
"Sayang gimana kalau kita.. Coba bikin anak, siapa tau adonan kita jadi."Biak Faisal di deket telinga istrinya, ia lalu mengecup tengkuk dan leher istrinya.
Kimberly yang merasa masih kesel pun meremeng saat suaminya menciumi lehernya. "Apa kamu masih kuat?"Kimberly meragukan kekuatan suaminya.
Faisal yang mendengar itu pun merasa di permalukan harga dirinya lalu ia mengangkat tubuh istrinya dan di tidurkan di kasur,
"Kau meragukan aku, maka aku tidak akan memberikan ampun kalau kamu minta stop!"Ucap Faisal lalu ia melucuti pakaiannya dan pakaian istrinya.
Tanpa pemanasan Faisal memasukkan juniornya kedalam sangkar yang sudah lama tidak di masuki oleh dirinya, tubuh Kimberly adalah candu baginya yang tak bisa melupakan rasa legit dalam sangkar.
******* demi ******* keluar dari mulut mereka saat kegiatan mereka sudah sampai ke Titik pencapaian. Namun permainan gak sampai di situ mereka melakukan berulang kali sampai melupakan makan malam,
***
Saat ini keluarga lacerta sedang menikmati makan malam dengan hikmah tanpa ada yang bersuara, cuma ada suara dentingan sendok dan garpu.
Setelah mereka makan malam, mereka pun berlalu pergi ke ruang keluarga.. Mereka ingin membahas pernikahan yang akan di adakan oleh Keluarga lacerta.
Sejak terdiam opa rudra berbicara kepada mereka kalau mereka harus menunda resepsi pernikahan yang akan di adakan. oleh Vanandya dan Valdes.
Tentu keluarga merasa terkejut karena Oma Eleanor suda menghabiskan ratusan juta untuk mempersiapkan acara itu yang akan di gelar oleh keluarganya.
"Apa maksud kamu suamiku? Aku sudah menghabiskan ratusan juta dan kita harus membatalkan pernikahan cucuku!"Kata Eleanor dengan kesal.
"Benar opa, jika pernikahan kita gagal gimana aku bisa memberikan adik dan cucu buat kalian?"
BUGHH! Hendrik melemparkan bantal sofa ke pada calon. mantunya itu yang berbicara tidak di saring dulu. Bisa-bisanya dia mengatakan seperti itu saat suasana sedang tegang. Dosa apa yamg terlah Hendrik perbuat sampai ia harus memiliki mantu gelo seperti Valdes.
"Maksud aku bukan begitu mereka masih bisa menikah tapi secara tertutup tidak ada resepsi pernikahan.. Dan cuma ijab qobul saja."Jelas opa rudra,
Mereka pun mengangguk kepala, ga ada salahnya menikah cuma ijab qobul saja.toh yang penting halal secara agama dan negara.
Tuk
Tuk
Tuk! Suara langkah kaki memasuki mansion, dengan anggun dia berjalan mendekati Keluarga'nya.
__ADS_1
"Mamah"
"Hazel"
"Kakak"
Teriak mereka berjalan ke arah hazel yang keadaannya sudah kacau balau, varisa pun menuntun putrinya untuk duduk di sofa, ia pun memanggil pelayan untuk mengambilkan teh manis.
Green dan Grayn yang melihat ibunya kacau pun mendekati wanita itu, "Mama, maafkan kami."Ucap kedua remaja itu kepada sang mamah.
Hazel pun tersenyum menanggapi perkataan kedua putranya, baginya harta Karun terbesar adalah kedua putranya, "Mama yang seharusnya meminta maaf kepada kalian, karena mamah kalian tak merasakan kasih sayang mama dan papa, dan karena mamah juga kalian harus berpisah."Ucap hazel dengan isak tangisannya
Green mengelap air mata ibunya dengan jari-jari tangannya lalu ia berkata. "Mamah tak salah semua ini sudah menjadi takdir, dan. aku minta maaf kalau tadi berkata kasar kepada mama."Ucap green.
Hazel kembali menangis saat putra pertamanya memanggil dirinya mamah, "Sayang kamu memanggil aku mama?"
Green menganggukkan kepala, "Boleh kan aku memanggil kamu mama?"
"Boleh banget sayang, karena itu adalah impian terbesar mamah karena ingin mendengar kamu memanggil kamu mama"Hazel pun langsung memeluk kedua putranya, karena ini hari yang sangat bahagia di dalam hidupnya yang tak pernah dia lupakan.
***
"Akhhh! Brengsek"Teriak seorang pria yang sangat marah, ia marah karena besok adalah hari pernikahan Vanandya, ia ingin. Menghancurkan mereka tapi tak bisa,
"Cakra!"Panggil virendra kepada asisten pribadinya.
Cakra yang di panggil pun mendekat ke ruangan tuan, dan menanyakan kenapa dia memanggil dirinya di jam-jam seperti ini.
"Ada apa tuan?"
"Apa kamu sudah menemukan keberadaan tanu?"Ucap virendra kepada asistennya, karena selama ini ia tidak bisa menemukan keberadaan istrinya dan anak har*m itu.
Cakra yang memang sudah berusaha sejak berapa bulan yang lalu hanya bisa menggelengkan kepala, ia sampai saat ini belum bisa menemukan keberadaan nona Tanu, dia bagaikan tertelan oleh bumi.
Virendra tak mentoleransi dia meminta kepada Cakra untuk segera menemukan dalam satu bulan jika tidak ketemu akan ia pastikan anak buahnya melihat keluarganya hancur.
Cakra hanya bisa menelan ludahnya sendiri karena tuannya sudah mulai emosi.
__ADS_1
Virendra lalu duduk di kursi kerjanya sambil ia sandarkan tubuhnya di kursi kerja ia lalu memejamkan matanya, karena hari ini sangat lelah.
***
Di ujung negara tepatnya di negara L,A terdapat seorang wanita yang sedang menyuapi anak'nya yang sudah sangat besar, dia tak menyangka kalau dia harus menjadi ibu di usia muda.. Namun dia bersyukur karena dia di berkahi oleh anak perempuan yang sangat cantik.
Saat sedang menyuapi anaknya ada seorang yang mengetuk pintu mansion'nya, lalu dia meminta kepada pelayan untuk membukakan pintu.
"Haii anak papi!"Ucap seorang pria kepada anak kecil. Dengan lembut.
Anak kecil yang sedang di suapi oleh mami pun mengalihkan pandangannya ke arah dimana sumber suara. Saat melihat siapa yang datang ia berteriak dan berlari menghampiri sang pria.
"Papi.. Ara kangen,"
"Papi juga kangen sama ana papi"Mereka pun berpelukan sambil melepas rindu, pria yang tak lain adalah Axel Artamevia maghfir. dan seorang anak kecil yang bernama Arabella princess Marquez,
Hubungan axel dan ara semakin dekat setelan berjalan'nya waktu, Ara pun sudah menganggap Axel sebagai ayah kandungnya sendiri.
Dan sebaliknya, Axel bahkan dia memperlakukan Ara seperti anak kandungnya.. Apapun yang Ara minta pasti akan selalu di turuti oleh Axel,
"Sayang, kenapa kamu terlalu manja kepada om axel?"Tanya Amira Brianna Marquez, yang merasa ara terlalu dekat dengan Axel teman rekan bisnisnya.
"Tidak apa-apa ria aku tidak keberatan kok.. Palah aku senang ara bisa dekat denganku,"Ucap Axel.
'Andaikan kau tau Amira, aku sangat mencintaimu bahkan aku tak kuat jika kebenaran terungkap, aku tidak ingin itu terjadi.'monolog Axel sambil menatap Amira,
Amira yang merasa risih pun membuyarkan lamunan Axel dengan cara menepuk pundaknya.
Axel pun menurunkan Ara, lalu ia menuntun bocah kecil itu ke ruang keluarga.. Ia lalu mengeluarkan isi mainan yang jumlahnya tidak main-main, bahkan mainan yang Axel beli Senanda dengan membeli satu motor.
Ara yang mendapatkan mainan dari papi Axel pun sangat bahagia dia lalu mencium pipi Axel.
"Wih anak papi sudah mulai cium-cium nih yeyy?"Ucap Axel kepada putri dari Amira.
***
"SAHHHH!"
__ADS_1