CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 197


__ADS_3

Vinton, vinton dan berapa anggota yang lain hanya bisa menggelengkan kepala pelan, Rebecca, lalu menatap ke arah Tanu, dia bertanya kepada Tanu kemana virendra pergi, karena dia tidak melihat virendra dari pagi.


"Tanu, kemana suami kamu?" tanya Rebecca kepada Tanu.


"Dia, sudah pergi sejak tadi pagi. Katanya, dia ada kerjaan mendadak jadi dia berangkat pagi-pagi bersama dengan asisten Cakra." ujar Tanu,


Mereka, hanya ber'oh ria. Lalu merek melanjutkan sarapannya. Karena, merek sudah terlalu lama membuang waktu gaya untuk mengobrol, karena mereka juga ada perkerjaan'nya masing-masing.


Faisal, lalu berdiri dari duduk'nya, dia sudah menyelesaikan makannya. Lalu, Karena, hari ini dia ada meeting penting jadi dia harus segera datang ke kantor tepat waktu. Faisal, tidak lupa mengajak Grey's untuk ikut bersamanya.


"Vic, kamu tidak ikut?" tanya Faisal.


"Tidak, aku hari ini akan pergi ke perusahaan cabang yang ada di Kalimantan bersama dengan istriku, jadi aku tidak tidak ikut bersama kalian." ujar Victor menjelaskan kepada kakak'nya.


Setelah, mendengar perkataan dari Victor. Faisal, langsung pergi meninggalkan kediaman Marquez. Dia, pergi bersama dengan keponakannya Grey's, karena dia ingin mengajak anaknya, anaknya pergi entah kemana.


Vernon, juga sudah menyelesaikan makannya, karena dia juga akan pergi ke markasnya, bersama dengan para keponakannya.


"Bocil, ayok kalian mau pada ikut tidak? Kalau, tidak om akan tinggal kalian." kata Vernon, sambil berjalan meninggalkan tempat makan. Anak-anak yang sedang makan, langsung menyelesaikan makannya, dan mereka berdiri dari duduk'nya, setelah itu mereka bergegas mengikuti om Vernon.


"Dasar, anak-anak. Makanan belum selesai sudah main tinggal saja. Dan, Vernon juga anak-anak sedang makan main tinggal saja." gerutu Rebecca. Melihat piring anak-anak masih tersisa.


"Biasa, lah anak-anak kalau sudah di ajak pergi langsung menyudahi makannya. Mereka, takut di tinggal." ujar hazel.


Vinton, metal ke arah sang cucu perempuan, dia bertanya kepadanya. "Amira, apa kamu tidak merindukan anak kamu Bella? Jika, merindukan Bella, kakek akan berusaha mengambil Bella dari tangan mereka." kata vinton.


Amira, yang sedang makan langsung tersedak. Dengan cepat Victor memberikan minum. Kepada, anaknya Amira. "Sayang, kalau minum pelan-pelan dong. Kan, jadi tersedak." ucap Victor.

__ADS_1


"Maaf, pah. Aku, hanya terkejut." ucap Amira.


"Bagaimana, Mir. Kakek ingin melihat cicit kakek." ujar vinton, yang kembali bertanya kepada Amira. vinton begitu merindukan akan cicit perempuan yang lahir dari darah dagingnya.


"Sudahlah, kakek. Bella, tidak ingin tinggal bersama kami dia menginginkan tinggal bersama dengan keluarga lacerta." ucap Amira acuh tak acuh.


Mendengar, penjelasan dari Amira, membuat mereka ragu antara mempercayai perkataan Axel atau mempercayai perkataan dari Amira. Mereka, tidak mengerti kenapa Amira seperti mengadu domba antara Marquez dan lacerta.


"Sudah, ya. Kek, Amira akan pergi dulu bersama dengan teman-teman Amir. Jadi, kalian, tidak perlu mengkhawatirkan Vella bersama dengan Axel." ucap Amira, yang langsung meninggalkan. Kediaman,


"Mah, pah, kek, apa kalian tidak merasa akan sikap Amira yang acuh? Karena, Amira yang biasanya tidak seperti ini. Aku, sangat mengenal Amira dari dulu dan sikap Amira sangat bertolak belakang dengan yang dulu." ujar Tanu. Dia, adalah sahabat Tanu sejak dia menginjak umur lima belas tahun.


Mereka, terdiam memang sejak saat itu Amira sangat berubah dengan. Amira yang dulu.


"Sudahlah, mungkin Amira masih kecewa dengan perbuatan Axel jadi dia tidak menginginkan seorang anak dari Axel." ujar Rebecca. Yang, langsung membersihkan makanan yang ada di beja dengan di bantu oleh kedua mantu'nya.


**


Saat, sedang termenung dia melihat sebuah lemari yang sangat tua, di situ terdapat buku diary milik seseorang tapi dia tidak mengetahui milik siapa buku diary itu.


Pria, yang tak lain adalah vernando. Mendekati buku itu. Namun, saat sudah dekat dia melihat sebuah kain yang menutupi sebuah bingkai usang. Karen, penasaran vernando membuka kain itu, saat kain terbuka. Vernando, sangat terkejut melihat foto bundanya bersama dengan seorang pria yang sangat tidak di kenali.


Dan, karena penasaran yang sangat tinggi akan sosok pria yang foto bersama dengan bunda'nya, vernando membawa foto itu, lalu saat sudah berada di depan mobil vernando memasukan bingkai foto itu di dalam mobil.


Tujuannya, adalah ke kediaman ibunya, yaitu sahabat dari bunda'nya. Dengan mengemudi cukup kencang sampai dia terlah sampai di kediaman Kavita.


"IBU..!" teriak vernando sambil masuk kedalam mansion Kavita Adhikara.

__ADS_1


Kavita, yang berada di dapur langsung bergegas pergi ke ruang tamu setelah mendengar suara anak laki-lakinya,


"Vernando, ada apa sayang? Tumben kamu datang menemui ibu di pagi hari, dan dimana istri kamu hm," ucap Kavita, bertanya kepada vernando.


"Ibu, aku mau berbicara, apa ibu tau sosok pria yang ada di foto ini?" tanya vernando, sambil menunjuk ke arah bingkai foto usang. Yang terdapat foto bunda dan seorang pria.


Kavita, yang melihat itu sangat terkejut, pasalnya dulu sahabatnya pernah menunjukkan foto pria itu kepada dirinya, tapi dia tidak mengetahui siapa orang yang berada di foto itu, tapi yang dia tau kalau Vera pernah mengatakan kalau dia adalah ayah dari vernando.


"Bunda, tidak mengetahui siapa pria itu, dan asal-usulnya juga tidak jelas. Karena, bunda kamu tidak pernah mengatakan, siapa pria itu dan dari mana dia berasal,"


"Jadi, ibu tidak mengenal dia? Padahal aku ingin sekali mengetahui siapa pria yang berada di dalam foto ini. Karena, aku sangat yakin kalau dia adalah pria yang bakal menuntunku untuk bertemu dengan ayahku." ujar, vernando yang sangat kecewa yang teryata ibu kavita tidak mengetahuinya.


"Kamu, tidak perlu bersedih karana kamu sudah melihat ayah kamu." ucap Kavita.


"Benarkah, siapa itu?" tanya vernando.


"Foto, yang berada di bingkai itulah ayah kamu, memang ibu tidak mengetahui siapa pria itu, tapi bunda kamu bilang kalau foto itu adalah ayah kamu pria yang menghamili bunda kamu lalu meninggalkan ibu kamu." kata Kavita.


"Dan, jika kamu ingin tau siapa sosok itu tanyakan kepada bunda varisa." sambungnya.


***


Sementara, di sebuah pantai terdapat dua orang pria yang sedang berdiri menghadap ke arah pantai. Pria itu dengan menggunakan jas kerjanya, dan tidak lupa dengan tangan di masukan kedalam saku celananya. Dia, sangat merindukan akan pantai yang penuh dengan kenangan manis.


"Tuan, apa tuan masih tetap akan berada di sini terus? Bukannya, tuan sekarang tuan akan ada pertemuan dengan CEO dari perusahaan Bar," tanya asisten pribadinya.


"Aku, ingin tetap disini cak. Karena, aku masih sangat merindukan kenangan manis bersama dengan....?"

__ADS_1


__ADS_2