
Semua orang sedang menanti jawaban dari vernando, yang ingin memberi tau siapa sosok ayah kandung vernando, yang sejak lama mereka ingin ketahui.
"Siapa?" tanya hazel.
"Ayah kandungku adalah.." sebelum vernando menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh seorang dengan tegas.
"Venton Hutabarat Marquez! Kekasih dari Vera Adiwilaga," ucap seorang wanita yang baru saja datang bersama dengan keluarganya.
Degh..
Seketika itu juga jantung keluarga Marquez seakan-akan berhenti mendengar nama 'Venton' di sebut, dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah venton adalah ayah biologis dari vernando. Mereka semua benar-benar tidak menyangka akan hal itu.
"Apa maksud kamu?" tanya vinton.
Varisa Adiwilaga.
Dia datang bersama dengan suami, mereka sebenarnya ingin berangkat ke luar negeri untuk menjenguk mertuanya tapi mereka urungkan niatnya. Karena cuaca sedang buruk. Dan sekarang mereka berkunjung ke kediaman Marquez untuk berpamitan kepada putrinya, namun mereka mendengar semua yang terlah di katakan oleh keluarga Marquez.
"Ya, ayah kandung dari vernando adalah venton anak anda tuan vinton, venton dan Vera adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Namun saat venton akan memperkenalkan kekasihnya, venton mendapatkan kabar dari adiknya bahwa Rebecca tengah hamil anak dari Victor, dan Victor meminta venton menikahi Rebecca." jelas varisa.
Lagi-lagi, membuat keluarga merasa terkejut dengan apa yang terlah di katakan oleh varisa, mereka tidak menyangka kalau venton memiliki seorang putra.
Victor, yang mendengar itu hanya terdiam, ia merasa bersalah kepada sang kakak jika saja ia tidak meminta kakak'nya menikah dengan Rebecca pasti saat ini dia masih ada bersama dengan istri dan anaknya.
"Ja-jadi kamu putra dari venton?" ucap Rebecca terbata-bata.
Rebecca, sangat sedih karena dirinya lah menjadi halangan bagi Vera dan Venton,
"Benar Rebecca, vernando adalah putra dari Venton dan princess Vera, dan vernando adalah pangeran dari kerajaan Adiwilaga, yang nantinya akan menjadi penerus Kerajaan adiwilaga." ucap varisa. Yang sengaja memperkenalkan calon raja. Ia ingin mengetahui apa reaksi seorang wanita di balik tembok.
Dan, benar saja seorang wanita sangat terkejut bahkan hampir mati, karena mendengar perkataan varisa yang mengatakan kalau vernando adalah calon raja dari keturunan raja Cedric Gervais.
"Tidak ini tidak mungkin, aku harus segera menyingkirkan mereka sebelum gelar itu jatuh ke tangan vernando, aku sudah mempertahankan semua'nya dari dulu, jadi keraton itu tidak boleh milik siapapun, keraton Adiwilaga hanya berhak di duduki oleh aku saja," gumam seorang wanita yang tidak lain adalah Eriska.
__ADS_1
Varisa, mendekati hazel yang terduduk tak berdaya mendengar semua kenyataan pahit ini. Dia benar-benar tidak menyangka kalau hazel bukanlah anak dari keluarga lacerta.
"Hazel?" panggil varisa secara lembut.
"Bunda pasti bohong kan? Aku anak bunda dan ayah kan? Jawab dong bunda? Aku anak bunda kan?" ucap hazel dengan suara sedih'nya.
"Walaupun, bunda tidak melahirkan kamu, tapi bunda sangatlah menyayangi kamu seperti seorang anak kandung, dan bunda akan terus menganggap kamu seperti anak bunda karena kamu anak dari saudari kembar bunda," ucap varisa dengan sedih.
"Cih, anak P*k ternyata," ucap Gisel dengan sinis.
Semua orang menatap ke arah Gisel yang berani mengatakan itu kepada hazel, Grey's yang tidak terima pun marah sampai menampar pipi Gisel,
"Berani sekali kamu mengatakan itu kepada istrinya, akan aku buat menderita kamu." ucap Grey's,
Ia langsung menyeret Gisel ke dalam kamarnya dan ia pun mengunci pintu kamarnya sampai Gisel tak bisa keluar.
"Hazel apapun itu kamu harus menerima semua kenyataan ini, karena walau bagaimanapun juga Vera dan Bart adalah orangtua kandung kamu." sambung varisa.
Mereka semua hanya melihat kepergian hazel yang keluar dari kediaman. Saat mereka akan mengejar hazel sudah lebih dulu di hentikan oleh Hendrik.
"Biarkan saja hazel tenang dulu, mungkin saat ini dia membutuhkan waktu sendiri. Apa lagi dia harus mendapatkan kenyataan semua ini." ucap Hendrik.
Mereka pun mengiyakan perkataan dari Hendrik untuk tidak mengejar hazel.
"Vernando jadi kamu adalah cucuku?" ucap vinton yang sangat bahagia bisa melihat venton putranya yang sudah tiada.
Vinton ingin memeluk tubuh vernando tapi vernando menolak pelukan itu, rasanya ia masih tidak terima dengan semua'nya, tidak mudah bagi vernando untuk memaafkan pa yang terlah keluarga Marquez perbuat kepada adik dan bunda'nya.
"Lebih baik saya permisi dulu karena banyak kerjaan yang harus segera di lakukan," ucap vernando yang ingin menghindari keluarga Marquez.
"Vernando, tinggal lah lebih lama disini? kakek ingin mengenal kamu lebih jauh," ucap kakek vinton.
"Maaf saya tidak bisa tuan vinton, karena saya tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga anda tuan vinton." ucap vernando, yang langsung mengajak istrinya pergi dari kediaman Marquez.
__ADS_1
Semua keluarga sekarang diam tak banyak suara karena mereka masih syok dengan apa yang mereka dengar,
Varisa menghampiri putrinya ia dan Hendrik berpamitan pergi karena mereka harus segera berangkat ke luar negeri untuk menjenguk kondisi Eleanor.
"Sayang, bunda sama ayah mau pamit dulu ya?" ucap varisa kepada putrinya.
"Bunda beneran mau pergi?"
"Iya sayang bunda akan pergi untuk mengurus Oma kalian, karena ayah kalian harus bertanggung jawab karena ayah kalian yang membuat Oma kalian jadi seperti ini,"
"Baiklah bunda, bunda harus jaga kondisi bunda tangan sampai sakit," ucap Vanandya.
Setelah mengatakan itu mereka berdua berpelukan satu sama lain, sebenarnya vanandya tidak ingin bunda'nya pergi dari negara ini tapi mau bagaimana lagi bunda harus pergi untuk mengurus Oma, yang sudah tinggal di kediaman Roosevelt,
Sekarang giliran Hendrik yang memeluk putrinya ia meminta putrinya untuk menjaga diri dan ia meminta kepada putrinya kembali mengurus perusahaan yang berada di sini.
Begitu sebaliknya vanandya juga memberikan peringatan jika sampai ayah'nya melukai hati bunda'nya, ia benar-benar akan membawa bunda'nya pergi dari sisi ayah dan ia juga akan sangat membenci ayahnya jika sampai itu terjadi.
Hendrik mengiyakan permintaan sang putri untuk tidak melukai varisa, lalu ia melepaskan pelukannya karena ia dari tadi sudah mendapatkan tatapan tajam dari sang mantu.
"Sudah ya sayang nanti ada yang mengamuk jika ayah terlalu lama memeluk kamu." ucap Hendrik yang melirik sang mantu.
Vanandya, hanya menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan suaminya yang terlalu cemburuan karena terlah memeluk ayahnya.
Hendrik, varisa dan Bart pergi dari tempat itu, dengan rasa sedih karena harus meninggalkan Putrinya.
"Lihat kan? Karena perbuatan tuan Victor, vernando harus terpisah dengan Daddy dan karena Victor Vernando tidak mendapatkan kasih sayang dari Daddy." ucap Valdes yang marah kepada Victor.
Victor hanya diam saja saat Valdes berbicara, memang benar jika dirinya yang bersalah,
"Victor, karena keegoisan kamu yang menginginkan jabatan kamu menghancurkan semuanya kamu menghamili Rebecca tapi kamu tidak ingin bertanggung jawab, dan kamu malah meminta venton yang bertanggung jawab di saat dia akan menikah dengan Vera, ayah benar-benar kecewa sama kamu," ucap vinton yang langsung pergi dari ruang keluarga.
"Aku. Sangat membenci mu tuan Victor.!"
__ADS_1