CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 91


__ADS_3

Semua orang sedang menanti lanjutan dari ucapan Vanandya karena sangat penasaran apa yang akan di katakan oleh Vanandya, karena tak sabar Rebecca sedikit menaikan nada suaranya.


"Van, kenapa berhenti! Apa kau ingin membuat kita mati penasaran?"


"Sabar napa ma.. Aku juga akan melanjutkan tapi di potong oleh mama"Vanandya kesal sama mama mertuanya.


"Adalah adik tiri dari Oma Eleanor Roosevelt."Sambungnya.


"Apa?!"Mereka kali ini sangat terkejut dengan perkataan yang di lontarkan oleh Vanandya, Oma Eleanor dan opa rudra yang mengetahui segalanya juga ikut terkejut karena mereka belum mengetahui kalau mereka adalah saudara tiri.


Oma Eleanor menatap ke arah cucunya, apa maksud perkataan dari cucunya yang mengatakan kalau mereka adalah adik kakak. Karena ayah Miharjo tak pernah memberi tau kepada dirinya,


Vanandya menghela nafas panjang lalu menghembuskan, ia pun menceritakan apa yang di jelaskan oleh buku silsilah keluarga, dan kejadian ketiga keluarga besar.


Lalu Vanandya menatap Oma yang sudah berlinang air mata, ia merasa sedih karena ia tak pernah mengetahui sejak awal, andaikan ia mengetahui pasti ia bakalan menolong adiknya.


"Oma pasti tau kan lambang huruf. W. H. D?"


Oma hanya mengangguk kepala dengan lemah karena di setiap keluarganya memiliki nama belakang itu. Miharjo pernah berkata kalau lambang huruf itu adalah ciri khas dari keluarganya.


"Lambang itu adalah Wangsami Harjo Damitri, atau Daniah, bisa juga nama nenek buyut Denisha"Ucap Vanandya lagi-lagi membuat keluarga sangat terkejut, ayah hendrik yang sebagai cucunya saja tak mengetahui akan lambang nama itu.


Eleanor bertanya kepada Vanandya dari mana ia mendapatkan semua informasi itu, karena sendirinya saja sangat sulit mencari tau tentang siapa wanita yang sudah menghancurkan persahabatan mereka.


Vanandya menyodorkan buku silsilah yang sangat tebal lalu memberikan kepada Oma Eleanor untuk di baca, di situ sangat lengkap tentang keluarga Wangsami Harjo, Marquez, dan Tholense. Tiga keluarga yang sangat kuat pada masanya, bahkan tidak ada yang menandingi kekuatan mereka.


Vinton yang memang ikut membaca juga terkejut kalau selama ini ayahnya yang selalu menyakiti ibunya sampai ia umur lima tahun ibunya meninggal.


Namun mereka hanya bisa pasrah menerima takdir yang sudah di tentukan oleh sang pencipta, dan orang yang mereka ingin marahi sudah tiada jadi gak ada gunanya untuk marah, mereka hanya akan fokus ke masa depan.


Rudra menatap ke arah Tanu yang sedang menundukkan kepala, dia merasa malu kepada keluarga lacerta dan Marquez.

__ADS_1


"Tanu, sekarang udah saatnya kamu mengambil alih kekayaan keluargamu yang sudah menjadi hak kamu."


"Apa maksud kakek?"Tanu yang tidak mengerti akan Rudra katakan hanya menatap dengan bingung.


"Sebaiknya masalah ini di lanjutkan besok sekalian kita berangkat ke kediaman Tholense."Ujar Rudra lalu menggandeng tangan istrinya pergi meninggalkan ruang keluarga.


Dengan terpaksa mereka masuk kedalam kamar masing-masing untung mengistirahatkan tubuh yang lelah.


****


Pagi pun menerpa.


Mansion yang di tempati oleh Marquez dan lacerta sudah terjadi keributan karena teriakan seorang anak kecil dengan sangat ketakutan. Bahkan dia terus berteriak histeris.


Seluruh keluarga yang memang sudah bangun pun langsung menghampiri sumber suara yang membuat seluruh mansion gaduh.


Vanandya dan Tanu yang sedang memasak pun berlari ke arah suara itu, karena mereka sangat tau kalau suara itu adalah milik Thommy.


PLAKK! Satu tamparan mendarat di pipi virendra yang di dapatkan oleh vanandya. Dan itu membuat keluarga terkejut dengan tindakan Vanandya, Rebecca pun yang tidak terima maju mendekati mereka.


"VANANDYA APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!"Bentak Rebecca.


"CUKUP NYONYA KAU JANGAN MEMBENTAK ISTRIKU! YANG HARUSNYA KAU BENTAK DAN KAU MARAHI ADALAH PRIA BIADAB ITU!"Valdes sangat tidak terima jika istrinya di bentak begitu saja oleh orang lain.


Vanandya mengode kepada Valdes untuk diam dan tenang lalu ia menatap ke arah Tanu untuk membawa putranya pergi, karena ia tau Thommy sedang masa pemulihan jadi ia harus menjaganya agar dia tidak kembali ke nol lagi.


Setelah melihat Tanu pergi dengan membawa Thommy ia menatap ke ibu mertuanya."Sebaiknya mamah bilangin ke anak mamah untuk tidak mendekati Thommy ataupun menyentuh Tanu."Ucap dingin Vanandya.


"Benar apa kata cucuku, karena jika Virendra mendekati Tanu maupun Thommy aku tidak akan segan-segan menghancurkan hidupnya sama seperti dia menghancurkan hidup Thommy."Timpal nyonya Eleanor yang sangat tidak menyukai virendra.


Rebecca dan suami menatap ke arah Eleanor mereka ingin mengetahui kenapa virendra di larang untuk mendekati Thommy dan juga Tanu.

__ADS_1


Namun Eleanor hanya menjawab dengan dingin karena dia tidak berhak untuk mengungkapkan karena hanya Tanu yang mampu menjawab pertanyaan mereka.


Setelah mengatakan itu Eleanor dan sang suami pergi lalu di susul oleh Sonya, Mavin, varisa dan Hendrik. Mereka akan bersiap untuk menghadiri acara yang akan di adakan hari ini.


Vanandya dan Valdes pun juga pergi dari hadapan Rebecca dan yang lain, kedua pasangan itu hanya menatap sinis ke arah virendra.


Sesuai perkataan Rudra bahwa saat ini mereka sedang menunggu kedatangan seseorang dan mereka juga sudah siap untuk berangkat.


Tak menunggu berapa lama seorang datang dengan wibawa seseorang yang bernama abdy. Asisten pribadi tuan Liam, dia adalah seorang kepercayaan dari Liam sendiri.


"Selamat pagi tuan Rudra."


"Selamat pagi juga Abdy"


Rudra pun memperkenalkan keluarganya dan keluarga Marquez kepada Abdy asisten pribadi Liam. Ia juga menceritakan kalau istrinya adalah kakak tiri dari tuan Lian.


Abdy tentu merasa syok karena dirinya tak mengetahui kalau tuan besar Lian memiliki saudara lain selain tuan mahayuda. Yang sangat licik itu, karena dia ingin merebut kekuasaan yang sudah di miliki oleh oleh tuannya sendiri, ia lalu menatap curiga ke arah nyonya Eleanor.


Rudra yang melihat tatapan dari Abdy pun berkata dengan dingin kalau istrinya tak terlihat masalah ini, justru istrinya ingin menolong keluarga Lian dari kelicikan mereka.


Rudra bertanya apakah dia sudah mengetahui tentang penobatan Putri mahkota bisnis yang akan di selenggarakan hari ini.


Abdy hanya menatap lesu, karena sebenarnya ia tak menujui kalau putri mahkota akan di berikan ke nona muda Cahyani. Jika saja ia menemukan nona muda Calisa pasti semua itu tidak jatuh ke tangan mereka.


"Apa kau merasa sedih karena kau tak bisa menemukan keberadaan nona muda?"


Abdy menghembuskan nafas kasar'nya, jujur dari perebutan kekuasaan ia tak pernah melihat lagi nona muda anak dari tuannya.


"Benar tuan aku sudah mencari dari dulu sampai sekarang tapi tak mendapatkan informasi keberadaan nona muda."Karena sebelum tuan Liam mengalami kecelakaan dia menitipkan anaknya untuk di jaga dari keluarga Cahyani. Namun dia tak menepati janjinya untuk menjaga dengan baik.


"Kau jangan khawatir karena nona mu ada di sini.."

__ADS_1


__ADS_2