CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 156


__ADS_3

Feria, langsung di larikan ke rumah sakit karena terlah melukai dirinya sendiri. Dan, karena tindakan bodoh Feria dia hampir saja kehilangan nyawanya, mereka tidak berpikir kalau Feria akan melakukan hal seperti ini.


Agni, terus saja memarahi Faisal karena ulah dia cucu perempuannya harus terbujur di ranjang rumah sakit, jika saja dia tidak memikirkan. Kimberly, pasti Cucunya tidak akan jadi seperti ini,


Vinton dan Rebecca hanya bisa menenangkan Agni, untuk tidak memarahi Faisal. Karena, saat ini mereka sedang berada di rumah sakit. Tidak, baik berteriak di rumah sakit.


Faisal, yang males mendengar pun langsung pergi keluar dari rumah sakit, dia ingin mendatangi mansion keluarga lacerta. Dirinya, ingin meminta maaf karena tidak hadir di pemakaman istrinya. Karena, saat itu dia di kunci'in di kamar oleh anak buah Agni.


Dia, tidak menggubris teriakan Agni yang meminta dirinya untuk tidak pergi dari tempat itu. Namun, dia akan tetap pergi karena mulai saat ini dirinya tidak akan menuruti lagi perkataan dari agni, ibu yang sudah berubah menjadi kejam.


Dengan, mengendarai mobil yang sangat kencang. Faisal terlah sampai di kediaman lacerta. Dan, berpapasan dengan mobil seorang yang juga baru datang ke tempat lacerta.


"Mobil, siapa itu? Kenapa, aku baru melihatnya?" gumam faisal yang bertanya-tanya tentang mobil yang barusan masuk ke halaman mansion lacerta.


Karena, tidak ingin penasaran faisal turun dari mobil. Lalu, dia menghampiri orang yang sedang mencari seseorang. Saat, sudah berada di hadapannya Faisal bertanya kepada orang yang sedang berada di depan mansion.


"Siapa, anda? Dan, ada kepentingan apa anda kemari?" tanya faisal, dengan datar, tanpa ekspresi wajah sedikitpun.


"Saya Kavita dan ini kedua anak saya. Vernando dan tania. Kedatangan, kami, kesini sedang mencari nyonya varisa tuan." ucap Kavita dengan sopan.


"Ada, apa kalian mencari varisa?" ucap Faisal kepada ketiga orang yang ada di hadapannya.


"Kami, mencari nyonya varisa. Karena, kami ada urusan kerjaan." ucap Kavita.


Faisal, mencurigai, orang yang berada di hadapannya, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat wanita yang bernama Kavita. Dia, pesta manapun bahkan saat acara varisa dia tak pernah melihatnya.


Kavita, menjelaskan kalau ia dan anaknya selama ini tinggal di luar negeri untuk mengurus perusahaan di sana. Lalu, dia menunjukkan foto dirinya dengan sahabatnya yang mirip dengan varisa. Karena, dia mengetahui kalau pria di hadapannya itu tidak mempercayai dirinya.

__ADS_1


Melihat, foto itu faisal mempercayai akan perkataan Kavita. Lalu, Faisal mengetuk pintu mansion lacerta. Yang, tak kunjung di buka, sampai tak lama kemudian pintu di buka oleh seorang wanita paruh baya. Namun, yang buka bukan keluarga lacerta melainkan kepala pelayan.


"Tuan, Faisal..?" ucap kepala pelayan.


"Apa, tuan Rudra dan yang lain ada?" tanya Faisal.


Pelayan, itu, sedikit sinis menatap ke arah Faisal, jika saja dia datang ke pemakaman dan memberikan verifikasi kepada dunia kalau Kimberly tidak bersalah sedikitpun.


"Buat, apa tuan kemari? Sudah, puas kah membuat keluarga lacerta hancur. Andaikan tuan datang dan mengatakan kebenaran pasti Keluarga lacerta tak akan pergi." ucap kepala pelayan.


"Permisi, memang apa yang terjadi kepada keluarga lacerta dan kemana keluarga lacerta pergi?" tanya Kavita dengan penuh kesopanan.


Kepala, pelayan. Tidak bisa mengasih tau kemana keluarga lacerta pergi, karena dia sudah bersumpah untuk tidak mengatakan hal apapun kepada siapapun. Karena, ini demi kelangsungan hidup anak-anak. Dia, tidak ingin kalau anak-anak harus menanggung semuanya.


"Maaf, untuk masalah ini saya tidak bisa memberi tau kepada siapapun, karena ini atas permintaan dari tuan Rudra sendiri. Dan, kalian harus pergi karena mansion ini harus saya kosongkan sebelum di jual."


Mendengar, hal itu Faisal dan keluarga kavita Adhikara, sangat terkejut. Faisal, tidak menyangka ternyata Rudra akan menjual mansion yang penuh kenangan ini.


"Karena, perusahaan lacerta dan perusahaan VND GROUP sudah bangkrut." ucap kepala, pelayan. Lalu, dia permisi untuk masuk kedalam mansion karena, dia akan segera membereskan baju-bajunya,


Faisal, sangat lesu. Jika, sudah begini dia bakalan sulit untuk meminta maaf kepada keluarga lacerta. Bahkan dia tidak bisa lagi menemukan keberadaan keluarga lacerta, karena dari yang dia tau keluarga lacerta sangat ahli menghilangkan jejaknya sampai tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.


"Bu, kita sudah kehilangan keberadaan Tante varisa. Padahal itu adalah jalan satu-satunya kita untuk mencari keberadaan makam keluarga tante varisa." ucap vernando kepada ibu kavita. Hal itu masih bisa di dengar oleh faisal. Lalu, dia berbalik arah menatap ke arah vernando.


"Apa, maksud kalian? Dan, untuk apa kalian mencari makam keluarga varisa.?" tanya Faisal, dengan tatapan penuh curiga.


"Kami, tidak punya maksud tuan. Kalau, gitu kami permisi dulu." ucap Kavita, yang menyuruh vernando dan putrinya masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Siapa, sebenarnya mereka? Kenapa, mereka menanyakan tentang keluarga varisa." gumam Faisal. Sambil melihat kepergian mobil yang di tumpangi oleh Kavita dan keluarga.


Faisal, lalu masuk kedalam mobil dan dia menjalankan mobilnya pergi dari halaman mansion lacerta.


...----------------...


"Akkkkkhhh...!! Brengsek.!! Kemana, lagi aku harus mencari keberadaan Tante varisa,?" teriak vernando, frustasi dengan memukul stir mobil.


"Tenanglah Ver, kamu harus tenang. Jika, kamu seperti ini maka kamu tidak akan mendapatkan jalan keluarnya untuk menemukan makam keluarga kamu." ucap Kavita menenangkan putranya itu.


"Puluhan, tahun aku mencari Bu. Dan, saat aku mendapatkan petunjuk, petunjuk itu pergi menjauh." ucap vernando.


Vernando, menelpon asisten Dika, untuk mencari keberadaan keluarga lacerta. Dan, dia menyuruh juga untuk mencari informasi mengenai data-data tentang perusahaan besar itu. Yang, tiba-tiba bangkrut.


Sementara, vernando sudah mulai mencari keberadaan keluarga lacerta melalui asisten pribadi. Begitu juga sebaliknya Faisal dan Victor sedang berusaha mencari keberadaan keluarga lacerta dengan menyebarkan seluruh anak buah, agar menemukan keberadaan mereka.


"Victor, apa kamu sudah berhasil menghubungi nomer anak-anak kamu?" tanya Faisal.


"Sepertinya nomer telpon mereka sudah tidak di aktifkan lagi. Karena, mereka pasti kalau kita bakalan nelpon mereka." ucap Victor.


"Kemana, lagi kita harus mencari? Aku sudah kehilangan istri dan anakku, aku tidak ingin kehilangan keluarga istriku?" gumam Faisal. Dia, sangat kesal karena pertahanan keluarga lacerta sangat sulit di tembus, untuk mencari keberadaannya saja dia tidak bisa.


"Faisal, putri ingin bertemu dengan kamu?" ucap agni yang tiba-tiba muncul.


"Aku, tidak bisa menemuinya. Sebaiknya kau saja yang menemui cucu perempuan kamu. Karena, aku tidak punya anak perempuan. Apa, lagi harus di besarkan oleh wanita jal*Ng seperti dia." ucap Faisal.


PLAKKk...!!! Tamparan, keras mendarat di pipi Faisal. Agni, merasa marah karena ucapan Faisal yang tidak punya hati.

__ADS_1


"Faisal, sejak kapan kamu jadi kasar begini hah? Dia, itu anak kamu Sal. Anak kamu..!! Harusnya kamu berterima kasih kepada Yulia yang sudah merawat anak kamu." bentak Agni kepada Faisal.


"Aku, tidak perduli..."


__ADS_2