CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 12


__ADS_3

"Sadis juga ya kamu. Aku rasa nanti pria yang ingin mendekati kamu akan takut."Ujar Vanandya.


Vanandya. Yang sedang menikmati saluran televisi merasa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh adik iparnya itu yang terkesan bar-bar melebihi banteng.


Lalu ia pun meminta kepada Amora agar setempat mungkin mengganti tv'yang sudah hancur di tangan adik iparnya itu.


"Anda tak perlu khawatir nyonya. Karena saya yang akan menggantikan tv yang hancur itu."Ujar seseorang yang baru saja datang. Dia adalah agra byantara, yang ingin menjadi kekasih Amora.


Kelima wanita yang saling tatap dengan sengit pun. Mengalihkan pandangannya ke arah suara yang berasal.


"Agra."Panggil Amora kepada seorang yang bernama agra byantara. Lalu Amora pun langsung menghambur ke pelukan pria itu.


Dengan senang hati agra membalas pelukan itu. Setelah puas berpelukan agra memberikan hadiah kepada Amora.


Amora lalu membuka hadiah yang di berikan oleh agra. Dan ia sangat terkejut hadiah yang di berikan oleh agra adalah kalu berlian yang sangat langka itu, lalu ia pun menatap Agra meminta jawaban.


"Itu adalah kalung berlian yang sangat langka. Dan desainnya sangat sulit di buat oleh sembarang orang."Ujar agra.


Tanu dan vanandya membulatkan matanya saat melihat kalung berlian asli. Bahkan sudah ada sertifikatnya bahwa kalung itu asli. Bahkan ada tanda tangan dari pemilik perusahaan ND Campanny.


Amora. Yang sangat bahagia karena Agra memberikan kalung berlian yang sangat asli, kepada dirinya. Lantas ia pun memosting kalung itu bersama sertifikatnya. Baru saja sedetik sudah banyak yang berkomentar.


agra berkata apakah Amora suka dengan berlian yang ia berikan. Karena ia ga tau apa yang di sukai oleh wanita itu.


Mereka cengo dengan perkataan agra. Tentu saja Amora suka, apa lagi kalung berlian yang sangat langka itu.


"Mau berkencan denganku?"


Amora menganggukkan kepalanya. Ia pun bergegas ganti baju, lalu turun ke bawah dengan stelan seksi yang membuat jiwa para pria memberontak.


"Ck kau ini mau kencan apa mau Parti ranjang?"Ucap pedes seorang Vanandya kepada Amora yang sedang menuruni anak tangga.


"Eh lo*te. kamu ini sirik banget ya? Rasanya pengen menghabisi kamu."


Lalu ia berjalan mendekati Agra. Bahwa ia sudah siap untuk pergi berkencan.


***


di perusahaan Marquez group. Seorang pria sedang berkutat dengan dokumen di meja kerjanya.


"Cak. Gimana kondisi rumah?"


"Sangat sepi tidak ada keributan seperti biasa. Tapi baru saja nona muda Amora pergi bersama dengan seorang pria."

__ADS_1


"Siapa dia?"


"Dia adalah agra byantara. Dia adalah pengusaha muda yang di bidang penerbangan. tuan agra juga orang yang memberikan kalung berlian."


Virendra. Terdiam memikirkan sesuatu, ia tidak muda percaya begitu saja pada sosok pria itu yang ingin mendekati adiknya. Lalu ia meminta kepada Cakra buat menyelidiki siapa Agra.


Cakra pun mengangguk.


Sebelum Cakra pergi.Virendra meminta ke cakra tentang data-data tentang vanandya, karena sudah satu bulan ia belum juga mendapatkan hasilnya.


Cakra. Pergi keruangan'nya dan mengambil berkas yang tuannya minta, lalu kembali lagi ke ruangan sang tuan dan memberikannya kepadanya.


Virendra pun membaca dengan teliti tentang data-data yang di miliki oleh wanita yang berstatus istrinya.


Vanandya nayesha lacerta . W. H. D. Anak tunggal dari Hendrik lacerta dan Varisa lacerta. Keluarga pebisnis dari Eropa. Vanandya adalah putri satu-satunya keluarga lacerta.


"Cuma ini aja. Apa tidak ada lagi informasi mengenai dia?"


"Tidak ada tuan. Semua itu bersih, kami sudah berusaha untuk membobol indentitas Nyonya tapi sangat sulit."


Virendra termenung. Siapa sebenar'nya yang terlah menyembunyikan identitas dia, bahkan hacker yang ia sewa selalu gagal. Bahkan keluarga dirinya dan keluarga lacerta masih beda jauh. Keluarga mereka yang masih di bawahnya tapi bisa menyewa hacker handal.


"Kamu cari tau siapa orang yang sudah menyembunyikan identitas Vanandya."


***


Di mansion Marquez.


Saat ini mansion ini sedang terjadi pertengkaran siapa lagi pelakunya kalau bukan Tanu dan vanandya. Vanandya merasa marah karena Tanu hampir saja mau mencelakai dirinya.


"Dasar jal*Ng ga tau diri. Kau dan dan komplotan mu itu. Si pel*kor ga punya harga."


Vanandya pun menampar pipinya Tanu yang sudah basah karena terkena juice yang dia buat sendiri.


Tanu mengerang kesal karena rencana untuk mencelakai Vanandya gagal.


Ya setelah kepergian Amora. Tanu pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk dirinya dan juga musuhnya itu, ia pun memberikan obat agar seluruh tubuhnya menjadi lumpuh.


Setelah selesai bikin ia pun berjalan ke arah musuhnya yang sedang membaca buku.


"Hai. Van, ini aku berikan just karena udara yang sangat panas aku berikan minuman buat kamu."


Vanandya melirik ke arah Tanu. Tidak biasa'nya dia baik kepada dirinya, tapi ia tak perduli, ia pun mengambil minuman yang di bikin oleh tanu, tapi saat hampir mau meminum ia mencium obat yang tidak asing. Lalu ia melihat ke arah Tanu dengan wajah penuh kebahagiaan bahkan terserat bibirnya yang tersenyum jahat.

__ADS_1


Vanandya pun memeras gelas berisi minuman. Dengan sangat kuat ia melemparkan ke wajah Tanu.


BYURRR. Air yang di siram vanandya sukses mengenai wajah iblis itu.


"Bangsat. Apa-apaan kamu ini?Aku sudah berbaik hati buatin kamu minuman tapi ini balasannya.?"


Plak.


Plak


Plak


Plak. empat kali tamparan mendarat di wajah Tanu. Karena sudah membuat dirinya hampir celaka.


Setelah pertengkaran mereka vanandya pergi keluar mansion. Ia ingin pergi, karena terlalu jiji setiap melihat para pelak*r.


Caffe. Menjadi tujuan utamanya untuk menenangkan diri. Agar kemarahannya tidak sampai membunuh orang, jika ia marah di atas rata-rata bisa saja ia mele*yapkan seseorang.


Saat lagi menikmati minum'nya. Ia mendengar namanya di panggil.


"Naya."


"Jayden."


"Kamu disini juga nay?"


Vanandya mengangguk. Ia juga ga tau kenapa dirinya ingin ketempat ini, yang sangat tidak nyaman karena terlalu ramai.


Karena vanandya sendirian. Jayden pun duduk di depannya dan mereka mengobrol-ngobrol sambil sekali-kali tertawa bersama.


"Gimana kabar mamah dan papah?"


"Mereka baik. Cuma sekarang papa banyak kesibukan di Eropa."


"Kayanya kalau aku ada waktu main ke tempat mamah varis."


Uhuk.. Uhuk.. Uhukk.. Vanandya tersedak minum'nya. Jika dia sampai mampir ke mansion'nya bisa berabe urusannya, Vanandya pun mencegah Jayden pergi ke kediamannya. Ia mengatakan kalau mama dan papanya sedang sibuk di luar negeri untuk mengurus perusahaannya yang ada di sana.


Jayden hanya mengangguk kepala. Mereka melanjutkan acara ngopinya sampai sore hari.


Vanandya tidak sengaja melihat seorang wanita yang sangat ia kenalinya berada di sebelah jalan. Ia pun memastikan lewat ponselnya agar kecurigaannya selama ini tidak salah, dan contohnya saat ini ia Raku apa benar dia orangnya. Dan tebakannya benar dia orangnya.


"Tanu.."

__ADS_1


__ADS_2