
"APA KAU GILA..?"Bentak Valdea kepada wanita di depannya yang tak lain adalah adiknya sendiri. Karena dia tiba-tiba menampar pipi istrinya.
Saat Valdes akan membalas menampar pipi adiknya langsung di cegah oleh Vanandya untuk tidak berbuat kasar, karena sampai melakukan maka Amira akan selalu membenci dirinya.
Bodyguard suruhan Axel pun dengan sigap menghalangi apa yang akan di buat valdes karena saat ini kekasih Amira sedang ada telpon mendadak yang mengharuskan dia pergi.
"Pasti ini gara-gara kamu kan? Hubungan Kakak dan Tanu jadi renggang!"Bentak Amira kepada Vanandya yang tak memperdulikan kemarahan kakak'nya. Itu karena saat ini kemarahan Amira sudah meledak.
Vanandya pun pengelap sudut bibirnya yang terluka menggunakan ibu jarinya, ia lalu menatap tajam kearah Amira yang ia lihat mempunyai dendam kepada dirinya.
"Saya tidak pernah menghancurkan hubungan mereka! Justru kakakmu sendiri yang menghancurkan cinta Tanu kepada virendra."Ucapnya dengan dingin.
Amira pun menatap ke arah Tanu dengan tatapan bertanya apa benar apa yang terlah di katakan oleh Vanandya. Namun Tanu hanya diam saja ia tak berani'menjawab pertanyaan Amira.
"Jawab Tanu! Apa benar apa yang di katakan wanita itu?"Bentak Amira.
Tanu yang hanya diam saja pun mendongak menatap ke arah amira, dia berani membentak dirinya.
"Kenapa tanu.. Apa kakaku bermain dengan wanita lain atau kau sendiri yang bermain dengan. pria lain?"Ujar Amira dengan sinis, sampai membuat Tanu merasa marah
PLAKK! Suara tamparan kembali bergema di ruangan itu yang membuat Virendra dan keluarga terkejut dengan apa yang terlah Tanu perbuat membuat mereka sangat marah, apa lagi Amira adalah sosok wanita tunggal di dalam keluarga Marquez.
Saat Rebecca akan menyamperi mereka Langsung di hadang oleh varisa dan Sonya untuk tidak ikut campur dalam masalah anak muda.
"TANUJA THOLENSE! BERANI SEKALI KAU MENAMPAR PIPI ADIKKU DENGAN TANGAN KOTOR'MU,"Bentak virendra saat melihat adik kesayangannya di tampar oleh Tanu.
Tanu yang mendengar itu menatap sinis ke arah virendra. "Kenapa tidak terima? Bukannya kau juga pernah melakukan ini kepada aku dan anakku!"Bentak Tanu kepada virendra.
Lagi dan lagi mereka harus mendengar berita yang membuat mereka terkejut karena ulah anak mereka.
__ADS_1
"TUAN. VIRENDRA ATHALLA MARQUEZ YANG TERHORMAT! PANTAS SEBUTAN APA YANG PANTAS BUAT PRIA BAJINGAN SEPERTI DIRIMU YANG TEGA MENYIKSA SEORANG ANAK YANG DI BAWAH LIMA TAHUN?"
Sekakmat Virendra terdiam dengan suara keras Tanu, yang sudah membuka kesalahan lama.. Bahkan dirinya sudah melupakan itu karena dia ingin mencintai Tanuja dengan sepenuh hati, namun Tanu kembali mengungkit apa yang terlah ia lakukan.
"Apa maksud kamu tanu?"Ujar Rebecca.
Tanu pun menjelaskan apa yang terlah di lakukan oleh virendra kepada dirinya dan. juga kepada anaknya, bahkan ia menceritakan kekerasan yang virendra buat sampai putranya mengalami depresi bahkan itu berdampak terhadap mentalnya.
Semua orang hanya menutup mulutnya dengan apa yang terlah di katakan oleh Tanu. Bahkan wanita itu sudah terduduk tak kuat lagi untuk bercerita,
Melihat Tanu yang seperti itu Vanandya pun merangkul pundak Tanu dengan lembut, lalu ia mengangkat Tanu untuk berdiri. Lalu ia mengajak Tanu untuk pergi dari ruangan itu, ia akan membawa pergi.
Valdes pun mengikuti dari belakang dengan di susul oleh keluarga lacerta karena mereka benar-benar merasa kecewa akan perbuatan anak mereka.
Abdy yang mendengar perkataan Tanu pun tidak segan-segan untuk memukul virendra sampai babak belur, ia tak terima anak dari tuanya di perlakukan seperti hewan oleh virendra. Walaupun sudah di hentikan oleh Victor, grey's, Faisal dan berapa anak buah lainnya tapi itu tak membuat abdy takut.
Sebenarnya Rebecca dan yang lain kecewa dengan atas apa yang terlah Virendra lakukan tapi mereka juga kasian melihat keadaan virendra yang terpuruk seperti ini.. Rebecca pun mengangkat tubuh putranya untuk segera berdiri.
"Akhhhh! brengsek kenapa takdirku seperti ini"Kata Virendra yang merasa dirinya orang terhina di sini sudah ia di benci oleh keluarga lacerta dan sekarang Abdy menyuruhnya untuk pergi dari kehidupan Tanu.
Tapi Virendra tak akan menyerah begitu saja ia akan buat Tanu jatuh cinta lagi sampai mereka tak akan menghalangi cintanya.
Vinton pun mengajak mereka untuk segera pergi meninggalkan gedung itu.
***
Setelah sampai di kediaman yang Rudra sewa, Rudra pun menyuruh semua orang untuk berkemas karena mereka akan segere pergi meninggalkan tempat ini, ia sudah muak melihat keluarga mereka yang selalu merendahkan keluarga dirinya.
Eleanor dengan lembut pun menuntun Tanu, walau bagaimanapun juga dia adalah cucu dari adik jadi cucu ia juga. Apa lagi dia sudah tak memiliki keluarga,
__ADS_1
Saat mereka akan pergi di halangi oleh Abdy, karena dia tidak setuju kalau nona Tanu harus pergi dari negara ini, karena disini adalah tanah kelahiran Tanu.
Rudra membantah atas apa yang di katakan oleh abdy, karena akan bahaya Tanu tinggal di sini tanpa di dampingi oleh seseorang.. Apa lagi musuh masih berkeliaran di luar sana, Rudra lebih meminta untuk perusahaan pusat di pindahkan ke negara Indonesia Agar Tanu bisa mengurusnya.
Abdy pun. mempertimbangkan apa yang terlah di katakan oleh tuan Rudra, tapi setelah Eleanor berbicara kalau dia akan menjaga dan merawat Tanu dengan baik pun. Abdy setuju,
"Nona, apa keputusan kamu? Apa kamu akan tetap tinggal di sini atau ikut bersama. mereka?"Tanya Abdy.
"Lebih baik aku ikut mereka,"Jawab tanu
"Baiklah jika itu keputusan nona aku tak bisa memaksa, aku akan segera memindahkan perusahaan Tholense ke Indonesia, dan aku juga akan mengirimkan anakku untuk menjadi asisten nona,"Ucap Abdy dengan sopan. Walaupun perusahaan akan di pindahkan ke Indonesia dan nona bakalan tinggal di sana, ia akan tetap mengawasi dari jarak jauh bersama dengan Hermawan.
"Paman, apa aku bisa berkunjung ke makam kedua orangtuaku?"
"Tentu saja nona aku akan mengantar nona kesana,"
Abdy pun mengajak nona dan keluarga lacerta, berkunjung ke makam keluarga Tholense, Selama di perjalanan Tanu dan Thommy hanya diam saja dengan Abdy yang mengendarai mobil.
"Nona apa dia tuan muda kecil?"Tanya Abdy saat melihat mata Thommy yang mirip sekali dengan tuan Liam.
"Iya om dia adalah Putraku."
"Apa pria itu adalah ayah dari anak nona?"Ucap Abdy dengan raut wajah yang sudah berubah menahan marah karena mengingat cerita yang di ucapkan oleh nona muda.
Tanu hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala.
***
"Maafkan aku.."
__ADS_1