
Saat ini ambulans yang membawa korban kecelakaan yang menimpa anak dari Valdes dan vanandya, dan ibunda dari Vanandya sudah sampai di depan rumah sakit, dan mereka langsung di turunkan dari mobil ambulans dan segera membawa mereka ke ruang IGD.
Valdes pun menemani anaknya yang terbaring di brangker dengan wajah yang sudah tidak bisa di kenali lagi bahkan banyak bekas luka yang berada di tubuhnya.
"Come on, Don kamu pasti kuat. Daddy akan melakukan apapun agar kamu bisa selamat dan bisa berkumpul lagi dengan Vegas, mommy dan yang lain." ujar Valdes sepanjang jalan menunju ruang IGD.
Ia sampai tidak memikirkan luka yang dia dapat di kakinya karena tembakan dari kaparat kepolisian, ia akan membalas para polisi yang sudah membuat dirinya terluka. Karana seorang Valdes tidak akan membiarkan orang itu lepas setelah menyakiti dirinya.
Bahkan ia tidak perduli, entah itu polisi atau penjabat sekalipun sekalinya ia bertindak ia akan melakukan apapun untuk menyerang mereka.
Setelah keduanya sudah di masukan ke dalam IGD, sang suster menyuruh keluarga Marquez tetap berada di ruang tunggu. Karena tim dokter akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan mereka.
"Val, tenanglah kakak, yakin dia adalah anak yang kuat, kita hanya perlu memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan vagas." ujar Grey's memberikan semangat kepada Valdes.
Namun, Valdes tak menjawab, karena ia sedang menahan rasa nyeri di kakinya karena masih terdapat peluru yang bersarang di kakinya, sampai tak ia pingsan, jika tidak segera di pegang oleh Grey's ia bakalan jatuh.
Vernando segera meminta kepada dokter untuk segera memeriksa keadaan dari Valdes, karena saat ini kedua peluru masih berada di dalam kaki Valdes.
Karena mereka takut terjadi apa-apa jadi mereka segera meminta kepada dokter untuk mengambil peluru yang bersarang di kaki Valdes.
Valdes pun segera di tangani oleh dokter dan para suster untuk membantu mengeluarkan peluru dari dalam kaki,
"Kak, apa kita sebaiknya kabari keluarga kita?" tanya virendra.
"Jangan dulu, kita harus menunggu Valdes sadar dan kita juga belum mengetahui kondisi bunda dan vagas," ujar Grey's.
"Benar, sebaiknya jangan dulu karena saat ini Vanandya sedang sok karena habis kehilangan janinnya, jadi kita menunggu keputusan dari Valdes. Karena walau bagaimanapun juga Valdes adalah suami dari vanandya dan Daddy dari anak-anak." ujar Hendrik
Deg.
Mereka sangat terkejut mendengar vanandya baru saja kehilangan seorang janin, bahkan mereka tidak mengetahui kalau Vanandya sedang hamil,
"Ayah, apa maksud ayah?" tanya ketiga pria itu,
Hufhh.
Helaan nafas panjang terdengar dan menghembuskan dengan kasar. ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia berangkat ia sudah mendengar penjelasan dari Vernon dan Laksh. kedua pria yang selalu bersama.
Ketiga pria tersebut terdiam meraka merasakan sedih karena mendengar vanandya keguguran, apa lagi saat ini bunda dan vagas sedang berjuang melawan maut.
__ADS_1
Satu jam, dua jam dan susah tiga jam mereka di tempat itu tapi belum ada tanda-tanda dari sang dokter keluar dari perawatan varisa dan. vagas. Padahal saat ini Valdes sudah menjalankan perawatan pengambilan perlu dan, bahkan ia sudah bisa berjalan, tapi harus menggunakan tongkat.
Tapi para dokter yang merawat mereka belum juga keluar dari ruangan.
"Kak, bagaimana apa mereka sudah keluar?" tanya Valdes.
Semua orang menggelengkan kepala karena mereka juga bingung kenapa mereka sangat lama melakukan perawatan kepada vagas maupun kepada varisa.
"Hm, Valdes Sebaiknya kamu temui istri kamu dulu karana saat ini dia sedang membutuhkan kamu ada di sampingnya," kata Hendrik.
"Apa terjadi sesuatu kepada vanandya, sampai kamu menyuruh saya menemani Vanandya?"
"Iya saat ini vanandya sedang tidak baik-baik saja karena dokter mengatakan kalau Vanandya mengalami keguguran, karena tendangan dari Ameera yang begitu keras di bagian perutnya membuat janin yang di kandung Vanandya tidak bisa di selamatkan." ujar hendrik.
Deg.
Bagaikan sebuah pohon yang di tebang membuat Valdes tak mampu berdiri lagi, bahkan ia langsung berlutut ia tidak lagi menghawatirkan keadaan dirinya yang baru saja di operasi. Yang saat ini ia khawatir Adalah keadaan anak dan istrinya.
"Apakah ini karma buat ku tuhan karena sudah jahat kepada orang tua, dan sudah mengambil wanita dari adiknya. Apakah ini adalah dosa yang harus aku tanggung tuhan? Aku juga sudah membunuh orang-orang yang tidak bersalah, dan apa ini juga balasan untukku karena banyak orang yang mengutuk atas perbuatan ku?" monolog Valdes, batinnya sedang berperang dengan pikirannya.
Dan tepat saat itu dokter keluar dari IGD dan menanyakan tentang keluarga dari varisa dan vagas,
Mendengar itu Valdes langsung berdiri dan mendekati sang dokter dengan yang lainya.
"Benar dok bagaimana keadaan istri saya saat ini dok?"
Valdes dan hendrik bertanya kepada sang dokter begitu dia keluar dari perawatan.
Para tim dokter, suster dan berapa perawat yang hadir terdiam sejenak sambil menunduk, dengan sedih karena ia tidak berhasil menolong mereka.
"Dengan berat hati kami dokter meminta maaf kepada kalian, karena tidak bisa menyelamatkan tuan muda vagas dan nyonya varisa. Mereka sudah di panggil terlebih dahulu oleh sang pencipta."
Deg...
Ucap sang dokter membuat mereka semua mematung, sampai membuat Valdes menarik kerah kemeja sang dokter karena dia sangat tidak terima kalau anak dan mertuanya mati begitu saja.
"Kamu jangan bercanda, mana mungkin anak dan mertua saja meninggal?! bentak Valdes sampai membuat ruangan itu terdengar teriakan dari Valdes.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa tuan, kita hanya tim dokter yang kerjanya cuma membantu kesembuhan pasien, selebihnya itu kehendak sang pencipta. Kita tidak mampu melawan kehendaknya." ujar dokter.
__ADS_1
Grey's Langsung menarik tangan Valdes dan ia meminta kepada Valdes untuk tenang tapi, Valdes tetap Valdes ia tidak akan pernah mendengar apa perkataan orang lain.
Ia segera pergi menemui istrinya yang sudah di beri tau kepada Laksh kalau istrinya berada di ruang VVIP.
Grey's dan yang lain'nya yang melihat kepergian Valdes langsung mengikuti Valdes takut Valdes membuat kerusuhan.
Dengan langkah yang datar ia berjalan melewati orang-orang yang berada di situ.
*
*
*
*
Di depan perawatan Vanandya.
Belum sempat Rebecca menjawab, Valdes dan yang lain datang menghampiri mereka dengan wajah dan tampang yang sangat sulit di artikan, bahkan baju mereka banyak bercak darah dan berapa bayu mereka juga kusus.
Apa lagi mereka melihat kaki Valdes di perban. Mereka segera menghampiri Valdes dan yang lain,
"Valdes apa yang terjadi, kenapa kaki kamu di perban seperti itu? Dan kenapa baju kamu juga kusut?"
"Kalian berhasil kan menyelamatkan vagas dan varisa?"
"Mereka.. Mereka."
"Mereka kenapa? Jawab mama val? Grey's apa yang terjadi? vernando cerita jangan buat mama khawatir."
"Mereka sudah meninggal.. Kami gagal menyelamatkan vagas dan bunda." ujar Valdes.
Pyarrrrr...
Sebuah gelas terjatuh yang berasal dari dalam kamar. Mereka segera masuk ke dalam ruangan dan menemukan seorang wanita yang terjatuh dari ranjang dengan tangan yang berdarah akibat terkena pecahan gelas.
"Sayang..!!"
"Katakan padaku apa yang kamu katakan tadi itu bohong kan? Bunda dan vagas gak mungkin meninggal kan?"
__ADS_1
"Itu semua benar, mereka tidak bisa di selamatkan lagi."
"TIDAKKKKKKK..