CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 172


__ADS_3

Laksh, yang baru saja selesai menerima panggilan telepon. Namun, saat dia akan ke kamarnya dia melihat sosok tantenya sedang berbicara kepada seseorang. Yang, tidak tidak di kenalinya.


Karena, penasaran, dia mendekati tantenya. Lalu, dia berbicara kepadanya. "Sedang, apa Tante disini?" tanya Laksh dengan datar. Namun, tatapan matanya mengintimidasi Tantenya. Karena, dia masih curiga kepada Tante Yulia.


Yulia, sangat terkejut melihat Laksh ada di hadapannya. Dia, pun mencari cara untuk memberikan alasan yang tepat. "Hm. tante habis mengambil air." ucap yulia, dengan terbata-bata.


"Lalu, siapa wanita itu?" ucap Laksh.


Yulia, kembali bungkam karena Laksh terlalu banyak bicara, dan terlalu mencurigai dirinya. Dia, pun harus kembali memberikan alasan lagi agar Laksh percaya kepada dirinya.


Saat, Yulia akan berbicara, seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Victor, memanggil Laksh. Karena, dia ada urusan penting yang harus Victor sampaikan kepada Laksh.


Laksh, pun langsung pergi menemui papa Victor. Dengan meninggalkan Yulia, seorang diri. Namun, bukan berarti dia melupakan apa yang ada.


Yulia, bernafas lega. Karena, dia masih bisa selamat dari kecurigaan keponakannya. Yulia, pun segera pergi meninggalkan dapur. Dia, berlalu pergi ke dalam kamar.


***


"Kenapa, papa memanggil Laksh kemari?" tanya Laksh kepada papa Victor, yang tidak biasa'nya papa Victor memanggil dirinya dengan serius,


"Papa, cuma ingin mengatakan, kalau kecelakaan mama itu di sengaja. Karena, papa menemukan noda minyak di lantai. Walaupun, noda itu sudah hilang. Tapi, papa yakin kalau, itu adalah minyak." ucap Victor. Menunjukkan bukti, yang sempat dia foto.


Laksh, mengepalkan tangannya. Dia, sudah menduga kalau semua ini adalah sudah di rencanakan. Karena, yang dia tau kalau lantai tangga sudah sangat aman.


Dia, berdiri ingin menghukum para asisten rumah tangga yang sudah lalai menjaga mansion'nya. Dan, dia juga akan melakukan apapun untuk mengungkap orang yang terlah berbuat jahat kepada keluarga Marquez.

__ADS_1


Namun, semua di halangi oleh Victor, victor mengatakan untuk tidak perlu gegabah. Apa, lagi mereka belum mempunyai bukti kuat dan belum mengetahui juga siapa orang yang sudah melakukan itu kepada agni. Dan, alasan apa yang sampai-sampai tega berbuat seperti itu di belakang mereka.


Laksh, kembali duduk. Benar apa kata papa Victor mereka harus mencari bukti kuat terlebih dahulu. Dan, mereka juga harus membuat strategi agar orang itu mengungkapkan siapa mereka sebenarnya.


"Lalu, kita harus apa sekarang pa?" tanya Laksh.


"Kita, harus membuat rencana, agar mereka yang mengungkapkan dirinya sendiri. Dan, kita tidak perlu mengotori tangan kita." ucap Victor.


"Tapi, pa.. Aku, curiga dengan Tante Yulia. Aku, yakin kalau dia adalah dalang di balik ini semua. Apa, lagi dia orang yang terakhir bertemu dengan nenek, sebelum nenek kecelakaan." ucap Laksh. Yang, sangat yakin kalau semua ini adalah ulah dari Yulia.


"Papa, juga sempat berpikir seperti itu. Tapi, kita tidak mempunyai bukti yang sangat kuat. Jadi, papa diam saja." ucap papa Victor dengan berat. Karena, selama ini dia diam-diam mencari informasi dan data-data tentang Yulia. Karena, dia masih belum percaya kalau yulia adalah wanita yang sangat baik-baik, seperti apa yang dulu di katakan oleh kakak iparnya.


"Jadi, penyelidikan kita di mulai dari Yulia.?" tanya laksh.


"Benar. Papa, akan memulai penyelidikan dari Yulia. Agar Kita tau siapa dalang yang terlah berbuat seperti ini kepada keluarga Marquez. Maka, orang itu akan mati dengan tragis." ucap Victor berapi-api. Dia, tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah mengusiknya hidup dengan tenang.


"Gawat, jika sampai itu terjadi maka, mereka akan dalam bahaya. Dan, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitinya." gumam seorang wanita dengan lirih. Dia, pun langsung pergi dari tempat itu. Namun, saat dia akan pergi tanpa sengaja dia menabrak guci, sampai guci itu pecah.


Karena, suara pecahan guci yang begitu nyaring membuat semua keluarga datang ke arah guci itu pecah. Dan, begitupun dengan Victor dan Laksh, dia langsung keluar dari ruang kerja Victor. Melihat apa yang terjadi.


"Amira?" ucap kedua pria yang baru saja keluar dari ruang kerja.


Rebecca, dan yang lain juga ikut terkejut melihat Amira ada di hadapannya sekarang. Lantas Rebecca langsung memeluk tubuh Amira dengan sangat kuat.


"Sayang, mama merindukan kamu? Kamu, selama ini kemana saja. Sampai tidak memberikan kabar sama mama?" ucap Rebecca dengan mata yang sudah mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Benar, sayang. Kamu, kemana saja, papa sudah mencari kamu di setiap daerah setiap kota, bahkan papa mencari kamu sampai luar negri, tapi papa tidak menemukan keberadaan kamu." ucap Victor.


"Sebaiknya, kalian jangan banyak tanya dulu, sepertinya Amira sedang ketakutan." ujar vinton. Yang melihat gelagat aneh cucunya, yang seperti ketakutan.


Lantas, Rebecca langsung menyelusuri setia wajah putrinya. Dan, benar putrinya seperti ketakutan seperti itu. Dia, pun menuntun Amira untuk duduk di sofa. Dan Rebecca memerintahkan pelayan untuk segera menyiapkan teh hangat untuk putrinya. Dan, tidak lupa juga Rebecca menyuruh para pelayan untuk membersihkan pecahan guci.


Amira, yang sejak tadi diam saja. Tidak, berani berbicara kepada siapapun, bahkan dia takut menatap ke arah orang-orang di sekitarnya, membuat Rebecca dan sang suami merasakan cemas.


"Sayang, You are okay, ?" ucap Rebecca.


"Jangan, jangan sakiti aku. aku, mohon." teriak Amira, yang membuat keluarga merasa khawatir kepada Amira.


"Mir, Hay. Kau baik-baik saja kan? Kau jangan ngeprank kami seperti ini mir." ucap Laksh, sambil menepuk-nepuk pipi adiknya.


"Sayang, jangan buat mama takut, jawab kami nak. Kenapa kamu jadi seperti ini?" ucap Rebecca, yang sudah menangis histeris.


Victor, menenangkan istrinya, kalau putrinya tidak akan kenapa-kenapa. Putrinya, hanya merasa trauma saja. Karena, ada sesuatu yang menimpa Amira, sampai-sampai membuat Amira seperti itu.


Pelayan, itu datang membawakan teh hangat untuk Amira. pelayan pun memberikan teh hangat kepada Rebecca, setalah memberikan, pelayan itu pergi dari ruang keluarga..Karena ini masalah keluarga yang harus tidak di ketahui. Jika, sampai mengetahui maka kematian akan datang menghampiri orang-orang yang sudah mengetahui keluarga besar itu.


Rebecca, memberikan minum kepada Amira, Amira pun dengan perlahan meminum teh hangat buatan pelayan tadi. Dan, setelah meminum Amira merasakan tenang. Amira lalu menatap Keluarga'nya satu persatu.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan? Kamu tidak kenapa-kenapa kan? Mama, takut kamu kenapa-kenapa.?" ucap Rebecca bertubi-tubi.


"Ma..Hikss.. Hikss.. Hikss.. Mereka, jahat ma, mereka mengurungku karena kesalahan yang Amira tidak tau. Hikss." ucap Amira, dengan sesenggukan. Karena, mengingat perlakuan mereka terhadap dirinya.

__ADS_1


"Siapa, dia? Siapa, orang yang sudah membuat putri mama jadi seperti ini?" ucap Victor.


"Dia, adalah....?"


__ADS_2