
"Siapa yang telpon .?" tanya valdes kepada vanandya. Yang, sudah di depan dia. Saat itu ia sedang bermain dengan anak-anak. Namun, dirinya melihat vanandya sedang menelpon seseorang, karena merasa curiga dirinya mendekati vanandya.
Lantas, vanandya mengasih tau semuanya, kalau tadi kakak'nya nelpon. Dia, menceritakan, bahwa ayah memberikan tantangan kepada kakak Grey's yang suruh membangun satu istana untuk tempa tinggalnya, dan bukan hanya itu, dia juga meminta untuk membangun sebuah tempat doa.
Mendengar cerita dari istrinya, valdes tertawa terbahak-bahak, kalau ayah mertuanya memberi persyaratan yang sangat sulit, apa lagi harus di kerjakan dengan tangan sendiri.
Karena, hari sudah semakin larut. Vanandya, menyuruh twins untuk segera beristirahat, ia tak ingin kedua putranya harus kelelahan.
Twins, pun menuruti perintah dari ibu negara atau ibunda ratu tercinta. Setelah kepergian kedua twins, Valdes membisikan sesuatu kepada istrinya. Kalau dirinya sangat ingin buat anak lagi. Walaupun kecil kemungkinan sangat mustahil,
Tanpa mendengar persetujuan dari sang istri dia mengangkat tubuh Vanandya ala bridal style. Ia membawanya kedalam kamar yang sangat besar, sebesar cinta dirinya kepada keluarga kecilnya.
***
Sementara itu di sebuah taman, terdapat dua orang pria yang saling bertatap dengan sangat mendalam, mereka enggan untuk mengalihkan pandangannya dari ke arah lain. Pria yang tak lain adalah hayden dan Kairo merasakan perasaan yang tak bisa di ungkapkan.
"Hay?"
"Kai?"
Ucap mereka satu sama lain. Tak ada yang meminta untuk di takdirkan seperti ini. Namun, mereka tak bisa melawan takdir yang tidak bisa di bantah.
"Sebaiknya kau lupakan masalah kamu tentang perasan seperti ini. Karena, walau bagaimana pun semua ini tak benar?" Hayden berkata dengan lirih.
"Aku tau? Tapi sekuat apapun kita menolak, semua itu akan menyakiti diri kita sendiri?" ujar Kairo dengan kesedihan.
"Biarkan kita tersakiti dari pada kita harus melawan hukum alam.!" sambung hayden.
"Baiklah aku akan melupakan perasan ini? Kita, memang tak di takdirkan untuk bersama.!" ucap Kairo denan keterpaksaan yang sangat mendalam.
"Semoga setelah ini kamu akan mendapatkan jodoh yang terbaik, senantiasa mendukung dan menemani kamu apapun kekurangan kamu!!" sambung kairo.
__ADS_1
Ia sangat sedih, walaupun ia adalah seorang pria macho, gagah, tampan, berotot, tinggi dan kuat. Tapi, dia memiliki perasaan yang berbeda karena ulah dari sang om yang tega merubah dirinya dengan sangat drastis.
Begitu, pun dengan hayden dia juga memiliki perasaan yang lebih terhadap kairo semenjak pertemuan mereka di mansion milik tuan valdes, tak di pungkiri kalau dirinya akan memiliki perasaan. Sebenarnya dulu ia adalah laki-laki yang masih biasa saja. Namun, semenjak pacarnya melakukan hubungan dengan berapa pria di depan matanya membuat ia merasa jijik akan seorang wanita.
Kedua pria yang memiliki masa lalu yang kelam, sampai membuat mereka saling menyukai dan menyayangi. Tapi, di antara mereka tidak ingin terjerumus yang lebih dalam.
"Maaf, kai. Aku tidak bisa berjalan lebih dalam lagi tentang cinta yang salah? Aku tau, karena aku juga sangat menginginkan kamu untuk di sampingku. Tapi, mau gimana lagi kai, semua ini sangat di larang.!!" ucap Hayden.
"Dan, aku akui kita memiliki masa lalu yang kelam karena perbuatan orang yang sangat kita sayangi. Namun, kita tidak boleh melangkah lebih jauh?" sambung'nya.
"Iya, hayden aku tau kok? Makanya kamu menolak perasaan ini, walaupun kamu juga sama memiliki perasaan denganku.!! Ya, udah aku pamit ya." ucap Kairo, beranjak pergi dari tempat itu. Yang di Sunari oleh sinar rembulan dan lampu di mana-mana. Membuat, suasa Semakin romantis.
Namun, sebelum Kairo pergi, Hayden menggapai lengan tangan Kairo yang berurat, yang tidak jauh dari tangan dirinya. Dan Hayden pun menarik lengan itu sampai membuat tubuh mereka bertubrukan satu sama lain. Perlahan demi perlahan, hayden mendekati wajah Kairo dan....
***
Pagi terlah menerpa di belahan bumi yang masih sangat asri. Seorang kekasih sedang melakukan kegiatan paginya yang belum usai dari malam tadi, seorang pria masih terus menggempur kekasihnya dengan tempo yang sangat cepat. Ia tidak memberikan jeda sedikitpun kepada istrinya itu,
Vanandya, hanya pasrah saja mendapatkan gempuran dari sang suami, ia tak menyangka kalau godaan dirinya keluar dari kamar mandi membuat ia tidak bisa tidur sedikit pun. Bagaimana bisa suaminya Sangat kuat bertarung di dalam ranjang.
"Sayanghhh..akuuu..mau..ahhhh.. keluar..." ucap vanandya kepada suami'nya.
"Bareng sayang..!!" suara berat valdes membuat sang gua merasakan gempa.
Berapa menit terlah berlalu, mereka sudah mengeluarkan yogurt dan susu ke dalam wadah agar bisa segera di olah menjadi bayi bajang. eh bayi manis.
Valdes, tertidur di samping Vanandya dengan tangan memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat. Ia seperti tidak ingin jauh-jauh dari sang istri.
***
Di lantai bawah seorang anak sedang menggerutu yang tidak jelas, karena sudah siang begini orang tuanya belum saja turun dari kamarnya. Dengan mulut berkomat-kamit, ia sarapan dengan di temani oleh saudara kembar'nya.
__ADS_1
"Mulut kamu ini kenapa? Kenapa sejak tadi terus saja berkomat-kamit seperti seekor Tengkek." tanya vegas kepada adiknya itu, lalu ia memasukkan sesuap nasi kedalam mulutnya.
"Kak, masa mommy dan daddy belum keluar juga? Apa mereka sedang bikin dedek bayi? Masa ia sih aku harus memiliki seorang adek?" gerutu vagas.
Vegas, yang memang pikirannya sudah dewasa hanya menggelengkan kepala saja, menanggapi perkataan adiknya itu yang masih anak-anak.
"Sebaiknya anak kecil yang berkata seperti itu pamali?"
"Cih. Jangan panggil aku anak kecil vagas?" ujar vagas yang tak terima dirinya di panggil anak kecil oleh saudara kembar'nya.
"Lah, kamu kan anak kecil, usia kamu juga masih 4,5 tahun. Jadi, jangan ikut campur urusan orang dewasa." bantah Vegas.
"Vegas, sayang yang paling imut dan manis. Bukannya, kamu juga anak kecil ya?" tanya vagas. Karena, dirinya di sebut anak kecil sedangkan dia tidak, kan umur mereka cuma selisih 5menit saja.
"Bukan!! Aku, mah sudah dewasa. Dan sudah bikin bisnis sendiri." Vegas tidak suka kalau dirinya di katain masih anak-anak.
"Nggih lah kula nurut mawon, punapa tembung sampeyan ingkang alit ngalah. (Iya lah aku nurut saja apa kata kamu yang kecil ngalah.)" ucap vagas kepada vegas dengan menggunakan logat Jawa, yang selama ini di ajari oleh eyang Eleanor.
Vegas, melongo mendengar perkataan adiknya, yang sangat sudah di pahami. Walaupun ia bisa dalam segala bidang, tapi ia tidak pernah mendengar bahasa Jawa.
"Bisa kamu artikan?" ucap vegas.
"Nonono!!" ucap bagasi sambil menggeleng-gelengkan kepala, ia tak ingin memberikan artinya kepada Vegas. Karena, dia sudah membuat dirinya kesal.
"Sedang apa kalian...?"
...----------------...
Mohon maaf untuk sementara waktu aku hanya bisa memberikan update satu bab saja. Karena, masih ada kerjaan dan kepentingan keluarga.
Semoga ceritaku, bisa di pahami oleh kalian. Dan aku minta maaf karena ceritaku tak sebagus cerita sebelah. Karena, aku hanya mengikuti imajinasiku sendiri.
__ADS_1
Jika tidak suka dengan ceritaku tidak apa-apa. Dan jika suka ya Alhamdulillah, semoga bisa menghibur kalian. Jangan lupa berikan dukungan dengan like end komen
TERIMA KASIH