CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 209


__ADS_3

Mansion Marquez..


Valdes, sangat terkejut mendengar permintaan anak-anaknya dan juga istrinya yang meminta ia membawa kerena api. Namun, sedetik itu Valdes tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan mereka.


Mereka yang melihat Valdes tertawa terbahak-bahak menatap heran Sampat mengerutkan dahinya.


"Apa yang kau ketawa kan?" tanya Vanandya.


"Habis'nya permintaan kamu terlalu mudah untuk aku turuti." ucap Valdes dengan sombong sampai membuat mereka berdecak sebel karena mendengar kesombongan Valdes.


Valdes, memang sangat ahli dalam bidang apa saja bahkan ia pandai mengendarai kendaraan mulai dari mobil, kereta, pesawat, kapal, motor, bahkan kendaraan yang lain.


Maka, dari itu permintaan istrinya terlalu mudah untuk ia turuti asalkan saja ia jangan pernah meminta dirinya untuk memanjat pohon, jika ia memanjat pohon bisa-bisa ia akan masuk ke rumah sakit.


Vanandya dan twins pergi entah kemana sejak mendengar kesombongan Valdes. Ingin, rasanya mereka mematahkan kesombongan Valdes, tapi mereka tidak mengetahui kelemahan yang di milik oleh Valdes.


Karena hari sudah semakin sore mereka pun segera membersihkan bada mereka.


***


Pyarr...


Sebuah bingkai terjatuh dari tangan seorang wanita paruh baya. Ia, tidak menyangka kalau foto itu adalah foto sahabatnya wanita yang sudah membuat perjanjian perjodohan satu sama lain.


Ia, lalu bertanya kepada mantu'nya tentang siapa wanita yang ada di bingkai yang ia pecah'kan kenapa foto itu ada di dalam mansion milik mantu'nya.


Vernando Adhikara adiwilaga.


Pria yang tidak lain adalah mantu dari shanty pamungkas, wanita itu benar-benar sangat terkejut akan hal itu.


"Vernando, siapa wanita di dalam foto itu?" tanya shanty kepada vernando sambil menunjuk ke arah bingkai foto yang ia pecah'kan.

__ADS_1


"Dia, adalah bunda aku ma? memang kenapa?" tanya vernando.


Deg..


Shanty benar-benar sangat terkejut mendengar perkataan dari vernando ia tidak menyangka ternyata vernando adalah anak dari sahabatnya yang terlah tiada berapa tahun yang lalu.


Ia, terduduk lemas andaikan ia tau sebelumnya pasti ia dengan senang hati menerima vernando dengan lapang dada.


"Jadi, kamu adalah anak dari Vera dan venton?" tanya shanty.


"Mama, tau dari mana? kenapa mama bilang kalau aku adalah anak dari mereka?" vernando balik bertanya kepada mama shanty.


Pitaloka yang berada di situ, hanya diam saja menyimak pembicaraan mama dan suaminya ia juga tidak menyangka kalau suami'nya yang seorang pembisnis adalah anak dari keluarga besar dan sangat di sanjungi di negara Konoha.


Bahkan, saat ini ia harus mendapatkan gelar sebagai permaisuri dari keraton Adiwilaga yang berpusat di jantung tanah Jawa. Karena, tempat itu adalah tempat yang sangat strategis karena di tengah-tengah pulau Jawa.


Dari, buku sejarah yang Pitaloka baca ada sebuah tiga kerajaan yang membentuk segitiga. Entah apa yang di maksud yang jelas Pitaloka tidak mengetahuinya ia hanya membaca saja apa yang di katakan oleh buku sejarah.


"Iya, verna mama tau semua bahkan mama tau kalau ayah kamu terpaksa menikahi Rebecca karena rebecca hamil di luar nikah karena kesalahan adiknya. Tapi, mama tidak mengetahui mereka berasal dari keluarga mana, yang jelas mama tau kalau venton adalah ayah biologis kamu," mama shanty menjelaskan kepada mantunya tentang apa yang terjadi.


Vernando menganggukkan kepala ia memang sudah tidak memiliki dendam kepada siapapun tapi ia akan membalas rasa sakit Keluarga'nya karena kesalahan mereka yang sudah menghancurkan keluarganya.


"Dan, ya mama sangat bahagia teryata perjanjian perjodohan yang kami lakukan terlah terwujud." ujar mama shanty.


"Maksud mama?" tanya Pitaloka, menimpali pembicaraan mereka.


Mama shanty menjelaskan tentang perjodohan yang di lakukan oleh ia dan Vera saat itu mera yang tengah hamil menumpang di kediaman nya karena ia takut akan kena marah oleh orangtuanya karena harus hamil di saat belum melakukan pernikahan.


Setelah hal itu kami saling bersama bahkan saat pertama kali Vera nyidam ia yang harus menurutinya. Namun, warga sekitar mengetahui kalau rumah shanty memasukkan wanita hamil di luar nikah.


Karena, Vera tidak ingin Keluarga Santi malu ia pergi dari tempat itu. Namun, sebelum Vera pergi mereka melakukan perjanjian jika anak Vera laki-laki dan anak Shanti perempuan mereka sepakat untuk menjodohkan mereka berdua.

__ADS_1


Tali, shanty sangat ragu karena pasti mereka bakalan terpisah karena jarak dan negara yang akan mereka singgahi.


Namun, dugaan shanty salah ia tidak menyangka kalau perjodohan yang mereka lakukan benar-benar terjadi bahkan keduanya bersama dalam kesalahan mereka sendiri. Memang, jodoh itu tidak bakalan kemana jika mereka sudah berjodoh kemana pun kalian pergi jodoh kalian bakalan mendatanginya.


Mendengar penjelasan dari shanty vernando dan Pitaloka sangat terkejut jadi keduanya memang sudah di jodohkan oleh kedua orangtuanya.


"Ya, sudah kalau gitu kita makan malam dulu yuk ma?" ucap Pitaloka.


"Benar ma kita makan terlebih dahulu ma?" timpal vernando.


Mereka, pun berjalan ke arah ruang makan yang sudah banyak hidangan di meja makan, semua itu sudah di siapkan oleh para pelayan dari mansion milik Adiwilaga.


Namun, sebelum mereka makan ada seorang yang datang yaitu Kavita dan keluarga, mereka datang di waktu yang tepat. Vernando pun langsung menyuruh ibu, ayah dan adiknya untuk ikut makan bersama dengan mereka.


Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara. Karena, peraturan keluarga memang seperti itu tidak ada yang berbicara di saat makan sudah mulai.


Apa, lagi vernando baru saja mempelajari tentang peraturan dan kebudayaan yang ada di dalam keraton Adiwilaga.


**


Sementara di mansion lacerta..


Saat, ini opa Rudra, Oma Eleanor dan Hendrik sedang makan malam. Namun, pupil mata Hendrik mencari keberadaan istrinya berada karena ia tidak menemukan keberadaan vaira sejak ia pulang dari kantor.


Ingin rasanya Hendrik bertanya tapi ia tau kalau saat ini mereka sedang ada di meja makan tidak baik ia menanyakan hal itu kepada orangtuanya.


Sampai mereka menyelesaikan makan malamnya Eleanor hanya diam saja tidak ingin memberitahu anak dan suami kalau ia sengaja mengumpat kan varisa di mansion miliknya.


Ada, rasa gengsi dan Ego yang begitu besar ada dalam tubuh Hendrik jadi ia tidak bertanya tentang perginya varisa. Ia, menduga kalau varisa berada di kediaman Marquez untuk menjenguk cucu-cucunya.


Jadi, Hendrik diam saja laku ia pergi ke kamarnya karena ia harus mengerjakan pekerjaan kantor yang sempat tertunda. Apa, lagi ia harus mengecek data perusahaan yang sedang melonjak.

__ADS_1


menit demi menit jam demi jam. Hendrik mengerjakan pekerjaan kantor sampai selarut malam bahkan jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam istrinya belum juga pulang.


"Apa, kamu mengetahui dimana varisa?"


__ADS_2