CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 169


__ADS_3

Sesuai perkataan dari agni. Sekarang, adalah penobatan Yulia sebagai CEO di perusahaan pratistha,.Karena, perusahaan itu sudah tidak di pegang oleh siapapun. Bahkan, Faisal tidak pernah mengunjungi perusahaan itu. Tapi, dia datang hanya sebulan sekali untuk mengecek perusahaan.


Saat, ini Yulia..Sedang, bersiap dengan menggunakan gaun mewah yang di belikan oleh Agni. Tempo hari, saat akan ke acara pernikahan vernando. Dengan tampang arogan dia melihat pantulan tubuh yang ada di cermin.


"HAHAH.! Akhirnya aku jadi penguasa di perusahaan. Pratistha, dengan begitu aku tidak perlu capek-capek mencari uang." ucap Yulia berbicara kepada dirinya sendiri di depan cermin.


"Lihat, saja setelah aku mengambil semua aset kalian, aku akan menghancurkan kalian semua. Dan, untuk kamu Faisal, kamu harus jadi milikku," ucap Yulia. Dengan senyum jahatnya. Karena, dia tidak akan membiarkan mereka hidup tenang sekalipun. Dan, Yulia juga sudah memiliki rencana agar Faisal mau jadi milik dirinya.


"Teryata rencana kita berhasil juga. Aku, sudah menunggu begitu lama untuk memisahkan kedua keluarga itu. Tapi, ke-dua nya sangat sulit di pisahkan. Bahkan, aku sudah berusaha mengadu domba mereka dengan membunuh Denisha dengan membakar hidup-hidup mereka di panti asuhan. Tapi, semua itu gagal. Dan, sekarang tidak akan lagi aku akan memisahkan mereka. Dan, tugas kamu hanya satu menghilangkan kepercayaan Agni pada semua orang." ucap sosok wanita misterius di balik korden. Bahkan, tidak ada yang mengetahui siapa sosok wanita itu.


Tanpa, mereka duga teryata Agni Pratistha mendengar semua apa yang terlah mereka katakan. Lalu, dia masuk kedalam kamar Yulia, dan. dia langsung menampar pipi Yulia dengan sangat keras.


"Dasar, wanita sialan. Teryata, semua ini adalah ulah busuk kamu? Aku, akan melaporkan semua ini kepada keluargaku, agar kau dan orang yang di balik korden bisa mendapatkan balasan." bentak Agni kepada Yulia dengan keras.


Mengetahui, kalau Agni mengetahui semua'nya dan akan melaporkannya. Kepada keluarga Marquez, maka rencana yang selama ini di buat akan hancur dengan muda. Yulia, mencari cara agar Agni tidak membuka mulut, kepada siapapun.


Tapi Agni tidak perduli, dia berlari keluar dari kamar Yulia. Agni, ingin segera memberi tau kepada suami dan anak-anaknya. Namun, saat dia akan menuruni anak tangga, agni terpeleset..Dia, jatuh dari tangga.


"Akhhhhhh..!" teriak agni, dengan keras, sampai keluarga Marquez terkejut bukan, main. Melihat, tubuh Agni terus berguling-guling dari lantai atas sampai ke lantai dasar.


Keluarga, Marquez langsung berlari mendekati Agni, yang sudah bersimpah darah, victor menelpon ambulans, utuk segera datang ke kediaman Marquez, karena keadaan Agni, sudah mulai kehilangan kesadaran.

__ADS_1


***


"Ibu, bertahanlah.. Aku, tidak ingin melihat ibu seperti ini." ucap Victor.


"Ibu, ibu harus bertahan. Ini semua demi keluarga kita Bu, ibu tidak boleh meninggalkan kami." ucap Rebecca dengan tangis yang sudah membanjiri pipinya.


"Sayang, aku yakin kamu kuat. Aku, mohon kamu bertahan." ucap vinton. Yang, tidak ingin kehilangan istrinya, untuk yang kedua kalinya. Karena, sekarang hanya Agni yang menjadi temen hidupnya. Setelah meneer pergi meninggalkan dirinya.


Brangker, terus saja di dorong oleh keluarga Marquez dan berapa orang perawat. Sampai, brangker masuk ke dalam IGD. Dan, salah satu suster meminta kepada keluarga Marquez untuk tetap menunggu di luar sebelum dokter menyelesaikan pemeriksaannya.


Laksh, terdiam saja sejak tadi. Namun, tatapan mata tidak lepas dari tatapan dia ke tantenya. Karena, dia sangat yakin kalau jatuhnya sang nenek ada sangkut pautnya dengan tantenya. Karena, saat mereka akan berangkat, agni pergi ke kamar Yulia untuk memanggil Yulia.


Yulia, yang terus di tatap oleh Laksh. Pun, berkata kepada dia dengan lembut. Dan, dengan nada sedih. karena, agni jatuh dari tangga.


"Aku, curiga saja. Kepada Tante Yulia. Kan, terakhir yang bertemu dengan nenek adalah tante? Dan, aku yakin pasti ada sesuatu yang sangat besar, sampai-sampai membuat nenek jatuh. Padahal nenek kalau berjalan melewati tangga sangat berhati-hati."ucap Laksh, dengan menatap tajam kepada Yulia.


"Laksh, kamu tega.. Memfitnah tante seperti itu. hiks..Hikss..Hikss," ucap Yulia, dengan di akhiri dengan tangisnya. Dia, pun langsung pergi dari hadapan Keluarga Marquez dengan tangisnya. Dia, sangat kesal karena Laksh menuduh dirinya di hadapan semua orang.


Feria, yang tantenya. Di tuduh oleh kakak'nya membuat dia sangat marah Bakan dia menampar pipi Laksh. Karena, terlah menuduh Tante yang tidak-tidak, padahal dia selalu merawatnya dengan baik. Bahkan, dia selalu menyayangi dirinya seperti dia menyayangi anak kandungnya sendiri.


"Kakak, kenapa kakak tega memfitnah Tante seperti itu hah? Padahal, Tante adalah orang yang sangat baik, tapi kakak menuduh yang membuat Tante sakit hati." bentak Feria.

__ADS_1


"Bukan, maksud kakak, menuduh tante yulia. Tapi, semua ini memang kenyataannya, nenek pergi menemui Tante Yulia. Dan, Kaka yakin kalau ada sesuatu yang di sembunyikan Tante, selama ini." ucap Laksh, memberikan pengertian kepada adiknya itu. Dia, tidak ingin adiknya salah paham kepadanya, karena menuduh Tante, tanpa ada sebuah bukti kuat. Yang, bisa memberatkan Yulia.


Victor, melerai pertikaian adik dan kakak, agar mereka tidak ribut lagi. Karena, saat ini mereka sedang berada di rumah sakit. dan mereka harus menjaga kenyamanan rumah sakit. Jadi, dia meminta kepada Laksh untuk diam. Biarkan masalah ini di selesaikan setelah Agni pulih.


Mau, tidak mau kedua kakak beradik pun diam. Keduanya, berdoa untuk keselamatan agni, dari masa kritis. Dan, mereka meminta kepada tuhan untuk tidak mengambil agni yang kedua kalinya. Karana, Tuhan sudah mengambil salah satu neneknya.


"Ka, Sebaiknya ikut aku. Karena, aku ingin memberikan kabar yang tidak mengenakan." bisik vernon, kepada laksh. Untuk, segera mengikuti mereka.


Vinton, duduk di kursi tunggu,.dengan satu tongkat, yang menyandar tangannya. "Vic, apa kamu sudah mengabari faisal?" tanya vinton, dengan sedih, bahkan terlihat murung dan banyak diam. Rebecca dan Victor, sangat iba melihat ayah Vinton, sedang melamun dengan kesedihan.


"Aku, susah menelpon kak Faisal, dan kak Faisal akan segera pulang pulang. " ucap Victor kepada vinton.


**


"Apa, yang harus kita lakukan, pasti jika Agni, sadar dia bakalan menceritakan semua yang dia dengar, kepada keluarga Marquez. Dan, kita akan ketahuan." ucap Yulia kepada lawan bicaranya dengan menggunakan topeng.


"Kau, tak perlu khawatir. Karena, aku sangat yakin kalau dia tidak bakalan buka mulut, karena aku tidak akan membiarkan orang-orang yang menggagalkan rencanaku hidup dengan tenang." ucap wanita misterius itu.


"Jadi, nyonya yang melakukan itu kepada agni?" tanya Yulia.


"Lantas, kalau bukan aku siapa, lagi? Mana, mungkin dia jatuh dengan sendirinya." ucap wanita misterius itu. Dia, adalah dalang dari jatuhnya Agni dari tangga. Karena, saat dia menyadari kalau Agni mengetahui semua'nya, dia menyuruh orang suruhannya untuk menuangkan minyak di tepi tangga. Dan, alhasil agni jatuh.

__ADS_1


**


"Maaf.. Keadaan nyonya Agni sangat, kristis bahkan kemungkinan besar dia...?"


__ADS_2