya makam dengan tenang tanpa memperdulikan suaminya yang sedang menatap dirinya dengan dalam. Perpaduan antara ayam bakar dengan sambal yang sangat pedas dan di campur mendoan terkesan lebih enak.


"Sayang, kamu benar tidak ingin makan?" tanya Vanandya di sela makannya.


"Tidak!" ucap Valdes.


Vanandya, pun mendengar penolakan Valdes pun berinisiatif menyuapi Valdes menggunakan tangan. Dan benar Valdes menerima suapan dari dirinya.


Ia, sebenarnya heran dengan tingkah suaminya yang gengsi terlalu tinggi, mulut boleh berkata tidak tapi perut tidak bisa berkata tidak, karena perut menginginkan makanan di depannya.


Suap demi suap masuk kedalam mulut Valdes ia bahkan hanya makan berapa suap saja selebihnya di habis'kan oleh Valdes, bahkan Valdes tidak menyadari kalau dia sudah menghabiskan makan dua porsi dengan di suapi oleh vanandya.


"Gimana rasanya enak?" tanya Vanandya, sambil memasukkan suapan terakhir ke dalam mulut Valdes.


"Tidak, biasa saja bahkan masih enak masakan bintang lima," ucap Valdes dengan ketus.


"Oh-ya? Kalau tidak enak kenapa kamu bisa menghabiskan dua porsi?" goda Vanandya kepada Valdes.

__ADS_1


Valdes langsung gelagapan mendengar ia menghabiskan makan dua porsi dengan mendoan satu porsi. Valdes pun mengelak kalau dirinya tidak makan sebanyak itu,


Vanandya yang mendengar hanya berdecak sebel ternyata suami'nya masih saja mengelak yang sudah menghabiskan makan sebanyak itu, padahal ia yang menyuapi Valdes dengan menggunakan tangannya, tapi suaminya masih sajak tidak mengakui.


"Sudahlah, berbicara dengan pria gengsian cape sendiri, dan sebaiknya kamu bayar makanan itu aku akan pergi ke dalam mobil duluan." ucap Vanandya dengan kesal, sambil meninggalkan Valdes seorang diri.


Valdes langsung berjalan ke arah kasih dan meminta total pembayaran makan atas nama Vanandya, Valdes juga meminta bil.


"Totalnya dua ratu lima puluh ribu, tuan." ucap sang kasir


Valdes segera membayar lalu pergi dari tempat itu dengan terburu-buru, menyusul sang istri.


"Mau kemana lagi kota sekarang?" tanya Valdes setelah ia masuk kedalam mobil,


Vanandya pun terdiam memikirkan mau kemana lagi ia akan pergi, setelah terdiam ia mengatakan kepada Valdes kalau ia ingin pergi ke minimarket setelah itu ia ingin pergi panti asuhan, untuk berbagi.


Valdes menuruti saja permintaan Vanandya, ia pun menjalankan mobilnya ke tempa dimana mereka akan tuju.


Setelah berapa menit mereka terlah sampai di minimarket, lalu mereka pun masuk kedalam, sambil Valdes membawa stroller, Vanandya memulai memilih barang belanjaan yang akan ia berikan kepada anak-anak panti asuhan.


Total har menghabiskan kocak seharga 18 juta kurang dua ribu.


Selesai berbelanja mereka melanjutkan perjalanan ke arah panti asuhan yang akan mereka tuju. Yang tidak jauh dari tempat mereka berbelanja.


Gerbang yang menjulang tinggi tepat di hadapan mereka, dan di tembok tertulis panti asuhan kasih bunda. Salah satu penjaga membukakan gerbang tersebut, lalu mobil Valdes melaju dengan perlahan masuk kedalam halaman mansion kasih bunda.


"Kelihatannya panti asuhan ini sangat besar pasti banyak anak-anak di dalam karena kelihatan bangunannya tidak seperti bangunan panti asuhan biasa."ucap Valdes kepada Vanandya.


"Tentu saja, karena dulu sewaktu eyang masih hidup dia membangun panti asuhan tersebut atas nama almarhum istrinya." ucap vanandya.


Valdes hanya ber'oh ria mengetahui kalau panti asuhan tersebut di bangun oleh eyang wangsami Harjo. kakek buyut dari Vanandya. Keduanya pun keluar dari mobil dan mereka langsung di sambut hangat oleh anak-anak dan ibu panti.

__ADS_1


Anak-anak panti pun menyalami Vanandya dan juga Valdes dengan sopan. Setelah semua'nya sudah bersalam mereka melanjutkan bermainnya.


"Selamat datang nona vanandya, sudah lama anda tidak berkunjung ke panti asuhan ini?" ucap salah satu pengurus panti asuhan.


Lalu ibu panti mengajak ke-dua nya masuk kedalam mansion dan mereka pun duduk di ruang tamu. Setelah mereka duduk ibu panti menyuruh pembantunya menyiapkan minum buat Vanandya dan Valdes.


"Maafkan saya ibu, karena banyak sekali masalah yang kami hadapi jadi tidak sempat untuk berkunjung," ucap Vanandya. Yang sudah duduk di sofa.


"Oh begitu pantas saja nona vanandya dan keluarga jarang datang, lalu bagaimana keadaan nyonya besar Eleanor?" tanya ibu panti.


"Saat ini Oma sedang di rawat di luar negri karena terkena serangan jantung," ucap Vanandya.


"Astaga, lalu gimana sekarang kondisinya nyonya eleanor?" tanya ibu panti yang terkejut mendengar berita yang menimpa keluarga lacerta.


"Saat ini kondisi Oma sudah lebih baiknya," ujar Vanandya.


Vanandya sampai lupa, ia pun memperkenalkan suaminya kepada ibu panti, karena memang selama ini ibu panti tidak pernah tau kalau Valdes adalah suami'nya.


Saat sedang berbincang-bincang minuman datang, lalu ibu panti menyuruh vanandya dan Valdes meminum yang sudah di buat pembantunya.


Seperti biasa Valdes hanya menunjukkan tampang datar kepada semua orang tapi tidak dengan istrinya. Ia akan berubah menjadi hangat saat berdua dengan Vanandya.


Vanandya pun. meminta kepada mang jaja, untuk mengeluarkan barang belanjaan yang berada di bagasi mobil,


Mang jaja dan mang Dadang pun berjalan ke arah belakang mobil dan membuka pintu bagasi. Setelah terbuka mereka langsung mengangkat barang belanjaan milik Vanandya.


"Ini mau di taruh di mana nona?" tanya mang jaja.


Vanandya pun menyuruh mang jaja menaruh kantung belanjaan di dekat meja, ia lalu meminta kepada mang jaja untuk memanggil anak-anak karena semua itu ia beli hanya untuk anak-anak panti.


Namun saat ia sedang menunggu mang jaja .memanggil anak-anak ia melihat seorang anak sedang duduk di bangku taman, lantas ia bertanya kepada ibu panti.

__ADS_1


"Ibu, siapa anak itu? Kenapa dia sendirian tidak ikut main dengan yang lain?" tanya vanandya.


"Anak itu adalah..."


__ADS_2