Dari Korea

Dari Korea
Extra Part 4 : Jodoh Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

"Jangan genit-genit di sana."


"Kerja yang bener, Van."


"Awas ada niat terselubung, ya."


"Kalau ada yang bening dan free, calling-calling, oke?"


"Gue rekomendasiin lo ke perusahaan ternama, Van. Bukan kaleng-kaleng ini. Bukan bisnis underground kayak gue lagi. Pastiin, lo betah dan banggain atasan di sana."


Elvan hanya mampu tersenyum saat dia menunggu lampu merah menyala untuk masuk ke dalam perusahaan jasa keamanan yang sudah terkenal di sebelah kota di Australia.


Juna yang merekomendasikan dirinya dan mendorong Elvan untuk terus mengembangkan bakatnya di bidang keamanan.


Sebenarnya banyak sekali pertentangan yang Elvan dapatkan. Mulai dari Ibu dan Neneknya yang tak rela Elvan pergi ke negeri seberang karena boro-boro bisa Bahasa Inggris untuk menyesuaikan diri, bangun pagi saja Elvan harus ditarik-tarik. Beda lagi dengan Ily dan Eza yang menentang karena mereka baru saja bertemu Elvan setelah terpisah lama, kini harus terpisah lagi dengan waktu yang tidak ditentukan. Sementara itu, Yohan khawatir Elvan tak akan kembali lagi.


Emang kampret itu orang Korea.


Elvan juga kan mau maju. Dia sudah ketinggalan banyak dan Elvan ingin menemukan jati dirinya yang baru dengan melangkah berani ke seberang.


Meski belum menguasai Bahasa Inggris dengan benar, Elvan tau bagaimana bertanya alamat, toilet dan penginapan yang masih buka atau kosong. Sebatas itu, namun Elvan sudah bisa hidup selama satu Minggu di sebuah kontrakan rumah yang tak begitu mahal.


Hari ini adalah hari pertamanya menginjakkan kaki di calon perusahaan tempatnya bekerja. Iya, Elvan akan wawancara hari ini.


Bayangkan.


Elvan membenarkan dasi hitamnya, berdeham berkali-kali dan merapikan rambutnya dengan gaya canggung.


Apa dia akan berhasil?


Atau dia akan gagal?


Elvan membuang napas keras-keras, kemudian menariknya kembali. Ketika lampu jalanan sudah merah dan tanda untuk menyeberang sudah hijau, Elvan berjalan di balik balutan pentonfel mengkilat yang baru saja dia semir saat masih di Indonesia.


Elvan meneguk ludahnya kasar, kemudian menatap lurus dengan wajah percaya diri.


Dia bisa! Elvan pasti--


Brukk!


"Auch!"

__ADS_1


"Aduh!"


Elvan memegang kepalanya yang tahu-tahu terkena ujung biola yang awalnya diayun-ayunkan oleh seseorang yang memegangnya. Elvan tak tahu siapa yang membuatnya kesakitan dan dia akan langsung memaki dengan marah.


"Auh, sorry. You must be hurt. I'm very sorry."


Suara lembut seorang perempuan yang menyesal di hadapannya ini membuat Elvan termangu. Tidak, Elvan terkesima.


Pada rambut bergelombang kemerahan sepanjang pinggang, perempuan itu tersenyum menyesal. Matanya berwarna hazel, hidungnya mancung dan bibinya setipis dua pensil.


Gadis ini benar-benar cantik.


Elvan belum pernah bertemu dengan perempuan secantik ini sebelumnya. Elvan benar-benar tersihir dan ia harap waktu bisa berhenti sekarang.


Sampai perempuan itu melambai-lambaikan tangannya dengan wajah bingung pada Elvan. "Excuse me?"


Elvan langsung tersenyum maklum. "Oh! Nggak apa-apa, hehe. Nggak sakit, kok."


Elvan menggerak-gerakkan tangannya, cukup untuk membuat perempuan itu paham bahwa Elvan kini baik-baik saja meski telah terantuk ujung biola di kepalanya.


Perempuan itu meringis, sepertinya masih merasa bersalah. "I'm sorry. I'm too excited 'cause it's the first time I have a solo performance."


Jadinya, perempuan itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan pandangan canggung.


"By the way, you're an Indonesian?"


Ah, Elvan lupa. Buru-buru, dia mengangguk dengan kikuk. "Ye-yes, I'm an Indonesian."


"Oh, I'm so lucky." Perempuan itu tampak sangat semangat. Dia mengambil sebuah kertas dari tas selempangnya dan memberikannya pada Elvan yang pasrah menerimanya dengan pandangan bingung.


Elvan mendongak bingung pada perempuan itu setelah membaca sederet huruf yang tertera di kertas itu. Kertas undangan sebuah penampilan biola.


Atas nama Rosellia Finder.


"Rose?" Elvan bertanya dengan senyum simpul.


"Don't forget to join if you have free time. Hope you enjoy then!"


Setelah berseru begitu, Rose pergi dengan rambut panjang bergelombangnya yang berwarna kemerahan seperti mawar. Melewati Elvan yang mematung dengan kuping mulai memerah.


Elvan mengembangkan senyum penuh arti.

__ADS_1


Apa ini--


Tin! Tin!


Suara klakson mobil membuat Elvan tersadar dengan wajah terkejut dan langsung berjalan melewati zebra cross yang lima lagi membuatnya sampai di seberang jalanan, di depan perusahaan tempat Elvan akan diwawancara.


Ketika telah berdiri tanpa takut akan ditabrak mobil, Elvan kembali mengembangkan senyumannya.


Dia menatap kertas undangan dari Rose dengan wajah berseri-seri.


Apa ini yang dinamakan dengan jodoh pada pandangan pertama?


Elvan yakin, hari ini dia baru saja bertemu The One dalam hidupnya.


Rosellia Finder.


Jam 12 siang penampilan Rose dimulai dan sekarang baru pukul sembilan. Elvan akan segera menyelesaikan wawancara ini dan bertemu lagi dengan Rose.


Iya, Elvan akan memperjuangkan jodohnya di sini.


Hahahaha, lihat aja. Eza, Ily, Yohan, Juna dan Raihan pasti terkejut melihat Elvan punya gandengan bule nantinya.


Tak pernah Elvan terus tersenyum selebar ini sampai tiga jam ke depan.


****


**hai hai hai bagaimana kabarnya? semoga baik-baik aja, ya.


ingat #dirumahaja


baca cerita aku aja hehe


gimana nih?


apa kalian siap menyambut Dari Korea 3 : Writing About Bad Boy's Life?


coba komen seberapa excited kalian menyambut Dari Korea 3 itu


kalau lebih dari sepuluh orang, aku akan post cast dan beberapa spoiler secepatnya


see you soon**^^

__ADS_1


__ADS_2