CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 92


__ADS_3

"Kau jangan khawatir karena nona mu ada di sini.."Tentu saja perkataan Rudra membuat Abdy memicingkan, Abdy tak percaya begitu saja karena ia saja tak pernah mengetahui dimana asisten pribadi tuan. Lian menyembunyikan.


Dia pun berkata kepada tuan Rudra agar tidak bercanda dengan perkataannya.


Rudra yang mendengar kalau Abdy tak percaya kepadanya pun menunjuk ke arah Tanu, dia juga memberikan berapa identitas dan tes dna yang sudah ia lakukan, dan teryata terbukti kalau Tanu adalah anank kandung Liam dan Aulia.


Abdy menutup mulutnya ia tak percaya kalau anak tuanya berada di depannya, ia dengan bahagia pun langsung memeluk tubuh Tanu.


"Nono calissa, teryata ini benar-benar kamu?"


Tanu yang sudah di jelaskan oleh oma Eleanor kalau dirinya Adalah anak dari Lian dan Aulia, dan Oma juga menjelaskan peristiwa yang terjadi yang membuat Tanu menangis sedih karena dia sudah tak memiliki keluarga lagi.


Setelah melepas rindu, Abdy langsung membawa mereka ke perusahaan karena dia akan memberikan kejutan kepada mereka yang sudah menghancurkan semua.


Sebelum mereka pergi Rudra menyuruh anak buah dan seluruh bodyguard keluarganya untuk tetap menjaga keamanan, karena setelan ini pasti mereka akan memiliki dendam kepada keluarganya.


Mobil pun terlah melesat dari pekarangan rumah rudra dengan beriring-iringan.


****


Semua tamu undangan sudah berdatangan di perusahaan THOLENSE GROUP yang akan di adakan pengangkatan putri mahkota yang mewarisi seluruh kekayaan Tholense.


Bahkan Axel Artamevan dan Amira Brianna. Juga datang untuk meriahkan penobatan CEO baru Tholense. Mereka pun berjabat tangan dengan pemilik acara itu, karena mereka bukan menggunakan nama keluarga mereka, tapi mereka menggunakan nama perusahaan.


Saat semua sudah datang dan duduk di kursi mereka masing-masing, datanglah seorang yang membuat ricuh keadaan di dalam perusahaan, siapa yang tidak terkejut dengan kehadiran keluarga besar sedunia, bahkan mereka hadir hanya untuk acara pesta penyambutan sang pewaris.

__ADS_1


Satu per satu dari mereka berjabat tangan dengan dingin dan datar, bahkan para wanita keluarga mereka juga melakukan hak yang sama dengan apa yang suami mereka lakukan.


"Selamat tuan mahayuda Tholense,"Ucap seorang pria yang tak lain adalah tuan Rudra dengan tampang dingin.


"Terima kasih..! Dan terimakasih juga anda mau berkunjung ke Perusahaan kecil ini."Tuan mahayuda, menjawab. dengan ramah.


Tuan mahayuda pun mempersilahkan keluarga besar untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh timnya, ia merasa curiga dengan kedatangan keluarga besar itu. Apa lagi yang ia tau mereka adalah sahabat dari ayahnya.


Namun keraguan itu di tepis oleh tuan vinton yang mengatakan ingin menjodohkan cucunya dengan cucu tuan mahayuda.


Tentu perkataan tuan vinton membuat tuan mahayuda terbang setinggi langit, jika cucunya menikah dengan keluarga besar itu, kemungkinan besar ia akan juga menjadi orang terkaya.. Bahkan bisa jadi ia juga akan di hormati,


MC, yang pembawa acara pun sudah naik ke atas panggung, pertanda acara akan segera di mulai. Suara dia pun menggema di penjuru ruangan, MC itu memberikan acara pembukaan,


Valdes yang moodnya sedang bagus pun bergulat manja dengan istrinya tanpa memperdulikan area sekitar yang sedang menatap dirinya. Karena mereka tau CEO Marquez sangat dingin, kejam dan susah di dapat. Tapi saat ini mereka melihat CEO dengan sangat manja kepada wanita yang belum mereka ketahui.


Nona muda Cahyani yang melihat dari kejauhan mengepalkan tangannya dengan erat ia tidak akan membiarkan mereka terus bersatu karena Valdes hanya milik dia.


"Liat saja wanita jal*Ng aku akan menghancurkan kamu karena tuan valdes hanya milikku!"Gumam nona muda Cahyani dengan menatap keromantisan mereka, ia sangat jijik melihat itu, karena harusnya dia yang beradå di sana.


Vanandya yang hanya diam saja karena kelakuan manja suaminya, namun dia merasakan ada seseorang yang sedang menatap dirinya tidak suka ia pun menyelusuri setiap ruangan namun tidak ada orang. Mungkin hanya perasaan dirinya.


sementara di meja lain ada seorang pasang. mata melihat interaksi mereka dengan tatapan tajam. Amira menatap marah ke arah Vanandya dia masih sakit hati karena perbuatan dia membuat ia jauh dari keluarganya dan karena dia juga ia harus menjadi ibu tunggal di usia yang masih muda.


Amira mengepalkan tangannya ia ingin sekali menghampiri dia lalu menghancurkan dan mempermalukan dia di seluruh orang yang ada di sini.

__ADS_1


Namun semua itu di tahan oleh Axel, dia menggelengkan kepala untuk tidak berbuat rusuh di acara orang, Karena mereka saat ini sedang di depan para pembisnis dari kalangan atas sampai kalangan bahwa, bahkan para artis dan media juga datang.


Karena Axel tau, pasti jika Amira melakukan itu akan jadi bencana bagi keluarganya.. Dan itu tidak akan terjadi apa lagi di depannya adalah keluarga kakak sepupunya yang selalu kejam kepada orang yang terlah mempermalukan mereka.


"Sebaiknya kamu jangan buat ulah karena di sekelilingmu adalah keluarga dari kalangan atas!"Bisik Axel.


"Kau tidak tau karena dia, aku harus menjadi ibu tunggal di usia muda."Ucap Amira yang tidak suka dengan apa yang di ucapkan oleh kekasihnya.


"Aku tahu tapi mereka adalah keluarga besar! Apa kau tau salah satu wanita itu adalah seorang putri mahkota?"Ucap Axel.


Amira sangat terkejut dengan apa yang terlah di katakan oleh Axel, karena ia tidak mengetahuinya kalau wanita yang akan ia permalukan adalah seorang putri mahkota.


Tak terasa acara utama pun datang MC menyuruh keluarga Tholense untuk naik ke atas podium.


Dengan percaya diri tuan mahayuda, Nyonya mahayuda, nyonya muda Cahyani dan yang terakhir adalah calon CEO. Pun berjalan naik ke atas podium karena ini adalah hari bersejarah buat mereka karena kekayaan Tholense jatuh ke tangan mereka.


"Perkenalkan dia adalah calon CEO baru nona Claudia cahaya Tholense."Ucap MC menggenggam, dan tepuk tangan menggema di penjuru ruangan.


"SAYA TUAN MAHAYUDA THOLENSE. AYAH MERTUA DARI CAHLIAM THOLENSE.. KARENA AKU SEBAGAI TERTUA DARI MEREKA CAHLIAM MEMBERIKAN SURAT WASIAT YANG MENGATAKAN KALAU SELURUH KEKAYAAN THOLENSE AKAN JATUH KE...."Ucapan tuan mahayuda terpotong dengan suara keras dan tegas, dia datang dari arah pintu utama. Dengan tampang Anggun dan wibawa dia berjalan bersama dengan asisten ayahnya.


"AKAN JATUH KE TANGAN NONA MUDA CALISA A CALIAN THOLENSE! PUTRI TUNGGAL DARI TUAN LIAM DAN NYONYA AULIA..!" Ucap seorang pria dengan dingin dan datar suara itu mampu membuat mereka terkejut bahkan bisikan-bisikan mulai keluar dari mulut mereka.


Mahayuda menggertakan giginya ia tak menyangka kalau Abdy yang selaku asisten pribadi Liam keluar begitu saja setelah tak terlihat.


"APA MAKSUD KAMU..."

__ADS_1


__ADS_2