CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 86


__ADS_3

"Wih anak papi sudah mulai cium-cium nih yeyy?"Ucap Axel menggoda kepada putri dari Amira.


"Hehe! memangnya ga boleh ya nyium pipi papi sendiri?"Tanya gadis kecil itu dengan suara cedalnya.


Saat Axel akan menjawab Amira menyuruh putrinya untuk pergi ke kamarnya, karena ia ingin berbicara dengan Axel. Ara yang mendengar itu pun menganggukkan kepala, ia ingin memberikan ruang kepada papi dan mami'nya.


Setelah kepergian Ara Amira menatap ke arah Axel dengan tajam, ia tidak suka jika putrinya terlalu di manjakan. "Cukup xel jangan pernah memanjakan putriku lagi aku tidak ingin kalau putriku menjadi anak yang manja"Ucap Amira.


"Aku hanya ingin memberikan kasih sayang saja kepada Ara, karena aku sangat menyayangi dia."Bantah Axel.


"Stop kau ini hanya rekan kerja bukan ayah dari Ara. Jadi kau tak berhak melakukan itu!"Bentak Amira.


"Apa kamu bilang gak berhak? aku juga berhak atas ara karena aku.."Ucapan tiba-tiba terhenti, Axel hampir keceplosan karena terbawa emosi.


Amira menatap ke arah Axel sambil memicingkan matanya tidak ngerti akan apa yang dia katakan. "Maksud kamu apa?"


"Maksudku adalah kalau aku mencintaimu semenjak aku mengenalmu dan aku sayang dengan ara"Ujar Axel


Amira terdiam dengan perkataan Axel jujur ia masih takut akan memiliki hubungan yang seperti dulu lagi. ia pun berpaling, karena trauma akan menjalin hubungan dengan seorang membuat ia merasa cemas,


Mengerti akan apa yang di rasakan Amira Axel berlutut di depan Amira, karena ia benar-benar serius dengan hubungan ini semenjak kisah kelam waktu itu.


"Amira Brianna Marquez! will you marry me, aku janji akan menjadi seorang suami dan ayah yang baik.. Jika aku sampai melakukan kesalahan sama kamu, aku akan meninggal dalam keadaan tragis."


Amira sangat terkejut ia berharap ini adalah sebuah mimpi namun saat ia menampar- nampar pipinya dengan pelan, tapi semua ini adalah nyata.


"Tapi xel?"


Axel lalu berdiri dari lututnya dan. memegang tangan Amira dengan lembut lalu ia menciumnya, "Amira aku janji akan menghilangkan rasa trauma kamu itu aku janji."Ujar Axel dengan tegas.


Ara yang mendengar itupun berteriak bahagia, lalu mendekati mereka dan mengambil cincin yang ada di tangan Axel lalu memasangkan ke jari sang mami. Ia sangat berharap kalau Axel adalah papi nya.


"Mami demi aku Terima lah lamaran papi, aku hanya meminta satu kepada mami menikah lah dengan papi axel"Pinta ara kepada sang mami.


"Baiklah aku mau menikah dengan mu."Ucap Amira dengan gugup. Sebenarnya Amira juga mencintai Axel tapi karena rasa trauma membuat ia tak ingin jatuh cinta.

__ADS_1


Mendengar jawaban Amira membuat Ara dan Axel bahagia, lalu Axel mengajak mereka makan malam untuk merayakan jadian Amira dan Axel.


***


Di kediaman Marquez yang mendapatkan kabar kalau saat ini adalah ijab qobul Vanandya dan Valdes pun bergegas bersiap-siap karena mereka ingin menyaksikan pernikahan putra kedua Marquez dengan putri bungsu lacerta. Dua perusahaan yang sangat besar,


Namun tidak dengan seorang wanita yang masih lelah karena baru tidur sang ibu sudah membangunkan tidurnya untuk bersiap-siap menghadiri acara ijab qobul keponakannya.


Dengan rasa kesal ia mandi dan berpakaian ia menggunakan dress berwarna putih yang senada dengan pak duda. Kimberly masih tak percaya kalau pria yang sudah melewati setengah abad masih saja kuat untuk menggempurnya,


Kim tak bisa membayangkan betapa perkasanya junior suaminya, yang bermain dari sore hari sampai pagi hari, bahkan pinggangnya terasa pegel.


"Dasar pak duda gak punya perasaan, katanya cuma satu ronde tapi ini berkali-kali ronde."Gerutu Kimberly yang di denger oleh Faisal, karena dia baru keluar dari kamar mandi.


"Makannya jangan meragukan kekuatan Juniorku walaupun umur sudah lebih tapi masih kuat menggempur bocah seperti kamu sayang."


"Iya sayang aku tau punya pak duda masih saja kuat."Kim berkata dengan ketus.


Entah kenapa Faisal sangat candu mendengar istrinya memanggil dirinya pak duda. Apa lagi nama itu di berikan saat pertama kali mereka bertemu,


Saat ini seluruh keluarga Marquez sudah berkumpul di ruang keluarga dengan pakaian rapih karena mereka ingin menghadiri acara pernikahan Valdes. Dengan mantan adiknya.


Mereka pun berangkat dengan mobil masing-masing, dengan berapa bodyguard di belakangnya.


***


Seluruh pelayan dan bodyguard sedang mempersiapkan acara ijab qobul tuan dan nyonya mereka, bahkan sudah di sulap serapih Dan sebagus mungkin.


"Gimana apa makanan sudah siap?"Tanya sang varisa kepada pelayan.


"Sudah nyonya."Ujar para pelayan dengan tegas.


Perias juga sudah berdatangan untuk merias calon penganten, barusa pun menyuruh masuk untuk segera merias Valdes dan Vanandya.


Saat sedang melihat-lihat tempat apa masih ada yang kurang atau tidak varisa terkejut dengan kedatangan besannya. Ia lalu berjalan ke arah calon besan sebelum pergi ia berpesan kepada Tanu. "Tanu, sebaiknya kamu bawa anak kamu ke kamar ya? Sepertinya keluarga Marquez datang."

__ADS_1


Tanuja, yang memang masih belum siap untuk bertemu dengan virendra pun mengajak anaknya masuk kedalam kamar, apa lagi Thommy masih takut bertemu dengan orang-orang.


Setelah melihat kepergian Tanu varisa dan Hendrik menyambut kedatangan calon besannya Walaupun masih ada rasa marah dan benci.


"Eh calon besan datang?"Ucap varisa dengan ketus.


"Eh iya aku ingin menghadiri acara pernikahan putra mahkota."Rebecca tak kalah ketus menanggapi perkataan varisa, sebenarnya mereka ingin sekali peluk memeluk tapi karena ego membuat mereka enggan.


"Apa kami tak di suruh masuk tuan Hendrik!"Victor berkata dengan dingin dan datar.


"Oh iya sampai lupa, ya udah ayok kita masuk,"Ujar Hendrik mempersilahkan mereka masuk kedalam mansion'nya.


Kimberly yang masuk kedalam mansion ini merasakan getaran ada seseorang yang membuat dirinya merasakan nyaman. Saat berjalan ia melihat bingkai foto yang membuat dirinya merasakan sakit hampir saja ia pingsan kalau tidak ada seorang yang menahannya.


"Kamu tidak apa-apa nak?"Tanya wanita itu dengan kelembutan.


"Tidak apa-apa buk, terimakasih sudah membantu."Ucap Kimberly.


Wanita yang tadi menolong Kimberly juga merasakan sesuatu. tapi entah perasaan apa yang datang.


'Entah kenapa aku sangat merindukan Monica.'Batin wanita bernama Sonya itu saat melihat Kimberly.


Saat ini semua tamu undangan sudah pada berdatangan dan mereka duduk di tempat masing-masing.


Bahkan di depan sudah ada penghulu dan para saksi untuk menyaksikan pernikahan suci antara 2V. Yang akan berlangsung, Calon mempelai pria sudah duduk berhadapan dengan tuan Hendrik yang siap menikahkan.


"YA VALDES HUTABARAT MARQUEZ!"Ucap dengan tegas.


"YA"


"SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU VALDES HUTABARAT MARQUEZ BIN VENTON HUTABARAT MARQUEZ DENGAN PUTRI KANDUNG SAYA VANANDYA NAYESHA LACERTA BINTI HENDRIK LACERTA DENGAN MAS KAWIN BERUPA SATU PERUSAHAAN MARQUEZ, 20 SAHAM, 30 MOBIL ALPHA, 20 MOBIL LAMBORGHINI AVENTADOR, 10 SET PERHIASAN BERLIAN, 4 JEET PERIBADI ATAS NAMA VARISA LACERTA, 1 PULAU PRIBADI BERSERTA MANSION ATAS NAMA VARISA LACERTA DAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI!"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN'NYA VANANDYA NAYESHA LACERTA BINTI HENDRIK LACERTA DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI!"


"GIMANA PARA SAKSI SAH?"

__ADS_1


"SAHHH!"


__ADS_2