
"Selamat datang kembali di mansion Miharjo."Ucap sepasang wanita paruh baya kepada keluarganya. Mereka menyambut kedatangan keluarga kakak'nya dengan gembira karena datangnya my princess ke rumah Miharjo terlah sekian lama.
Pasangan itu pun berjalan mendekati Hazel dan Vanandya lalu memeluk kedua wanita itu.
Mereka pun saling melepaskan rindu yang terlah lama tak berjumpa satu sama lain.
"Sonya, dimana anakmu?"Tanya nyonya Eleanor saat melihat sekeliling rumah tapi tak menemukan keberadaan cucu lain'nya.
Saat Sonya akan akan menjawab pertanyaan sang ibu sudah terlebih dulu di sambut dengan suara sang anak.
"Hallo.. Hallo.. Apa ada yang sedang merindukan aku sampai-sampai ada yang mencari namaku."Teriak seorang pria yang tak lain adalah Axel Artamevan Maghfir. Anak kedua dari pasangan Sonya erllena lacerta dan Briyan Artamevin maghfir.
Mevin yang saat itu kehilangan putrinya, langsung membawa istrinya pindah ke Jerman, karena tak tahan melihat Sonya selalu terpuruk akan kepergian putrinya. Setelah perpindahan mereka, satu tahun di karuniai seorang anak laki-laki dan saat itulah keadaan keluarga mereka berangsur-angsur pulih.
Setelah Keluarga'nya lengkap mereka pun berjalan ke arah meja makan, yang sudah di sediakan oleh Sonya.
Saat semuanya sudah pada duduk di tempatnya masing-masing varisa dan Sonya mengambil kan makanan buat mereka.
"Kak, aku senang keluarga kita sudah seperti dulu lagi?"Ujar Sonya kepada kakak ipar.
"Kau benar lenna, tapi keadaan tak seperti dulu, kita audah kehilangan orang-orang kita sayang."Ucap varisa kepada lenna. Saat mengingat putra, ibu dan ayah mertua.
Grayland yang melihat situasi menjadi melow langsung mencairkan suasana, dengan berpura-pura sakit.. "Aduh Oma Grayland sakit."Ucap grayl sambil memegang dadanya.
Varisa yang berada di samping cucu langsung bertanya. "Sayang apa yang sakit? Cepet beri tahu oma! Oma tak ingin kamu kenapa-kenapa."Varisa sangat khawatir saat mendengar cucunya mengeluhkan rasa sakit.
Grayland pun menunjukkan di mana letak yang sakit. "Disini Oma, hati gray sakit melihat drama melon eh melow orang dewasa."Ucap gray dengan suara anak kecil.
Semua keluarga tercengang dengan ucapan anak kecil, namun tidak dengan Vanandya yang tersenyum sambil mengacungkan jempolnya kepada keponakan nakal.
Hazel yang melihat interaksi antara adik dan anaknya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah mereka. Namun ia juga senang karena rencana sang adik keluarga menjadi tersenyum kembali.
Setelah selesai makan siang mereka pun kembali ke aktivitasnya masing-masing. Saat ini Vanandya sedang menemani kakaknya di dalam kamar.
"Van,, sebenernya siapa pria yang terlah menikah denganmu? Apa melewatkan sesuatu?"
Vanandya pun menghela nafas panjang, berat untuk ia ceritakan kepada kakak apa lagi kondisi kakak yang baru pulih. Ia lalu menatap lekat sang kakak.
"Kakak ingin tau semuanya?"
"Iya kakak, ingin mengetahui semuanya.!"
__ADS_1
Dia lalu menjelaskan pertama saat kakak koma dan setelah kematian kakak laki-lakinya. Ia juga menceritakan tentang siapa pelakunya yang tidak lain adalah keluarga Marquez.
Setelah kehilangan kedua anaknya bunda mengalami depresi dan harus di tangani oleh dokter psikolog Selema berapa taun. dan dimana ia harus menikah dengan Virendra tapi ia berhubungan dengan Valdes. dan ia pun memiliki anak bersamanya, dengan berapa bulan yang lalu ia dan Virendra terlah resmi bercerai.
Hazel tak menyangka teryata adiknya melakukan itu hanya membalaskan dendam kepada keluarga Marquez.
"Apa kamu bertemu dengan green?"
"Iya kak, aku bertemu dengannya. Bahkan saat itu green selalu bersamaku"
TESS!
TESS!
Buliran bening keluar dari pelupuk mata Hazel, dia merasa sedih karena ia sangat merindukan sosok green.
"Apa wanita itu baik kepada green?"
Vanandya terdiam karena selama ia di sana ia belum bertemu dengan sosok ibu dari green itu.
"Sebaiknya kakak istirahat."
"Kakak tidak bisa istirahat Va."
"Baiklah tapi kamu temenin kakak ya.. ya.. ya?"
Vanandya menghembuskan nafas kasar'nya ia pun menuruti keinginan sang kakak yang ingin tidur bersama dengan dirinya.
***
Sementara di tempat lain seorang pria sedang ngamuk karena kebodohannya.
"Akhhh!! Brengsek kenapa perasaan ini semakin besar saat sudah berpisah dari Vanandya? Maafkan aku Vanandya andaikan dulu aku peka dengan perasaanku pasti kak Valdes tak mengambilku dari sisiku"Gumam virendra dengan dirinya sendiri saat berada di kamarnya dengan barang yang berserakan.
Virendra pun menyambar jaket hitam, lalu dengan tergesa-gesa dia pergi dari kamar untuk menemui sang kakak.
Ia berjalan keluar rumah tanpa melihat seseorang yang sedang duduk.
Rebecca yang melihat virendra pergi pun merasa khawatir, karena tak seperti biasanya virendra pergi dengan keadaan kacau.
"Mama!"Panggil seorang anak kepada sang ibu.
__ADS_1
Rebecca yang di panggil pun menoleh ia mendapati sang putra bungsu yang ada di samping.
"Vernon kau mengejutkan mama saja?"
"Maafkan aku ma,"Sesal Vernon kepada sang ibu. Namun ia melihat sang ibu merasa cemas pun bertanya. "Apa apa dengan mama kenapa seperti memikirkan sesuatu?"
"Sayang mama khawatir dengan kakak kamu dia pergi dengan keadaan marah."
"Kakakku yang mana mah?"
"Kakak virendra."
"Ya elah mah.. mah.. Dia sudah tua kenapa mama khawatir?"
Plak! Rebecca menampol lengan anaknya itu, ia sangat geram dengan perkataan si bungsu yang tak di saring dulu.
Vernon meringis kesakitan karena perbuatan sang mama yang kejam kepada si anak bungsu.
"Ya Allah Apa anak yang Sholeh ini memiliki dosa? Sampai harus mendapatkan penganiayaan dari Seorang wanita tua.. eh Wanita cantik nan sadis.. eh baik maksudnya."Ucap Vernon sambil memukul-mukul bibir dengan telapak tangan. Karena merasa ceplas-ceplos berkata.
Vernon pun melirik ke arah sang mamah yang sudah mengeluarkan tanduk emas. Ia pun perlahan mundur berapa langkah dan ia ancang-ancang langsung kabur dari hadapan sang mama.
"VERNON AUSTRALIAN MARQUEZ.!!!"Teriak Rebecca menggema di seluruh mansion. Sampai membuat para pelayan menutup telinganya.
"KEMARI KAU ANAK NAKAL? MAMA TAK AKAN MENGAMPUNI MU.!"
Grey's yang mendengar suara Mamah hanya bisa diam saja. "Apa lagi yang anak nakal itu perbuatan? Kenapa senang sekali mengganggu singa betina."Gumam Grey's yang merasa kesel karena anak itu selalu saja mengganggu.
"Hazel.!Dimana kamu? Apa kamu tak kangen dengan kita?"Gumam Grey's saat mengingat kembali dimana ia tanpa sengaja menidurinya.
Hazel adalah wanita yang sangat berharga karena dia yang membuat dirinya melupakan kesedihan dan kekesalan,
"Hazel andaikan kita bisa bertemu aku ingin meluk kamu ingin menikahi kamu?"Namun semua itu hanya mimpi belaka, karena ia tidak tau keberadaan Hazel dimana.
***
BUGHH!
BUGHH!
BUGHH!
__ADS_1
BUGHH!
"Akan aku pastikan dia akan kembali bersamaku?"