CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 46


__ADS_3

Seorang wanita terjatuh tak berdaya karena ada seseorang yang menendang dirinya. Namun wanita itu berusaha dengan kuat untuk mempertahankan anak dalam kandungannya.


"Siapa yang menyuruhmu untuk berbuat jahat padamu?"Virendra bertanya dengan sinis kepada istri.


Namun jawaban Vanandya hanya tersenyum sinis kepada mereka yang berada di situ.


Grey's, sangat murka ia pun menembakan pelurunya ke udara. Dan itu pun sampai membuat ruangan sekitar senyap.


Rebecca terus saja memaki menantunya, karena dia membuat kedua anaknya berselisih. Karena ia tau perbuatan menantunya yang mempermainkan kedua anaknya.


"Jawab aku! Apa tujuanmu melakukan ini semua kepada keluargaku?"Kali ini suara dingin tuan besar Viktor yang berbicara dengan Vanandya.


"Menghancurkan kalian,"Dua kata yang membuat seluruh keluarga merasa marah. Karena tidak ada seorang pun yang berani melawan keluarga Marquez Walaupun semut sekalian, mereka tak akan membiarkan yang berani bermain dengan hidup tenang.


Meneer yang sudah marah pun menginjak kepala Vanandya dengan sangat keras, sampai-sampai membuat Vanandya meringis kesakitan.


"Saya akan membunuh mu dengan sangat keji walaupun kau sedang mengandung darah daging keluarga Marquez.!"Sisi jahat meneer keluar.


"Hahaha...!! Teryata memang benar seorang akan berubah saat berkembangnya kekayaan yang mereka punya."Vanandya sudah bener-bener habis kesabaran ia pun berkata dengan dingin. "Asalkan kau tau nyonya? Kau tidak akan menikah dengan tuan vinton kalau kau tidak di besarkan di keluarga berada,"Sambungnya.


Degh.. Ucapan Vanandya mengejutkan meneer dan vinton. Karena masa lalu meneer tidak pernah di ketahui oleh seseorang pun bahkan keturunan mereka tidak ada yang tau, karena tuan vinton sendiri yang menyembunyikan identitas istrinya.


Anggota keluarga merasa terkejut dengan perkataan Vanandya, mereka bertanya-tanya tentang masa lalu meneer.


Virendra tak ingin menunda lagi ia ingin menghabisi nyawa istrinya itu dengan cara menendang perutnya, sampai membuat Vanandya meringis kesakitan. Bahkan darah seger keluar dari sela-sela paha Vanandya.


DORRRR. lagi-lagi suara tembakan keluar dari senjata api seseorang,


Keluarga Marquez terkejut dengan kedatangan keluarga lacerta dan Valdes yang berada di depan mereka.


"Brengsek apa yang kalian lakukan kepada wanitaku?"Bentak Valdes kepada keluarganya. Ia pun langsung berlari kehadapan wanitanya.


"Sayang kamu kuatkan? Bertahanlah aku mohon?"Setelah mengatakan itu, Valdes langsung menggendong wanitanya keluar ia ingin membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


Setelah kepergian Valdes dan Vanandya suasana menjadi sangat tegang. Karena kedua keluarga saling bertatap dengan sangat tajam.


"Begini kah cara kalian memperlakukan putriku? Saya benar-benar menyesal terlah menikahkan putriku dengan seorang pria yang brengsek."Varisa berkata dengan sinis.


"Kami tidak akan melakukan itu jika putrimu tidak bermain dengan putraku Valdes! Saya pikir anak kamu baik dan sopan tapi nyatanya saya salah putri sahabatku adalah seorang JAL*NG!"Rebecca berkata dengan dingin dan menekan akhir katanya. "Dan satu lagi gara-gara perbuatan putri, putriku satu-satunya harus menanggung malu dengan kehilangan mahkotanya."


"Ohh!"Jawaban varisa dan keluarga lacerta membuat seluruh orang yang berada di situ tercengang dengan jawaban mereka.


Rebecca tak habis pikir kenapa sahabatnya yang dulu ia kenal adalah pribadi yang lembut walaupun suka di luar nalar, tapi entah kenapa sifat yang sekarang benar-benar berubah.


"Varisa. Ini putriku lho? Dia harus kehilangan kesuciannya gara-gara putrimu, belum lagi putrimu mempermainkan kedua putraku."Rebecca yang sudah mulai geram akhirnya membentak keras sahabatnya yang hanya merespon datar.


"Hahah Rebecca, Rebecca aku sebenarnya yang menyuruh Vana untuk melakukan itu agar kalian merasakan apa yang aku alami."


DUARRRR!


Keluarga Marquez kembali tercengang dengan perkataan varisa, jadi semua itu Vanandya lakukan atas kemauan Keluarga'nya.


Grey's pun dengan rasa marah menyeret varisa dalam dekapannya dan mengarahkan pistolnya tepat di kepala varisa.


Hendrik terkejut saat istrinya di jadiin Sandra oleh Grey's. Saat ingin menyelamatkan istrinya, di tahan oleh varisa dengan menggunakan bahasa isyarat.


"Karena kau nyonya adikku harus kehilangan kesuciannya? akan ku pastikan kau mati di tanganku?!"


"Aku bersumpah Grey's. Jika kau melepaskan pelatuk pistol itu aku tidak akan mengijinkan kau bertemu dengan anakmu yang lain."Bentak Hendrik. Yang membuat Grey's menatapnya dengan sinis, ia tau pasti Hendrik akan melaluinya.


"Haha anak mana tuan bahkan aku hanya memiliki satu anak yaitu Green."


"Grey's aku peringatkan kamu yang terakhir kali lepaskan istriku atau wanita yang bernama HAZEL!"Kemarahan Hendrik membuat aura di sekitar menjadi tegang.


Grey's yang mendengar kata hazel pun perlahan menurunkan pistolnya dan cengkraman varisa pun mulai melemah.


Hendrik pun dengan sigap menarik tangan istrinya kedalam pelukannya, ia tak ingin istrinya kenapa-kenapa. Sudah cukup ia merasa kehilangan dan sekarang tidak lagi.

__ADS_1


"Meneer teryata keturunan mu sangat-sangat kejam sampai-sampai membunuh seseorang."Ucap nyonya Eleanor. kepada wanita tua yang tidak jauh dari dirinya.


Meneer melihat ke sumber suara itu, ia pun menatap mata Eleanor. ia termenung saat melihat matanya, ada aura menyejukkan namun semua itu sirna dan di gantikan dengan kebencian,


"Sebenernya apa salah kami? Kenapa kalian ingin sekali menghancurkan keluargaku?"


"BALAS DENDAM KARNA KALIAN KAKAKKU HARUS PERGI DARI KAMI...!!"


Suara seorang wanita dengan aura yang mencengkram. Perkataannya yang sangat dingin membuat mereka mengalihkan pandangannya ke arah suara itu.


Vanandya pun berjalan perlahan dengan di bantu oleh Valdes yang setia mendampinginya, ia tak ingin terjadi sesuatu kepada Vanandya. Ia hampir saja kehilangan bayinya kerena perlakuan mereka.


Varisa dan Eleanor pun mendekati vanandya, ia Langsung memeluknya dengan erat ia takut terjadi sesuatu kepadanya. karena sudah cukup baginya untuk kehilangan.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?"


"Cucu Oma baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka?"


"Hai cucuku gimana anak yang kamu kandung?"


Pertanyaan bertubi-tubi dari Oma, opa dan mama membuat kepalanya menjadi pusing. karena bingung mau jawab yang mana. Tapi semua itu berangsur hilang saat Valdes menjelaskan bahwa Vanandya baik-baik saja.


Lalu Vanandya menatap mereka satu persatu, ia pun mengatakan dengan dingin.


"Kalian ingin tau kan apa salah kalian? Biar aku jelaskan kalau kalian adalah orang terburuk, gara-gara kalian aku harus kehilangan seseorang yang aku sayang dan itu semua karena kalian."


"Virendra, temui aku di pengadilan besok karena surat perceraian sudah aku tandatangani. Dan kau bebas sekarang."


"Tidak akan pernah ada perceraian di antara kita, karena kita sudah di jodohkan, maka dari itu aku tak akan melepaskanmu!!"


"Bukankah ini yang kau mau sejak awal kita nikah maka dari itu terimakasih keputusan mu sendiri aku sudah melepaskan mu."


"Brengsek!!"

__ADS_1


__ADS_2