
"Eriska, sudah cukup kegilaan kamu selama ini, aku tidak akan pernah memaafkan kamu karena kamu keluargaku harus hancur!"
Mendengar perkataan varisa Eriska tertawan dengan sangat keras karena perkataan varisa itu sangat lucu jadi ia menanggapi dengan tawa yang menggema,
Tawa, Eriska membuat telinga mereka sakit karena tawa yang sangat jelek itu merusak gendang telinga mereka sehingga membuat mereka menutup dengan kedua tangan mereka.
"Bisa, tidak tawa kamu yang seperti Mak Lampir di hentikan?" ucap vanandya dengan sinis.
"Apa, kamu bilang?!" bentak Eriska kepada vanandya karena sudah menghina dirinya yang mengatakan kalau suara dirinya seperti Mak Lampir.
Eriska mendekat ke arah Vanandya lalu menampar pipi Vanandya. Namun sebelum tangan Eriska menyentuh pipi Vanandya, sebuah tangan mencengkram erat pergelangan tangan Eriska.
Vanandya, mencengkram dengan sangat kuat sampai Eriska merintih kesakitan karena cengkraman tangan Vanandya begitu kuat di pergelangan tangan dirinya.
"Berani sekali kamu melakukan ini kepadaku? Aku akan mengusir kamu dari mansion Marquez!" bentak Eriska sambil menarik tangannya agar tangannya terlepas dari cengkraman vanandya.
Namun, tak semudah itu Vanandya melepaskan cengkraman, ia lalu melintir tangan Eriska ke belakang,
Akhhhhhh...
Eriska berteriak kesakitan karena Vanandya melintir tangan dirinya.
"Jika, kamu macam-macam dengan keluarga, aku sendiri lah yang akan menghabisi kamu camkan Perkataan ku baik-baik, nyonya Eriska Adiwilaga!" bisik vanandya tepat di depan telinga Eriska, ia berkata dengan menekan setiap perkataannya.
"Hahah, Memangnya aku takut denganmu? Kau itu wanita kemarin sore jadi jangan sok mengancam ku? Oh ya, teryata kamu sudah tau kalau aku adalah nyonya Adiwilaga?" tanya Eriska.
"Haha, asalkan kamu tau gelar mu sebagai ratu Adiwilaga sudah kadaluwarsa, dan sebentar lagi akan di gantikan oleh pewaris sah dari tuan Cedric Gervais!" kata Vanandya.
"Kau..?"
Sebelum Eriska menyelesaikan Ucapannya, vanandya sudah lebih dulu mendorong Eriska dengan kasar sampai ia tersungkur ke depan.
Ahhhhh..
__ADS_1
"Dasar wanita sialan beraninya kamu kasar kepadaku? Akan aku singkirkan kamu?" bentak Eriska.
"Jika, sampai kamu melakukan itu maka aku sendiri yang membunuh kamu?" bentak Valdes, yang tidak terima jika istrinya di sakiti oleh wanita seperti Eriska.
"Hahah, suami membela sang istri saat di Katai kasar?" ucap Eriska dengan sinis.
"Memang jika didikannya salah maka anaknya juga akan ikut salah? Pantas saja kamu seperti ini teryata ini semua ajaran dari orangtua mu itu? Cih menjijikan sekali!" balas varisa dengan sinis.
"Apa, maksud kamu varisa? Apa, kamu mengenal Eriska?" tanya Rebecca yang sangat penasaran karena sepertinya varisa mengetahui banyak tentang wanita bernama Eriska itu.
"Ya, aku sangat mengenalnya bahkan dia lah yang merusak keluarga ku." ucap varisa.
"Lalu ada hubungan apa kamu dengan Eriska sampai kamu mengenalnya?" tanya Victor.
"Ibu dari wanita ini lah yang sudah menghancurkan keluargaku di saat keluarga ku sedang bahagia.
Pantas saja anaknya seperti itu ternyata semua itu ajaran dari ibunya yang sudah merebut suami orang. Rebecca berdecak sebel melihat wanita itu karena ia sangat muak dengan muka-muka orang yang sudah merusak rumah tangga Keluarga'nya.
Eriska, tidak terima kalau dirinya atau ibunya di Katai perusak rumah tangga, karana ia melakukan itu karena dasar cinta harta jadi tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya yang merusak rumah tangga mereka
Mendengar apa yang di katakan oleh Eriska membuat semua orang yang ada di situ tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu dengan apa yang sudah di katakan olehnya.
Mana, ada seorang wanita yang menikah dengan seorang pria yang sudah berkeluarga itu di sebut bukan perusak rumah tangga. Justru itu lebih dari itu.
Varisa berkata dengan senyum sinis'nya, "Sayang apa kamu tau sebutan untuk wanita seperti dia?" tanya varisa.
"Tentu saja aku tau bunda, wanita seperti itu adalah sampah masyarakat dan terlalu murah untuk pria-pria yang berkelas internasional," jawab vanandya.
"Sayang, kok kamu pinter banget dih?" ucap Valdes, yang mendengar jawaban dari vanandya yang sangat cerdas
"Siapa dulu dong?" ucap vanandya dengan bangga.
"Istrinya tuan Valdes gitu loh," ujar Valdes,
__ADS_1
Lagi-lagi Eriska di permalukan di depan keluarga sialan itu, tanpa mereka sadari Eriska mengepalkan tangannya dengan erat ia akan membalas perbuatan mereka dengan sangat keji. Ia akan membuat mereka menangis darah karena sudah mempermalukan dirinya.
"Lihat saja akan aku pastikan kalian akan menangis darah karena sudah mempermalukan diriku? Dan, akan aku buat kalian bersujud di bawah kakiku.!" ucap Eriska menggelegar di ruangan itu, sampai pelayan dan pengawal yang berjaga di situ terdiam.
Dengan rasa kemarahan Eriska pergi dari hadapan mereka semua.
Entah kenap perasaan para perempuan menjadi tidak tenang mereka seperti akan merasakan ada sesuatu yang besar akan terjadi.
Namun Victor dan Valdes menenangkan istri mereka, untuk tidak perlu khawatir dengan apa yang sudah di katakan wanita gila itu, yang terpenting sekarang mereka harus waspada kepada wanita itu.
Varisa mendekat ke arah mantu perempuannya ia mengusap perut Pitaloka ia sangat khawatir kalau mereka akan mencelakai Pitaloka, karena anak yang di kandung Pitaloka yang akan menentukan siapa yang pantas menduduki singgasana Adiwilaga.
Varisa lalu menatap ke arah vernando dan mengatakan untuk tidak perlu bertindak terlebih dahulu, karena jika mereka mengetahui kalau vernando adalah keturunan dari Cedric Gervais, maka mereka akan menghabisi vernando berserta keturunannya.
Siapa pun yang memiliki keturunan seorang laki-laki maka mereka yang akan. menjadikan penguasa dari keraton modern atau kerajaan Adiwilaga.
Vernando, berjanji kepada bunda varisa untuk tidak bertindak gegabah agar mereka tidak mengetahui kalau dirinya adalah keturunan dari Cedric Gervais.
Varisa, menyuruh putra dan putrinya mendekat ke arah mereka, ia pun langsung memeluk ke-dua nya dengan erat ia sangat menyayangi ke-duanya.
"Maafkan bunda karena bunda kalian harus terlibat dalam semua ini? Ayah kalian memang benar kalau bunda adalah penyebab dari semua'nya," ucap varisa di pelukan anak-anaknya.
"Apa maksud bunda? Kenapa bunda mengatakan itu hm? apa bunda sedang bertengkar dengan ayah?" tanya Vanandya.
Varisa melepaskan pelukannya dari sang anak ia menggelengkan kepala pelan, ia tersenyum ke arah Vanandya maupun vernando. Ia hanya mengatakan kalau semua ini memang kesalahan dirinya yang tidak pernah mengatakan dengan jujur kepada suaminya Hendrik.
Andaikan dulu ia mengatakan dengan jujur pasti Hendrik langsung menyingkirkan mereka semua dari permukaan bumi agar mereka tidak mengganggu keturunan mereka.
Tapi, nasi sudah menjadi bubur. sekuat apapun mereka melakukannya jika takdirnya seperti itu mereka harus terima semua'nya.
"Bunda kenapa tidak mengatakan semua itu kepada kami kalau bunda sedang bertengkar dengan ayah?" ucap vanandya.
"Benar, Bun kenapa tidak bilang sama kamu?" ucap Valdes ikut menimpali pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Bunda tidak bertengkar hanya saja, ayah kalian kecewa sama bunda karena bunda selalu menyembunyikan sesuatu dari ayah kalian," ucap varisa.
"Vanandya..."