CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 32


__ADS_3

"Ya. Karena aku.."Saat ia akan mengucapkan kata-kata cinta, lidahnya kalu tidak bisa mengatakan kepada istrinya. Apa lagi saat ini ia merasakan panas dingin, berhadapan dengan istrinya. Ia lebih memilih berhadapan dengan musuh, ketimbang, berhadapan dengan istrinya.


"Karena aku apa?"Vanandya sangat penasaran dengan perkataan suaminya, yang berbicara tanpa melanjutkan ucapannya.


Virendra menggelengkan kepalanya, ia tak menjadi mengatakan apapun. Ia tak ingin mengucapkan apa yang ada di dalam hatinya,. walaupun hatinya sudah berdetak dengan kencang.


Virendra. Yang pemandangannya sangat indah, ia pun ikut duduk di samping istrinya sambil menikmati pemandangan yang sangat indah.


Virendra memiliki ide yang sangat gila, sebelum itu ia berjalan ke arah mobilnya, lalu ia menelpon seseorang untuk menutup jalanan yang mengarah ke pantai yang jauh dari perkotaan. Karena ia ingin menikmati waktu bersama.


Setelah menelpon seseorang, Virendra mengambil alat kemping dan perlengkapan lain'nya. Ia lalu berjalan mendekati istrinya yang masih setia dengan duduknya.


"Mau bermalam di sini?"Virendra berkata dengan sedikit menghangat.


Vanandya melihat ke arah suami'nya lalu mengangguk setuju, tidak buruk bermalam di pantai yang indah.


Setelah melihat kalau istrinya setuju ia pun langsung membangun sebuah tenda, lengkap dengan peralatannya. Dengan susah payah dan memakan waktu akhirnya, tenda yang di dirikan oleh Virendra sudah berdiri dengan tegak.


Vanandya bertanya apakah ada sebuah warung atau toko, karena sat ini mereka tidak membawa makanan.


"Kayanya kalau bercinta di tempat ini sangat nikmat?"Virendra Menaik turunkan alisnya kepada sang istri dengan tatapan mes*m.


GLEK, Vanandya menelan ludahnya, apakah ini akhir dari hidupnya, apa lagi ini tempat terbuka. Vanandya ingin menghindari tapi Virendra sudah berhasil mengungkung tubuhnya.


"Ini tempat terbuka Vir?"


"Kita akan mencobanya di outdoor. Kayanya akan sangat nikmat."Ya inilah rencana Virendra sesungguhnya mengajak istrinya untuk bermain di outdoor. Ia ingin mencoba mencari sensasi terbaru di outdoor.


CUP. Satu kecupan di bibir Vanandya dari Virendra. Ciuman yang berubah menjadi ******* panas, di temani dengan udara pantai yang sangat dingin.


Satu per satu. Helaian demi helaian kain yang melekat di tubuh mereka pun terlepas, dan sekarang sudah tak memakai apa-apa.


"Sayang apa kamu sudah siap?"

__ADS_1


Entah kenapa kali ini permainan suami'nya sangat lembut, yang biasanya main kasar sekarang engga. Dan yang kemarin asal masuk aja ini izin dulu.


Vanandya lalu mengangguk setuju, ia juga sudah terbuai dengan permainan yang di lakukan suaminya.


Perlahan demi perlahan ia memasukkan juniornya yang panjang, kedalam sangkar. Namun, ia sedikit berusaha karena pintunya sangat sempit. Dan..


Bles. Junior-T sudah masuk sempurna di dalam sangkar emas yang sangat langka di dunia.


"AHHHHHHHHH "Des*han yang keluar dari mulut Vanandya yang merasakan Junior-T. Masuk kedalam gua piton beracun, Rasa yang ia rasakan adalah, nikmat, perih, dan nyeri. Namun lama kelamaan rasa itu berubah menjadi rasa nikmat yang keluar.


Mereka pun menghabiskan waktunya untuk bersatu di bawah sinar rembulan dan di temenin dengan deburan ombak yang semakin larut semakin besar ombaknya.


Mereka, pun bersasatu dengan berbagai kaya dan berpindah-pindah tempat, mulai di batu, di bawah pohon kelapa, di tepi pantai, di dalam tenda bahkan sampai di atap mobil. Seakan semesta mendukung mereka untuk bersatu, Langit yang terlihat sangat cerah tak ada tanda-tanda akan turun hujan.


Seperti saat ini mereka sedang bercinta di atas batu sambil menikmati matahari yang akan naik ke permukaan langit. Namun, mereka masih enggan untuk menghentikan pergaulan mereka.


Sampai Satu jam kemudian Virendra akan mengeluarkan susu Ajaibnya yang akan buat istrinya kenyang sampai sembilan bulan. Bahkan tubuh mereka sudah merah-merah karena tanda kepemilikan dari mereka,


"Akhhhhhhhh!!"


Mereka melolong panjang saat pelepasan.


Virendra pun mengajak istrinya untuk mandi di pantai, lalu virendra menggandeng istrinya. Seakan-akan tak punya malu Virendra berjalan dengan pusaka yang masih bangun. Bahkan saat berjalan pusakanya bergerak.


Vanandya yang melihat itu memerah padam, ia sangat malu dengan apa yang ia lihat.


"Kenapa sayang? Ini juga sudah menjadi milik kamu tidak untuk orang lain"Virendra berkata dengan menggoda isterinya.


Setelah sampai di pantai mereka langsung merendamkan tubuh'nya. Berapa saat berlalu merek sudah menyelesaikan mandinya di pantai, lalu berjalan mendekati tenda.


Virendra mengusulkan agar istrinya tak menggunakan apa-apa, ia juga tidak akan menggunakan apa-apa, karena saat ini berada di alam terbuka membuat ia ingin menikmati sensasi baru.


Vanandya membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang di katakan oleh Virendra. Ia mengira kalau dia sakit, karena keinginan suami'nya. Tentunya ia menolak permintaan suaminya.

__ADS_1


Tapi dengan 1001 Cara. Virendra pun langsung mengambil baju Istrinya lalu menyimpannya di mobilnya, sambil mengambil semua makanan yang ada di mobil.


Lalu Virendra menyimpan kuncinya di atas pohon. Cara yang aneh Virendra membuat Vanandya terlihat sangat kesal. Namun, sekaligus merasa aneh dengan makanan yang di bawa Virendra.


"Dari mana kamu mendapatkan makanan itu?"


"Kamu nanya?(


"Ck, aku bukan nanya, cuma penasaran aja kamu dapat makanan dari mana "


"Oh, tadi malam Gilang mengirimkan semua makanan dan di masukkan kedalam mobil."


Vanandya mematung mendengar perkataan suami'nya, itu tandanya tadi malam Gilang mendengar percintaan mereka. ' Jika tadi malam Gilang kesini itu tandanya dia mendengar dan melihat apa yang kita lakukan, apa dia juga melihat Dou kembar? Gilang brengsek. Jangan-jangan dia juga menikmati, sambil bermain solo ' batin Vanandya. Lalu menatap tajam ke arah suaminya,


"Brengsek kenapa kamu tidak bilang?"


"Jika aku bilang, pasti kamu akan menghentikan percintaan kita "Ucapnya tanpa beban.


***


Sedangkan disisi lain seorang pria sedang bersin-bersin.


"Sepertinya ada seseorang yang mengumpat diriku "Ujar seseorang pria bernama Gilang. Ia saat ini masih menahan gairahnya karena perbuatan tuan dan nyonya'nya.


Gilang yang di suruh membawa berapa makanan yang ada, karena tuannya akan bermalam di pantai pun langsung mengiyakan, apa lagi tuannya bilang suruh memblokir jalan yang menunju pantai dan tuannya bilang tidak ada yang boleh ada nelayan yang melintas di pantai.


Saat sudah sampai pantai ia membawa semua makanan yang tuannya suruh, namun saat ini sudah sampai di pantai, ia di suguhi tuan dan nyonya'nya sedan bercinta di bebatuan sebagai senderan. Lalu berpindah ke bawah pohon.


GLEK, Gilang menelan ludahnya ia tak menyangka ia di suguhi pemandangan panas seperti ini. Ia menyadari ada yang bangun di bawah sana. Ia lalu mencari konco mobil tuannya lalu segera memasukkan kedalam mobil. Ia sudah sangat panas mendengar ******* yang sangat dari pasangan gila'.


Saat ini Gilang sedang pusing karena juniornya terus saja berdiri tanpa mau tidur lagi, sudah sejak semalam adik kecilnya bangun.


Gilang punya prinsip, karena ia tidak suka senam 5 jari, dan tidak mau membuang kecebongnya di luar ataupun di gua-gua beracun.

__ADS_1


"Apa ingin aku bantu....


__ADS_2