
Di kereta..
Saat ini vanandya dan anak-anak sedang menikmati makanan bersama dengan kedua putranya mereka karena. Vanandya maupun anak-anak baru pertama kali menaiki kereta yang di bawa oleh Valdes.
"Mommy aku sangat menikmati semua ini mom? Dan aku berharap bisa seperti ini lagi bersama dengan dedek bayi." ujar vagas berkata kepada mommynya.
Vanandya tersenyum ke arah putra-putranya kemudian ia menjawab dengan penuh kelembutan. "Pasti sayang kita akan berpergian seperti ini lagi dengan adek-adek kalian," ucap vanandya.
"Maksud mommy?" tanya si twins.
Saat Vanandya akan mengatakan kepada kedua putranya sebuah suara mengejutkan mereka. Vanandya yang panik langsung berlari ke arah gerbong utama.
Brakkkk..
Kereta api tanpa sengaja menabrak mobil yang sedang melewati jalan yang membuat mobil itu terseret oleh kereta sampai jauh.
Valdes sebenarnya panik karena ia menabrak mobil namun ia tetap santai untuk mengendalikan keretanya agar keretanya tidak keluar dari rel kereta.
***
Sebuah berita tentang kereta yang menabrak mobil yang di yakini adalah mobil dari orang berada langsung tersebar ke seluruh negara, bahkan setiap saluran media, saluran televisi menayangkan akan berita kecelakaan kereta dengan mobil.
Mansion Marquez...
Pyaar..
Sebuah piring yang berisi makanan jatuh dari tangan seorang wanita yang tidak lain adalah Rebecca. Ia mendengar kabar dari televisi yang menayangkan sebuah kereta menabrak mobil.
Rebecca mengetahui kalau kereta yang ada di dalam televisi adalah kereta milik dari Putranya. Sebelum mereka berangkat Valdes dengan vanandya sempat berpamitan karena mereka akan pergi keliling kota menggunakan kereta.
Ia pun mengizinkan Valdes pergi menggunakan kereta tapi ia tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini.
"Valdes...!" teriak Rebecca.
Seorang wanita itu tersenyum jahat, karena ini adalah kesempatan yang baik buat mereka untuk melakukan hal yang sudah di rencanakan mereka Langsung naik ke lantai atas lantai dimana seorang wanita tidur di lantai tersebut.
Mereka menuangkan sebuah minyak di tangga dengan sangat banyak mereka setelah mereka memberikan sebuah minyak mereka langsung pergi dari tempat itu.
Di sebuah kamar..
__ADS_1
Seorang wanita yang tengah hamil yang berkisaran umur lima bulan langsung terkejut saat melihat berita mengejutkan dari ponselnya.
"Tidak, tidak mungkin kalau Vanandya dan yang lain menabrak mobil itu." ucap hazel, ia pun turun keluar dengan terburu-buru dan ia bukannya menggunakan lift tapi ia turun menggunakan tangga yang salah.
Karena hazel turun dengan tidak hati-hati kakinya terpeleset tangga.
Ahhhhhh..
Teriak hazel dari tangga dengan tubuh yang terus terguling-guling sampai ke lantai dasar.
Rebecca yang baru saja syok karena mendengar berita dari Valdes langsung tersadar mendengar teriakkan dari hazel yang sangat jelas. Ia pun langsung menghampiri hazel karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
"Hazellllll.." teriak Rebecca melihat tubuh hazel yang berlumuran darah di kaki dan kepalanya.
Dengan sigap Rebecca langsung meminta tolong kepada seluruh bodyguard dan pelayan untuk membantu hazel ke rumah sakit. Karena, di mansion tidak ada siapapun hanya ada dirinya dan wanita yang tidak ingin Rebecca sebut.
Para bodyguard dengan sigap membantu hazel ke rumah sakit. Rebecca terus saja menelpon keluarganya. Namun, tidak ada yang menjawab telpon dari dirinya.
Karena suami dan kakak ipar'nya tidak menjawab telpon dari dirinya ia pun menelpon varisa untuk mengabari kalau saat ini hazel sedang kritis.
Berapa kali menunggu panggilan pun tersambung..
"Saya, ingin mengabari.." belum Rebecca menyelesaikan ucapannya sudah lebih dulu di potong oleh varisa dengan ketus.
"Kamu ingin mengabari kalau keluarga kamu terlah menghancurkan keponakan saia hah?" ucap varisa dengan ketus.
"Dengarkan saya dulu varisa.!" ucap Rebecca sedikit membentak varisa.
"Saya tidak ingin mendengar perkataan kamu Rebecca." kata varisa yang juga ikut membentak Rebecca.
Saat Rebecca akan mengatakan kalau hazel kritis telpon sudah di matikan oleh varisa. Membuat ia sangat kesal kepada tingkah laku varisa. Yang selalu keras kepala.
Ia tidak putus asa walaupun ia sudah di perlakukan seperti itu ia tetap menelpon varisa karena kaluarga'nya sangat sulit di hubungi apa lagi ia sendirian.
Mobil yang membawa mereka terus melaju cukup kencang sampai mereka harus terjebak kemacetan rebecca sudah sangat khawatir dengan keadaan hazel.
"Pak ada apa ini?" tanya Rebecca kepada pak supirnya.
"Saya tidak tau nyonya. Tapi sepertinya ada kecelakaan di depan sana." ucap pak supir dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Ya Tuhan selamatkan hazel dan bayinya." gumam Rebecca.
"Yang, sabar sayang mama akan berusaha agar kamu selamat." ucap Rebecca sambil membelai rambut hazel.
Ia kembali menelpon varisa kembali dan panggilan terhubung kembali. Di saat varisa akan mengatakan kalau tidak ingin di ganggu. Sudah lebih dulu di potong oleh Rebecca dengan nada suaranya yang sangat emosi, karena Rebecca sangat khawatir akan kondisi hazel.
"JANGAN DI MATIKAN SIALAN, APA KAU TIDAK TAU KALAU SAAT INI KONDISI HAZEL SANGAT KRITIS..!!" entah keberanian dari mana yang Rebecca dapat sampai ia berani membentak keras varisa.
Deg...
varisa sangat terkejut mendengar perkataan dari Rebecca bahkan dadanya berdebar sangat kencang sampai ia tidak bisa mengontrol denyut jantungnya.
"A-apa maksud kamu Rebecca?" ucap varisa dengan sangat lemah buliran air mata turun.
"Hazel varisa hazel saat ini hazel kondisinya sangat krisis dia baru saja jatuh dari tangga. hikssss.." ucap Rebecca dengan tangisnya.
"Kamu yang tenang, sekarang kamu ada di mana? saya akan menyusul kalian." ucap varisa.
"Kami sedang berada di jalan kami akan menunju ke rumah sakit V hospital. Tapi, jalanan sangat macet." ucap Rebecca.
"Kamu yang tenang. Dan sebaiknya kamu telpon Vernon bukannya Vernon adalah penguasa jalanan?" tanya varisa.
"Kamu benar aku akan segera telpon Vernon?" ucap rebecca yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
Setelah sambungan terputus dengan varisa Rebecca segera menelpon Vernon putra bungsunya. Ia menelpon dia dan memberi tau apa yang sebenarnya yang terjadi saat ini.
Vernon yang berada di kantor pengawas pun sangat terkejut mendengar perkataan dari mamanya. Segera saja ia menyuruh kepada anak buahnya mengawal mobil yang di Kendarai oleh mamanya.
Saat ini Rebecca sudah makan banyak waktu ia sangat gelisa karena darah terus saja keluar dari tubuh hazel. Ia sangat takut jika hal buruk akan terjadi.
Saat sedang merasa khawatir sebuah motor dan helikopter yang membawa spanduk keadaan sangat kritis. Dan berapa orang turun dari motor mereka meminta buat para pengemudi untuk meminggirkan mobilnya karena keadaan sangat Kristis.
Rebecca tersenyum lega melihat bantuan dari anak buah putra bungsunya yang sangat cekatan.
Lalu seorang pria berhelm mengetuk jendela mobil Rebecca. Rebecca pun langsung menurunkan kaca jendela mobil.
"Nyonya sebaiknya nyonya ikuti montor mereka kami yang akan berkerja buat para mobil untuk minggir." ucap seorang pemuda tampan yang setelah membuka helmnya.
"Terimakasih...?"
__ADS_1