
SRETTT. Bunyi sebuah bangku yang bergesekan dengan marmer, membuat berapa orang menoleh ke sumber suaranya.
"Aku yang bikin masakan ini. Jika mama tak menyukai aku akan memberikan makanan ini ke orang yang membutuhkan, dan saya akan meminta kepada kepala pelayan."
Mereka semua terkejut dengan tindakan Vanandya kepada nyonya Josephine. Karena setahu mereka semua orang tidak ada yang berani melawan nyonya yang satu itu, yang memiliki sejuta kekejaman, ketegasan sekali berucap adalah mutlak tidak ada yang membantah.
'Sepertinya mantuku ini sangat pemberani kepada istriku ini.. Hohoho, aku punya mantu lagi tapi yang ini sangat perfect.' Batin pria paru baya sambil tersenyum simpul.
"Tidak usah. Makanan yang kamu buat cukup enak, dan ya jangan harap aku menerima kamu jadi mantu saya."Ucap nyonya Josephine yang juga tercengang dengan sikap Vanandya yang sangat pemberani.
Vanandya pun hanya mengangkat bahunya tak perduli baginya. "Terserah mamah aja sih. Saya gak dapat restu dari mama juga saya sudah menikah."
Lagi dan lagi mereka tercengang dengan perkataan Vanandya. Harusnya dia tak perlu membalas perkataan wanita yang sangat menyanjung akan ketegasannya.
"Kau.!! Beraninya kau melawanku, kau ini hanya wanita rendahan jadi jangan sok berkuasa di dalam keluarga ku. Kau paham?"
Vanandya lebih baik melanjutkan makan malamnya dengan elegan dan anggun. Bahkan cara makan vanandya lebih sempurna dari pada Tanu dan Amora tentunya.
Josephine. menatap ke arah pria yang sedang duduk di samping putrinya itu. Dan ia menatap sang putri yang sedang memberikan sedang memberikan sepotong daging.
Mereka pun selesai makan malam langsung ke ruang keluarga di mana tempat untuk mengobrol.
Seperti saat ini Tuan nyonya besar duduk bersama. Sedangkan virendra ia duduk di sofa single kalau Tanu, vanandya entah takdir apa yang membuat mereka duduk bersama dalam satu sofa.Kalau amora dan kekasihnya duduk bersama menghadap sang nyonya besar.
"Amora Brianna Marquez!! Siapa pria yang ada di samping kamu."Josephine. Berbicara dengan sangat tegas penuh aura kedinginan melebihi Kutub Utara.
"Dia kekasihku."Ucap Amora dengan seadanya.
Victor menghela nafas. Ia sudah mengetahui kalau putrinya sedang jatuh cinta dengan pebisnis muda asal Rusia. Bahkan bisnisnya hampir mencapai posisi nomer 1 di Rusia, dan ia juga tau kalau Agra memberikan kalung berlian yang langka itu.
"Siapa namamu?"
"Agra byantara."
Kedua orang tua Amora menganggukkan kepalanya. Tapi mereka belum bisa memberikan kepercayaan kepada pria yang bermana agra itu.
"Agra. Tante denger kamu membelikan berlian kepada amora?"
Amora pun menyela pembicaraan mamah dan kekasihnya itu. Ia lalu memberikan berlian itu kepada sang mama, yang membuat mamah kepengin tapi suaminya gagal memberi. Walaupun mereka keluarga nomer satu keluarga mereka sangat dermawan dan baik kepada orang baik, jahat kepada orang jahat.
Walaupun sebenarnya keluarga yang sangat baik. Tapi jangan salah jika ada orang yang mengusik keluarga mereka. Mereka akan menjadi seperti iblis.
__ADS_1
"Bukannya di dunia ini cuma ada satu berlian ya? Dan berlian yang di keluarkan oleh perusahaan itu sangat langka semua."
"Benar tuan."
"Lalu gimana kamu bisa mendapatkannya. Bukannya berlian itu ke beli sama keluarga bangsawan."
Semua orang sedang menatap wajah Agra yang ingin mendengar jawaban dari dia.
"Hm. Sebenarnya memilik ND company mengelola 2. Tapi sebelum di pasarkan produk langka itu,. aku sudah lebih dulu beli."
Mereka terkejut. Apakah agra berteman baik sama pemilik ND company itu, sampai-sampai dengan gampangnya dia memberikan barang langka itu kepada agra, padahal ia bisa membeli barang itu Dangan sangat mahal.
Nyonya Josephine merasa sedih karena ia tak bisa mendapatkan barang itu. Karena seseorang sudah membelinya dulu sati detik, karena itu ia tak mendapatkan.
"Tante tak perlu khawatir. Karena bentar lagi akan ada perhiasan keluaran terbaru, dan ini akan menjadi sangat langka dia menjual cuma satu saja."
Mereka kembali terkejut. Dengan apa yang terlah di katakan oleh agra, berarti akan ada barang baru dari perusahaan itu.
Vanandya. Berdiri dari tempat duduknya ia lalu berpamitan kepada anggota keluarganya, ia ingin istirahat karena ia sudah mulai mengantuk.
Mereka juga akhirnya membubarkan dirinya karena waktu juga sudah mulai malam.
**
"...."
"....."
"Aku tau resiko yang akan kita tanggung kedepannya."
"...."
"Jika mereka kejam. Kita akan lebih kejam."
"....."
"Kau tau. Salah satu dari mereka yang sudah membuatnya seperti itu."
"....."
Seseorang itu mematikan ponselnya sepihak tanpa menjawab seseorang yang di sebrang sana.
__ADS_1
***
Vanandya saat ini baru saja keluar dari kamar mandi. Karena merasa lengket ia pun membersihkan badannya. Lalu ia pun langsung pergi ke alam mimpi setelah menggunakan pakaiannya.
**
Pagi hari tiba.
Vanandya yang ingin menjadi mantu yang baik untuk mertuanya ia pun memasak makanan. Ia memasak berbagai jenis sayuran karena sayuran baik untuk kesehatan.
Ia pun di bantu dengan kedua pelayannya yang senantiasa ada di dekatnya.
Setelah Masakannya jadi ia meminta kepada maid lain'nya untuk menyajikan makanan yang ia buat.
Semua anggota juga sudah kumpul di meja makan.
"Kau yang buat?"
"Hm. Iya saya yang buat, karena saya kan mantu yang baik masak buat keluarganya. Ga seperti calon mantu yang ga bisa apa-apa."
Tanu yang merasa tersindir dengan perkataan musuhnya hanya bisa mengepalkan tangannya dengan erat.
Vanandya melirik ke arah Tanu yang kesindir dengan Ucapannya yang sangat kejam.
"Benar begitu mamah mertua?"
"Ck saya tidak akan terpengaruh dengan masakan kamu."Josephine berkata dengan nada tidak suka dengan Vanandya.
Victor mulai dengan dengan perdebatan istri dan mantu pun melarai mereka untuk sarapan. Ia juga meminta kepada mereka untuk diam tak bersuara.
Setelah sarapannya habis Vanandya memberikan makanan penutup kepada mereka.
"Sayang. Apa kamu tidak mau memberikan kartu kredit buat aku belanja? Seharusnya kamu sudah menafkahi istrimu ini. Masa aku harus pake uang orangtuaku? Apa karena aku tidak menarik buat kau sentuh? Jangan-jangan kau tertarik sama ondel-ondel macam dia. Atau gak kau tertarik sama Cakra si terong bengkok itu?"
Uhuk.. Uhuk.. Uhukk.. Virendra tersedak minum'nya saat mendengar kata-kata dari istrinya itu. Ia jadi sangat malu karena perkataan istrinya yang mengatakan seperti itu.
Tuan, nyonya besar merasa terkejut dengan tindakan mantunya yang bilang ga di nafkahi oleh suaminya. Ini gila.seorang mantu yang berani berkata seperti itu di depannya. Apa lagi dia bicara. ' Kau tertarik sama Cakra si terong bengkok.'
Tanu dan Amora kedua ondel-ondel itu merasa kesal kepada Vanandya. Bisa-bisanya dia berkata itu kepada virendra, mereka benar-benar harus membuat rencana agar Vanandya keluar dari Marquez.
"Kau!!..
__ADS_1