
Ily yang memasak samyang, Raihan menyiapkan minuman, Eza merapikan tempat makan di ruang keluarga dan Elvan mengupas buah-buahan. Keempatnya sibuk pada kegiatan masing-masing untuk acara makan-makan dengan tertib.
Itu semua dilakukan karena Ily dengan tegas mengaturnya. Memang, tak hanya laki-laki yang memiliki aura kepemimpinan. Perempuan juga punya aura yang sama kuatnya, sama mengintimidasinya.
Sebenarnya tiga laki-laki itu menurut bukan karena aura mengintimidasi Ily; perempuan itu sama sekali tak memiliki kharisma, melainkan karena takut diusir lagi jika Ily mengamuk atau emosi.
Raihan menata gelas-gelas di atas meja sofa di ruang keluarga, seraya sesekali melihat-lihat interior rumah Ily. Elvan dan Eza ada di sofa dengan kesibukan masing-masing. Melihat keduanya, Raihan merasa sangat baru karena gayanya yang super canggung, berbeda dengan Elvan dan Eza yang seperti berada di rumah sendiri.
Ada yang membuat Raihan heran sebenarnya, tentang rumah Ily yang terlalu sepi untuk ditempati seorang perempuan seperti Ily. Raihan khawatir jika ada apa-apa, mengingat Ily sangat lemah dan kecil.
Namun, ia tak berani bertanya. Dirinya sadar, bahwa kehadirannya ini sangat mendadak dan tak bisa juga langsung akrab seperti dahulu kala.
Tiga puluh menit kemudian, semua hidangan telah tersaji di meja ruang keluarga rumah Ily. Mereka duduk lesehan mengelilingi meja itu, tak duduk di sofa karena sudah terbiasa begitu.
"Lo kalau nggak nyaman di atas aja, kita bertiga udah biasa di bawah soalnya," kata Eza mempersilahkan Raihan untuk duduk di sofa. Sebab wajah laki-laki itu tampak sangat tersiksa saat duduk berkat kaki panjangnya yang saling berhimpitan dengan Eza dan Elvan.
"Iya, maafin ruang keluarga gue emang rasa sempit. Biasa dihuni tiga orang, sih," timpal Ily tanpa segan.
Raihan segera tertawa. Tawa yang meluruskan segalanya, bahwa dalam kondisi apapun Raihan menerimanya dengan penuh hati. "Nggak apa-apa, kali. Justru, gue yang harusnya minta maaf. Kayaknya kalian bertiga rada terganggu sama kehadirannya gue."
Eza menatap Raihan lurus-lurus, dengan wajah datar yang terasa amat menusuk. "Tau aja lo."
Elvan tertawa terbahak-bahak berkatnya. Ily menepuk pelan keningnya karenanya. Sementara Raihan melongo dibuatnya.
__ADS_1
Melihat reaksi memuaskan dari ketiganya, Eza tertawa bangga. "Gue jago akting juga, ya. Nggak nyangka, sih."
Dengan santai, Eza mengambil kaleng soda dan meminumnya. "Eh, seger. Kenapa pada melongo gitu? Ayo, makan. Keburu dingin, nanti nggak enak."
"Orang waras ngalah," pasrah Ily. Kemudian menyuapkan samyangnya dengan semangat.
"Bego lo," kata Elvan mencemooh Eza.
Eza berpaling pada Raihan, menepuk pundaknya pelan. "Sori, ya. Bercanda, kok."
Raihan tersenyum tipis. "Iya."
Laki-laki itu pada akhirnya ikut makan, sama dengan Ukuran, Eza serta Elvan. Menyeruput mie tebal merah yang super pedas itu dengan mulut.
Raihan mengelap bibirnya sebelum menjawab dengan wajah tersiksa karena pedas. "Gue ketemu Elvan Eza waktu mereka belanja di minimarket deket sekolah kalian. Gue lagi ada di rumah bibi, waktu itu disuruh beli token listrik. Gue tanya mereka berdua mau ngapain belanja banyak-banyak gitu, waktu dijawab mau ke rumah lo buat makan-makan, gue ikut aja. Soalnya di rumah juga agak gabut gitu. Tenang, kok, gue juga ikut patungan buat makanannya."
Ily mengangguk-angguk. "Masuk akal."
"Maksudnya?" tanya Eza tak mengerti.
"Gue takutnya lo berdua emang maksa Raihan buat ikut. Kan kasian kalau dipaksa," balas Ily untuk Eza, kemudian ia beralih pada Raihan. "Kalau Eza sama Elvan ngelakuin hal-hal aneh, bilangan aja ke gue, Han."
"Lah? Emang gue pernah aneh-aneh ngapain?" Elvan tampak tak terima.
__ADS_1
"Alah, lo banyak banget tingkah aliennya. Jangan heran gitu, gak suka gue," kesal Ily sambil mendelik.
Raihan tertawa kecil. "Oke-oke."
"Dih." Elvan balas mendelik untuk Ily.
Ily melotot. "Berani, hah?"
Eza berdecak. "Udah napa. Ngobrolnya nanti aja waktu udah beres makan. Pedes, nih. Hhhh."
***
**entah kenapa, suka banget kalau di cerita itu ada acara makan-makan. apalagi makan samyang.
ah, ya, terimakasih telah membaca sampai sini. sesuai yang aku katakan sebelumnya, ada visual yang selalu aku bayangkan saat sedang menulis
*peringatan: jika tak ingin imajinasi kalian hancur karena perbedaan selera denganku, lebih baik skip saja, jangan scroll ke bawah. baca sampai sini saja, jangan lupa komen dan kasih like hehe
*soalnya ini visualnya idol Korea semua hehe
ini dia**...
__ADS_1
iya hari ini Ily. besok Yohan, besok-besok lagi Elvan, besoknya lagi Eza, gitu hehe