CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 9


__ADS_3

"Dia adalah..."Ia ragu untuk mengatakan kepada suaminya. Yang notabenenya adalah kekasih si ondel-ondel bermuka dua, Karena mengingat kembali perlakuan dia terhadapnya membuat ia mengurungkan niatnya.


"JAWAB!!"Karena tidak mendapatkan jawaban dari istrinya. Ia mendekat kan wajahnya ke wajah istrinya. ' PLAK ' Saat ia akan mencium bibirnya sebuah tamparan mendarat ke pipinya, ia pun langsung menjauhkan wajahnya dari sang istri.


"Sialan. Kenapa kau menampar ku?"


"Kamu nanya? Hohoho. Salah siapa deket-deket, itulah akibatnya."Vanandya berbicara dengan ketus, ia tidak Sudi jika tubuhnya terkena sentuhan dari pria yang sudah kotor karena tercemar dengan sosok ondel-ondel itu.


"Ck. Bisa tidak kamu jangan berbicara seperti itu."Virendra sangat kesel jika wanita itu harus. Berbicara yang selalu di sebut-sebut oleh makhluk hidup yang ada di Indonesia. Siapa yang g kesel kalau ada orang yang bertanya pasti jawabannya. ' Kamu nanya? Kamu nanya? Kamu bertanya tanya. ' Itulah yang membuat darahnya mendidih seperti terbakar.


Lalu Vanandya. Kembali bersuara, kalau dia minta di turunkan di depan perumahan yang elit. Ia tidak tau rumah siapa yang akan di kunjungi, namun ia pun menurutinya saja.


Setelah Vanandya turun ia melanjutkan perjalanan. Karena hari ini akan ada meeting dengan koleganya, namun sejak tadi jantungnya terus berdetak dengan kencang, bahkan ia mengira kalau kalau saat ini ia terkena penyakit jantung.


"Gak. Mungkin aku terkena penyakit jantung kan?"Gumamnya sambil memegang dadanya.


***


Sementara itu Vanandya baru saja. Sampai di kediaman Keluarga'nya, ia pun menghampiri sang mama. Yang sedang memasak makanan, kebetulan karena dirinya belum sarapan pun menghampiri mamanya.


"Mama. Aku sangat kangen."Vanandya lalu memeluk mamahnya dari belakang, sampai membuat sang mama terkejut dengan tindakan anaknya.


Mama Varisa pun mematikan kompor gas'nya. Lalu berbalik menatap ke arah anak nakal'nya itu. Dan membawa anaknya ke meja makan, ia sangat merindukan putri kecilnya itu, tapi mau bagaimana lagi anaknya sudah berkeluarga, jadi tak tidak ada hak membawa anaknya pulang ke mansion nya.


Mama varisa. Lalu bertanya kepada anaknya tentang hubungan pernikahan mereka, apa berjalan dengan baik atau tidak.


Vanandya. Menganggukkan kepalanya, kalau pernikahan ini baik-baik saja, tanpa ada hambatan.


Namun berbeda dengan varisa yang tidak mempercayai perkataan sang anak, karena ia tau kalau anaknya itu tidak pandai berbohong. "Jangan bohong sama mamah sayang. Mama tau kalau kamu tidak pandai dalam berbohong."


"Mama masak apa? Vana sangat lapar, soalnya tadi tidak sempat sarapan."Ujar vanandya mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin kalau ibunya mengetahui kalau dirinya sedang berbohong.

__ADS_1


Varisa menghela nafasnya. Ia pun mengambilkan sarapan untuk putrinya ini, sebenernya ia tidak menujui perjodohan ini tapi vana memaksa dirinya agar mau menujui permintaan yang di lakukan oleh nyonya meneer.


"Sayang. Mamah cuma memperingatkan kamu harus berhati-hati, karena mereka adalah keluarga berpengaruh. Dan kamu tau kan kenapa kami membawa kamu pulang ke Indonesia.?"Kata yang di ucapkan varisa membuat vanandya terdiam, ia tau pasti mamahnya mencemaskan dirinya,


"Mama. Tak perlu khawatir, karena aku akan sangat berhati-hati."Lalu ia melanjutkan sarapannya sampai tandas tak tersisa.


Mereka pun bercanda. Sambil bercerita-cerita, sampai tak menyadari waktu sudah menunjukan pukul sore hari.


"Kayanya asik banget mengobrol? Sampai melupakan ada aku yang sudah pulang."Ucap seseorang pria yang tidak jauh dari mereka. Mereka yang melihat papanya pulang, pun langsung mendekati mereka, lalu vanandya memeluk papahnya itu dengan sangat erat.


Vanandya. Yang sangat kangen dengan papahnya, pun tidak ingin melepaskan pelukannya terhadap sang papah, karena papahnya jarang ada di rumah dia sering bolak balik ke luar negeri, bahkan kemarin aja saat ia menikah papahnya cuma bisa di situ dua hari. Untuk menghabiskan waktunya bersama sang keluarga.


"Udah pelukannya. Nanti mama kamu cemburu, dan papa tidak dapat jatah lagi."


Varisa. Yang mendengar perkataan sang suami membulatkan matanya. Ia tidak habis pikir kalau suami'nya akan berkata seperti itu terhadap anaknya, lalu dia mendekati suami'nya ia langsung mencubit pinggang sang suami.


"Bisa tidak kau jangan mengatakan itu di depan anakku?"


Vanandya yang melihat keromantisan mama dan papanya hanya berdecak sebel. Ia pun langsung melarai mereka, lalu ia mengatakan kepada mereka kalau ia ingin ke kamarnya.


Saat di kamar ia merebahkan tubuhnya di kasurnya karena hari ini ia sangat lelah apa lagi harus melihat kedua ondel-ondel di rumahnya. Dan ia pun bangkit dari tidurnya, ia ingin mengecek perkerjaan'nya, yang sudah sangat tertunda. Apa lagi ia sedang menyuruh seseorang buat deketin seseorang.


***


Sementara di mall terbesar di dunia. Ada seseorang yang sedang berbelanja yang sangat banyak, siapa lagi kalau bukan Amora dan Tanu. Mereka ingin menghabiskan uang kakak'nya itu.


"Tanu. Apa kau sudah mencari cara buat menyingkirkan wanita jal*Ng itu?"Amora bertanya kepada Tanu, ia jika sangat tidak menyukai wanita itu. Makanya dia kembali ke tanah air setelah mengetahui kalau kakak'nya sudah menikah.


"Kamu tenang saja amor. Aku sudah memiliki rencana yang bagus buat menyingkirkan wanita sialan itu."


Mereka yang sedang berada di restoran mall. Pun tertawa dengan jawat, mereka tak peduli kalau orang sedang menatap dirinya.

__ADS_1


Namun ada seseorang yang mendengar perkataan mereka. Dengan datarnya pria itu mendekati kedua wanita jahat itu.


"Hallo."


Tanu dan Amora pun mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya mereka kalau sosok pria itu sangat tampan bahkan. hampir menyamai ketampanan kakak'nya.


Amora pun sejenak terpesona akan ketampanan pria itu, lalu mereka pun berjabat tangan, guna ingin berkenalan dengan mereka satu sama lain. Bahkan mereka enggan melepaskan tangannya.


"Amora."


"Agra."


Agra, pun meminta kepada Amora, apakah dia boleh duduk bersamanya.


Amora hanya menganggukkan kepala, toh tidak ada salahnya duduk bersama cowok yang gantengnya di atas rata-rata.


Agra lalu duduk di deket Amora, dan ia memesan banyak makanan untuk dirinya dan juga untuk pujaan hatinya.


Waktu sudah hampir sore, agra meminta kepada Amora untuk mengantarkannya. Ia ingin lebih dekat dengannya dengan cara mengantar Amora pulang bersamanya,


NAmora yang tidak bisa menolak ajakan agra pun mengiyakan. Namun ia melupakan sesuatu dan ia langsung melihat ke arah Tanu.


"Tanu. Aku akan pergi bersama dengan agra, bisakah kamu pulang dengan taksi?"Ucap Amora kepada Tanu.


Tanu yang mukanya sudah kesel, bahkan dia membulatkan matanya, karena Amora mau pergi bersama pria yang baru dia kenali, berapa menit yang lalu.


Lantas Tanu hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan sang calon adik ipar.


Mereka pun akhirnya berpisah di depan mall. Namun saat Tanu sedang mencari taksi, tidak ada taksi yang lewat jalanan itu, bahkan ia memesan taksi online pun selalu di cancel.


Tanu pun berjalan meninggalkan mall. Sambil menelpon kekasihnya itu, tapi tidak di angkat, dengan kesel pun ia berjalan ke mansion.

__ADS_1


"Dari mana aja kamu baru pulang..."


__ADS_2