CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 194


__ADS_3

Keluarga, Marquez kembali memanas, karena perdebatan mereka prihal Axel. Karena, keluarga lacerta sangat tidak menyukai dengan cara keluarga Marquez menyekap Axel.


"Saya, peringatkan segera bebaskan Axel atau. Kalian, tidak akan pernah melihat Bella anak dari Axel dan Amira."


Perkataan, Hendrik kembali mengejutkan mereka semua. Mereka, melupakan kalau Bella saat ini berada di tangan keluarga lacerta karena keinginan Bella yang ingin ringan bersama dengan Axel membuat mereka tidak bisa melihat Bella.


Vinton, pun marah dengan perkataan dadi Hendrik, ia pun meminta Hendrik untuk segera memberikan Bella kepada mereka. Namun, tak semudah itu. Jika mereka tak melepaskan Axel, maka mereka tak akan pernah mengizinkan keluarga Marquez bertemu dan melihat Bella. Karena, jalan ingin menemui Bella ada pada Axel. Mereka hanya menjaga saja.


Rebecca dan varisa saling bertatap satu sama lain karena mereka sangat kesal. "Lihat, suami kamu sangat keras kepala banget. Kami, juga sangat merindukan cucu perempuan kami." kata Rebecca dengan kesal.


"Suamiku bukan keras kepala, tapi keluarga suamimu lah yang keras kepala. Padahal, keponakan kami tidak melakukan apa yang kalian tuduhkan." kata varisa yang tidak ingin kalah dari Rebecca.


"Sekarang, bebaskan Axel dan saya akan meminta kepada Axel untuk mempertemukan kalian dengan cucu perempuan kalian." sambung varisa, karena dia sudah males berdebat dengan keluarga Marquez lagi.


Rebecca, termenung memikirkan perkataan varisa. setelah lama memikir akhirnya Rebecca menyetujui perkataan dari varisa untuk membebaskan Axel dari ruang bawah tanah. Karena, ia sudah terlalu merindukan cucu perempuannya.


Mereka, pun sepakat untuk pergi ke ruang bawah tanah. Tapi, sebelum itu varisa memberikan baby Va kepada hazel untuk menjaganya. Setelah, menyerahkan baby Va, mereka pergi meninggalkan ruangan itu untuk pergi ke ruang bawah tanah. Dan, saat mereka sudah sampai di depan pintu Rebecca mengetik kata sandi yang terpasang di pintu tersembunyi.


Krekkk..! Suara pintu terbuka setelah, Rebecca menyelesaikan kata sandinya. Mereka, pun berjalan memasuki ruangan yang sangat gelap tanpa ada penerang,


"Toloooooong. Lepaskan aku, aku tidak bersalah.!" teriak seorang yang sangat menggema, yang membuat varisa dan Rebecca mendengar suara itu. Mereka, langsung bergegas ke arah sumber suara itu.


Setelah, sampai di depan seorang yang meminta tolong varisa langsung membantu melepaskan ikatan yang ada di dalam tubuh axel. Ya, pria yang meminta tolong itu adalah Axel.

__ADS_1


"Xel, kamu tidak apa-apa kan? Maafkan, bunda karena terlambat menyelamatkan kamu. Bunda baru saja mendapatkan kabar dari Hayden kalau kamu di sekap oleh kakek tua yang tidak mempunyai perasaan." kata varisa, membelai wajah Axel. Walaupun dia hanya keponakan, tapi dia menyayanginya.


"Aku, tidak apa-apa bunda. Tapi, aku hanya kelaparan, dari kemarin belum makan." ucap Axel prihatin, bahkan suaranya sudah sangat lemah.


Varisa, yang mendengar kalau Putranya tak di berikan makan, langsung menatap tajam ke arah Rebecca. Dia, meminta penjelasan kepada Rebecca, kenapa dia tidak memberikan putranya makan. Itu, benar-benar sangat keterlaluan.


"Rebecca, begini kah cara kalian memperlakukan orang yang kalian sekap. Hati, apa yang kalian buat kenapa kalian selalu menyiksa keluargaku? Padahal, kami tidak pernah jahat kepada kalian." kata varisa, menusuk hati Rebecca.


"Bukan, maksud kami seperti itu Risa. Karena, kami sudah mempercayakan kepada kepala pelayan untuk memberikan makan kepada Axel." ujar Rebecca.


"Halah, itu alasan kau saja." Ucap varisa, lalu dia membantu Axel berjalan meninggalkan tempat itu. Namun, saat akan keluar mereka di hadang oleh vinton dan keluarga yang lain.


"Aku, tidak akan membiarkan orang yang terlah menyakiti cucuku keluar dengan mudah." kata vinton dengan dingin kepada varisa dan Axel.


Vinton, lalu memerintahkan ke-dua anak'nya untuk menangkap Axel agar dia tidak keluar dari ruangan itu.


"Tunggu, aku tidak bersalah. Akan, mengatakan yang sebenarnya kepada kalian tentang Amira." ucap Axel.


***


Sementara di luar ruangan rahasia, hazel, Tanu dan anak-anak sedang menunggu dengan bermain, karena mereka tidak ingin mengganggu para orang tua.


"Mama, mommy sama Daddy kemana? Perasaan dadi tadi kami tidak melihat keberadaan mommy?" tanya vagas, yang baru saja mencari keberadaan mommynya. Namun, tidak menemukan.

__ADS_1


"Mommy, kamu sedang bulan madu dengan Daddy kalian. Jadi, mereka tidak ada di rumah." ucap hazel menjelaskan kepada putra adiknya.


"Bulan madu?" ucap vagas mengulangi perkataan dari hazel. Karena, dia belum mengetahui apa itu bulan madu. Jadi, ia bertanya kepada mama hazel.


"Bulan madu ya? Bulan madu itu adalah seorang suami istri yang ingin berlibur menghabiskan waktu bersama tanpa di ganggu oleh siapa pun. Dan, siapa tau setelah mommy kalian berbulan madu mommy kalian memberikan seorang dedek bayi lagi kepada kalian." hazel menjelaskan kepada Twins. Walaupun penjelasan yang tidak masuk akal.


"Berarti kita akan punya adek lagi.yehhhh," ucap vagas, senang karena dia akan memiliki seorang adik lagi.


Di, lain sisi kedua orang wanita sedang mengawasi pergerakan keluarga Marquez, yang belum juga keluar dari ruang rahasia. Karena, mereka sangat takut jika mereka akan berbaikan lagi. Maka, rencana mereka untuk memisahkan mereka akan berantakan.


"Tante, kita harus apa sekarang, jika mereka bersatu kembali, akan sulit menghancurkan mereka." tanya Amira kepada Yulia.


"Kamu, tidak perlu khawatir, karena mereka tidak akan pernah bersatu lagi selagi aku masih berada di sini. Dan, cara ini kita akan gunakan untuk menghancurkan mereka berdua." Yulia, berkata dengan dingin.


"Rencana, apa yang akan. tante gunakan? Karena, kita belum mendapatkan kabar dari mama untuk rencana selanjutnya." Amira kembali bertanya kepada Yulia.


"Rencana, ini kita akan menggunakan agni untuk menghancurkan mereka satu persatu, tanpa tersisa sedikitpun." kata Yulia.


"Menggunakan agni, bukannya Agni sudah tak berguna lagi karena dia stroke?" ujar, Amira yang tidak paham dengan rencana Yulia. Yang, sangat tidak masuk akal. Karena, Agni sudah tidak berguna. Jadi buat apa di buat rencana.


Yulia, lalu menjelaskan kepada Amira kalau dia akan melakukan rencana ini dengan sangat berbahaya. Tapi, dia juga akan mengorbankan kedua keponakannya agar rencana ini semakin sempurna.


Mendengar, rencana Yulia yang sangat berbahaya Amira membulatkan matanya, dia tidak menyangka kalau Yulia berpikir sampai sejauh itu. Tapi, jika mama'nya mendengar maka dia juga akan menyetujui rencana Yulia.

__ADS_1


Keduanya pun meninggalkan ruangan itu. Namun, saat mereka akan pergi ke kamar mereka Amira melihat twins yang sedang berbahagia. Dia, mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. "Lihat saja Vanda, akan ku hancurkan kamu dengan cara menggunakan anak kamu. Tunggu saja waktunya." batin Amira yang langsung pergi dari tempat itu. Entah kesalahan apa yang membuat Amira sangat membenci vanandya.


"Apa, maksud kamu berkata seperti itu.?"


__ADS_2