CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 261


__ADS_3

Saat ini ke lima anak Marquez sedang menunggu dokter yang sedang menangani Victor yang mengalami luka yang sangat parah bahkan hanya berapa persen saja untuk Victor selamat dari kematian.


Kelima orang mendengar langkah kaki menunjuk ke arah mereka dan kelima seperti tidak asing mendengar suara langkah kaki tersebut, karena langkah kaki itu berbeda dari langkah'kaki yang lain.


Dan benar saja saat mereka melihat sebuah keluarga Marquez sedang berjalan menghampiri mereka dan menanyakan apa yang terjadi dan siapa orang yang mengalami kecelakaan tersebut.


Rebecca langsung menatap ke arah anak-anak dan menanyakan dengan sangat dingin ia bertanya dimana Victor karena ia tidak melihat Victor berada di tempat ini.


"Dimana papa kalian? Jawab dimana papa kalian?" ucap rebecca yang sedikit menaikan nada suaranya.


"Grey's, dimana papa kamu?"


Namun Grey's tidak menjawab pertanyaan dari ibunya karena ia seperti terkunci tidak bisa mengatakan kepada mama nya tentang keberadaan dari papanya.


Karena tidak mendapatkan jawaban dari putra pertama dia menatap ke arah putra ke dua.


"Valdes, dimana papa?"


Sama halnya dengan Grey's, Valdes pun sama dia terdiam karena ia masih sangat syok karena papanya mengorbankan nyawa demi menyelamatkan dirinya dari kecelakaan itu.


Lagi-lagi rebecca tidak mendapatkan respon dari putra keduanya lalu beralih menatap ke arah virendra, tapi lagi-lagi sama virendra tidak menjawab pertanyaan dari mama mereka.


Dengan kesal rebecca menatap ke arah Vernon dia berkata dengan sangat datar lalu ia menanyakan kepada Vernon tentang apa yang terjadi dan dimana Victor berada.


"Vernon, anak bungsu mama. Saat ini jawab mama dimana papa kamu? Jika kamu tidak memberi tau mama! mama akan menghukum kamu." ucap Rebecca.


"Saat ini papa sedang berada di ruang, dia sedang di tangani oleh dokter." ujar Vernon dengan lirih.


Deg.


Mendengar itu rebecca luluh sudah ia merasakan lepas karena mendengar berita tersebut, ia terduduk tak berdaya di lantai dengan tangis yang sudah tidak bisa di bendung lagi.

__ADS_1


Ke empat anaknya pun langsung berlutut agar sejajar dengan sang mama ke empatnya menenangkan hati mama'nya. Karena mereka sangat yakin kalau papa mereka masih bisa selamat.


Semua orang yang melihat itu pun. meneteskan air matanya. Belum lagi masalah vagas yang berada di tangan Eriska sudah ada masalah kembali yang menimpa mereka dengan kecelakaan Victor.


Saat vanandya akan mendekati mereka, sebuah pesan ke dalam ponsel ia pun. langsung mengurungkan niatnya untuk tidak mendekati mereka.


Ia pun sedikit menjauh dari keluarga Marquez. Dan ia membaca isi pesan tersebut. Dari seorang yang tidak ia kenal, Namun saat vanandya membaca surat tersebut dia pun sangat terkejut kalau pesan itu dari Eriska wanita yang sudah menculik putra dan ibunya.


"Jika kamu ingin putra dan bunda kamu selamat maka kamu datang ke gedung kosong dan bawa sertifikat keraton Adiwilaga. Karena saya tau kalau sertifikat tersebut ada pada kamu, karena kamu adalah orang yang memiliki gelar yang sangat tinggi di dalam kraton." pesan Eriska.


"Dan ya jika sampai keluarga atau suami kamu mengetahuinya maka aku tidak akan segan-segan membunuh kedua kesayangan kamu dengan sangat kejam." pesan berikutnya.


"Saya beri Waktu dua kali dua puluh empat jam jika kamu tidak memberikan maka kamu harus mengucapkan selamat tinggal kepada kedua kesayangan kamu."


"Satu lagi kamu juga harus mendapatkan tandatangan Kimberly agar kekayaan Marquez jatuh ke tangan saya, jika tidak menuruti kemauan ku jangan harap kamu bisa melihat wajah putra dan bunda kamu."


Vanandya terkejut membaca surat tersebut, sampai ia tersadar Dali lamunannya saat suaminya memegang pundaknya, ia pun langsung buru-buru mematikan ponselnya. Karena ia tidak ingin suami'nya mengetahuinya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Valdes.


"Tidak apa-apa, aku hanya sedih saja melihat mama seperti itu, saat papa berada di UGD sedang mempertahankan nyawanya, dan aku tidak tau seperti apa nasib vagas dan bunda." ucap vanandya.


Valdes pun langsung memeluk tubuh vanandya dengan sangat erat ia tau saat ini vanandya juga merasa yang sangat berat. Ia pun mengatakan kepada Vanandya kalau dia akan berusaha menyelamatkan vagas dan ibu mertua.


Ia juga sudah mengabari ayah mertua kalau saat ini ibu mertua dan vagas di culik oleh Eriska karena keluarga lacerta juga harus mengetahui tentang semua ini.


Mereka juga sedang dilema antara mencari vagas atau menunggu Victor yang belum mendapatkan kesadarannya. Namun yang terpenting sekarang meraka melakukan perawatan terhadap Victor.


Namun anak buah mereka sudah mencari keberadaan vagas dan varisa, karena keluarga Marquez sudah menyebar seluruh anak buah ke berbagai tempat mulai tempat terkecil sampai tempat besar. Bahkan tidak lupa untuk mencari di tempat yang sulit di jangkau.


"Bagaimana sal? Apa kamu sudah ada kabar tentang keberadaan mereka?" tanya vinton.

__ADS_1


"Faisal, belum mendapatkan kabar dari anak buah Faisal yah, tapi Faisal akan tetap mencari keberadaan mereka." ujar Faisal.


"Sebisa mungkin kamu harus menemukan mereka, karena saya tidak ingin kejadian Valdes harus di alami oleh cicitku." ujar vinton.


"Faisal berjanji tidak akan pernah vagas mengalami seperti Valdes. Dan Faisal sangat yakin vagas maupun varisa akan selamat." ucap Faisal dengan tekat.


Saat sedang berbicara seorang dokter keluar dari ruangan dan menanyakan tentang keberadaan keluarga Marquez.


"Keluarga Marquez!"


"Bagaimana kondisi papa kami dok?"


"Bagaimana keadaan suami saya apa dia baik-baik saja?"


"Putra saya tidak aka. kenapa-kenapa kan dok?"


Pertanyaan terus di lontarkan oleh keluarga Marquez kepada sang dokter. Sampai membuat dokter itu bingung mau menjawab yang mana dulu, karena mereka keluarga besar. Ia menjawab ketiga pertanyaan mereka dalam satu jawaban.


Saat ini kondisi Victor masih sangat kristis karena luka dan benturan yang sangat kuat membuat Victor mengalami koma, bahkan dia tidak tau sampai kapan victor akan sadar,


Mendengar semua itu keluarga Marquez terdiam, sampai seorang Valdes berkata dengan sangat dingin dan membentak dokter untuk melakukan cara agar papa'nya bisa sadar,


Mendengar Valdes membentak dokter rebecca langsung menenangkan putranya untuk tidak berlaku kasar kepada dokter.


Namun ada sedikit pertanyaan di hati mereka, tentang perubahan Valdes kepada Victor, karena selama ini Valdes tidak pernah peduli terhadap Victor bahkan memanggil Victor saja dengan sebutan tuan. Tapi saat ini dia memanggil dengan sebutan 'Papa' sampai membuat tanda tanya buat anggota keluarga Marquez.


"Saya, berjanji tuan, nyonya saya akan berusaha semaksimal mungkin agar tuan Victor bisa sadar." ujar dokter.


"Kalau begitu saya pamit undur diri tuan, nyonya." sambung dokter.


Tuk.. Tukk... Tuk.

__ADS_1


Suara sepatu pantofel bersentuhan sedang lantai sampai menimbulkan, orang pemilik dari sepatu itu adalah...


__ADS_2