
Sebuah kereta berhenti di stasiun karena kereta itu habis menabrak mobil yang tidak tau siapa di dalam mobil itu. Bahkan seorang wanita yang melihat langsung juga sangat terkejut sampai mobil itu meledak.
Vanandya nayesha lacerta . W. H. D
Valdes Hutabarat Marquez.
Keduanya benar-benar merasa syok sekaligus terkejut dengan apa yang mereka alami. Mereka tidak tau kalau kejadiannya akan seperti ini jika mereka tau pasti mereka tidak akan menggunakan kereta api.
Valdes, yang melihat istrinya ketakutan pun langsung memeluk tubuh istrinya ke dekapannya walaupun dirinya juga merasakan hal yang sama. Namun ia tidak pernah menunjukkan itu kepada Vanandya.
"Tidak apa-apa saya g itu bukan salah kita. mobil itulah yang menerobos tanpa mereka tau kalau ada kereta yang sedang berjalan." ucap Valdes menenangkan istrinya.
"Aku takut al, aku takut bagaimana kalau mereka akan menuntut balas kita?" tanya Vanandya.
"Hai.. mereka tidak akan melakukan apa-apa oke? aku jamin mereka tidak akan menyakiti kamu atau anak-anak, harus mereka yang salah karena mereka yang terlah melanggar peraturan jadi bukan kita yang salah." ucap Valdes yang menatap mata sang istri.
Valdes tau kalau istrinya sangat ketakutan akan hal itu bahkan kemungkinan besar istrinya bakalan trauma akan naik kereta.
Ia sudah menyuruh asisten pribadi untuk menyimpan kereta itu di tempanya karena mungkin Valdes tidak akan menggunakan kereta itu lagi.
"Daddy?" panggil twins kepada orangtuanya.
"Sayang apa kalian tidak apa-ap? apa kalian ada yang luka?" tanya Valdes kepada Twins.
"Tidak Daddy kami tidak apa-apa cuma kami takut jika kami tarik kereta lagi." ucap mereka.
Valdes sudah sangat menduga kalau semua ini bakalan terjadi maka dari itu Valdes menyuruh asisten pribadi untuk menyimpan kereta'nya karena anak-anak maupun sang istri tidak mau menggunakan lagi.
"Sebaiknya kita ke hotel dulu atau kita ke apartemen karena di daerah sini Daddy mempunyai sebuah apartemen untuk kita tinggal." ucap Valdes.
Vanandya dan twins menyetujui perkataan Valdes mereka pun langsung berangkat ke apartemen menggunakan mobil yang sudah di siapkan oleh anak buahnya.
***
VN hospital
__ADS_1
Semua keluarga sedang menunggu seorang dokter keluar dari dalam IGD. Saat mereka sedang menunggu mereka banyak mendengar desas-desus para suster yang bergosip tentang kecerdasan itu.
Varisa dan Rebecca yang memang sudah mengetahui hanya terdiam bahkan aura mereka sangat tegang membuat mereka merasa ada yang tidak beres dengan tingkah laku varisa dan Rebecca.
Belum sempat mereka bertanya sebuah pintu ruang perawatan di buka oleh seorang dokter.
"Keluarga Nyonya hazel.?" ucap sang dokter yang baru saja keluar.
"Kami dok." ujar mereka semua.
"Dok, gimana kondisi adik saya? apa dia baik-baik saja?" tanya vernando.
"Benar dok apa putriku selamat?" timpal varisa.
"Dok kami homo. selamatkan mantu saya dok."kata Rebecca.
Pertanyaan terus di lontarkan dari keluarganya sampai membuat sang dokter tidak ada celah untuk berbicara. Sampai seorang pria berkata kepada mereka.
"Kalian diam saja dulu biar dokter menjelaskan, jika kalian terus berbicara kapan dokter akan menjelaskan?" ucap Rudra.
"Begini nyonya, tuan karena benturan yang sangat keras di perut nyonya hazel kami membutuhkan izin kalian untuk pengangkatan janin nyonya hazel," jelas sang dokter.
Deg... Deg .. Deg..
Mereka sangat terkejut mendengar hal itu bagaimana bisa mereka melakukan hal itu tanpa persetujuan dari Grey's. Walau bagaimanapun juga Grey's adalah orang yang berhak mengambil keputusan semua ini. Jika mereka mempertahankan bayi itu maka nyawa hazel lah yang akan dalam bahaya.
Ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk mereka ambil karena tidak ada Grey's di samping mereka.
Rebecca dan yang lain memohon kepada dokter untuk memberi mereka waktu untuk menghubungi suami dari hazel. Karena dia yang akan mengambil keputusan.
Dokter itu pun menganggukkan kepala. Namun dia memberi waktu sepuluh menit karena tidak segera di ambil maka keselamatan hazel lah yang menjadi taruhannya.
Victor dan Faisal terus saja mengabari Grey's untuk memberitahu hal yang sangat penting ini. Namun ponsel Grey's tak kunjung di angkat.
Vernando merasa kesal karena tidak ada jawaban dari Grey's sampai dia marah kepada Victor dan yang lain.
__ADS_1
"Brengsek sebenarnya bajingan itu kemana sampai mengangkat telpon saja tidak bisa. awas saja jika sampai terjadi kepada adikku saya bakalan bunuh dia sampai dia tidak bisa menghirup udara kebebasan lagi." kata vernando yang sangat dingin dan datar.
"Vernando, tenanglah mereka sedang berusaha untuk mencari Grey's, jadi kamu jangan seperti ini," ucap Pitaloka yang menenangkan suaminya karena dia sangat marah kepada tindakan Grey's.
"Dia adikku adik yang baru saja aku temui dan sekarang dia di dalam sedang mempertaruhkan antara hidup dan matinya. Tapi suami tidak tau diri entah pergi kemana," ucap vernando dengan suara datar.
Sepuluh menit sudah berlalu, sang dokter datang menghampiri keluarga besar itu. Ia menanyakan bagaimana keputusan mereka apa yang akan mereka ambil.
Karena mereka sudah tidak ada waktu lagi untuk berpikir sedemikian rupa. Dan mereka juga harus segera menyelamatkan salah satu di antara merek sebelum mereka tidak bisa menyelamatkan ibu dan bayinya.
***
Grey's baru saja terbangun dari tidurnya karena mendengar ponselnya terus berdering membuat tidurnya terganggu. Tapi ia sangat terkejut melihat apa yang ia lakukan.
Dengan tidak menggunakan apa-apa, bahkan ada sebuah cairan yang membekas di tubuhnya. Karena merasa pusing ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dari noda menjijikan itu.
"Apa, yang sebenarnya terjadi? kenapa aku jadi seperti ini?" gumam Grey's saat berada di bawah guyuran shower.
Setelah, membersihkan badannya ia keluar dari dalam kamar mandi dan menuturi pakaian yang berserakan bahkan banyak pecahan kaca juga di mana-mana.
"Akkkhhh. Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya." teriak Grey's sangat frustasi karena tidak bisa mengingat apa yang terlah terjadi kepada dirinya.
Bahkan. ia juga menemukan darah di mana-mana, yang paling banyak adalah di kasur.
Karena tidak ingin memikirkan hal lain ia langsung bergegas berpakaian, setelah berpakaian ia menyambar kunci mobil dan ponselnya lalu ia keluar dari ruangan itu.
Saat ini ia sudah berada di dalam mobil lalu ia menjalankan mobilnya ke arah mansion. Namun saat sedang menyetir ia mendapatkan pesan,
Grey's membaca pesan yang teryata di kirim oleh mama'nya, dia mengatakan kalau hazel mengalami kecelakaan jatuh dari tangga dan sekarang mereka sedang berada di VN hospital.
Mendengar hal itu Grey's sangat terkejut, dengan cepat ia mengendarai mobil agar sampai di rumah sakit.
***
Setelah sang dokter membawa dokumen yang berisikan formulir persetujuan dari kedua belah pihak. "Bagaimana apa keputusan kalian?"
__ADS_1
"Segera kalian selamatkan hazel karena aku tidak ingin kehilangan...."