Dari Korea

Dari Korea
LSF - The Last Chapter


__ADS_3

Hari pertama masuk sekolah Luhan sebagai kelas dua belas dimulai hari ini.


Udara terasa sangat segar waktu Luhan turun dari motornya yang telah diparkiran secara ilegal di tempatnya. Luhan sudah memiliki SIM dan dia bebas berkendara ke manapun sekarang tanpa khawatir akan ditilang Pak Polisi. Lethan, Lingga dan Langit juga telah memiliki SIM.


Channel YouTube mereka juga berkembang pesat hingga kini memiliki lima ratus ribu pelanggan. Sebuah hal yang sangat mengejutkan dan tidak disangka-sangka.


Namun, pencapaian itu juga tidak dicapai dengan cara yang mudah dan instan. Luhan beserta tiga temannya banyak berjuang untuk membuat banyak konten menghibur juga bermanfaat sampai larut malam dan mengorbankan hari weekend mereka.


Langit bahkan pernah ditawari YouTuber terkenal untuk kolaborasi dalam dunia edit-mengedit. Hal itulah yang membuat subscribers Lalilule berkembang pesat sampai kini. Lethan juga beberapa kali mengikuti lomba fotografi dan memenangkan sejumlah penghargaan yang membanggakan semua orang.


Beda dengan Luhan dan Lingga yang tak begitu mengisi tahun kedua SMA mereka dengan sejumlah prestasi. Luhan mendapat peringkat kedua dan itu sudah membanggakan karena dia bisa bertahan meski banyak membuat masalah, sementara Lingga mendapatkan tawaran dari seseorang sutradara kenalan teman kakak Luhan untuk turut mencoba menjadi kameraman.


Ya, tahun itu banyak sekali yang terjadi. Banyak sekali perubahan yang dialami Luhan hingga kini ia merasa telah menjadi lebih dewasa.


Sebenarnya Luhan sudah memikirkan banyak tujuan untuk masa depannya, tetapi tak ada yang membuatnya yakin sepenuhnya atas pilihan-pilihan itu. Ayah dan ibunya juga sudah membantu Luhan, kakak perempuannya juga, tetapi Luhan masih tak bisa melihat tujuan masa depannya akan berjalan ke arah mana.


"Nanti juga pasti datang jalannya buat kamu. Kakak juga awalnya kan ambis banget pengen jadi penulis, tapi lihat sekarang ... kakak malah masak-masak. Hidup itu nggak bisa ditebak, jalani aja. Jangan terlalu cemas karena masa-masanya kamu sekarang adalah banyak mencoba, banyak gagal, banyak cobaan hingga akhirnya ... bisa melihat jati diri dan tujuan hidup kamu yang sebenarnya."


Kata-kata kakak perempuannya masih terngiang-ngiang di kepala Luhan. Benar juga. Perjalanan Luhan masih panjang dan tak baik untuknya berlarut-larut memikirkan masa depannya.

__ADS_1


Jika Luhan belum melihat tujuannya yang jelas, maka Luhan harus banyak mencoba. Luhan harus mencoba dan terus mencoba.


Luhan tersenyum penuh tekad. "Oke!" serunya memantapkan tujuan. Luhan akan belajar sungguh-sungguh saja untuk mendapatkan nilai terbaik dan membanggakan semua orang.


Dia berada di belokan koridor menuju kelasnya dan langsung berbelok tanpa menduga bahwa ada seseorang yang lain mengambil jalan yang sama dengannya hingga terjadi sebuah tabrakan antar dua insan.


"Aduh!" seru seseorang yang bertabrakan dengan Luhan itu. Karena badannya kecil, tubuhnya jadi terpental dan buku-buku yang dia bawa sebelumnya berantakan ke mana-mana. Kaca matanya bahkan hampir terlepas.


Luhan menatap orang itu. Matanya langsung membulat saat mengetahui siapa gerangan. "Kayla?"


Kayla hanya tersenyum tipis. Setelahnya, dengan gerakan kikuk dan buru-buru, Kayla mengambil buku-buku untuk diposisikan di dalam dekapannya kembali.


Kayla adalah siswi yang menempati peringkat pertama di kelas Luhan. Sejak jelas sepuluh sepertinya begitu. Luhan tak begitu memerhatikan Kayla sebelumnya karena Kayla terkenal dengan sifat pendiamnya yang tak nyaman berada di kerumunan.


Biasanya Kayla berada di perpustakaan saat tak ada guru, belajar di sana. Kayla juga jarang ke kantin karena perempuan berambut lurus sepinggang yang selalu diikatkan jadi satu dan memakai kaca mata bulat itu suka membawa bekal sendiri dari rumah. Kayla tak punya banyak teman dan kelihatannya tak begitu tertarik untuk bergaul.


Sebelumnya Luhan tak begitu tertarik dengan perempuan yang pendiam dan pintar serta sulit untuk didekati seperti Kayla sampai akhirnya dia melihat dengan jelas dan dekat bagaimana Kayla sebenarnya.


Waktu memungut buku terakhir, tangan keduanya saling menumpuk dengan niat yang sama. Kayla terdiam sebentar, kemudian menoleh pada Luhan dengan mata membulat.

__ADS_1


Luhan menatapnya dengan pandangan terpesona. Terlepas dari kepalanya yang selalu menunduk dan tanpa senyum, Kayla cantik dengan mata agak sipit, hidung kecil dan bibir tipis berwarna pink.


Luhan ke mana saja selama ini sampai melewatkan perempuan secantik dan semanis Kayla?


Kayla cepat-cepat sadar dan mengambil buku terakhir itu dan buku di tangan Luhan untuk dibawa ke dekapannya kembali. Setelahnya, Kayla berdiri dan menunduk seolah hal itu otomatis baginya.


"Makasih, ya," kata Kayla pelan, tetapi masih bisa didengar Luhan yang turut berdiri di hadapannya setelah Kayla berdiri.


Luhan tersenyum dan hendak membalas, saat Kayla langsung berlalu begitu saja meninggalkannya.


Luhan menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdetak keras seperti hidup lebih semangat setelah beberapa saat lama hanya berdetak normal-normal saja. Senyum Luhan mulai melebar sampai matanya di wajahnya yang juga mulai cerah seperti dilahirkan kembali.


"Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta pada tabrakan pertama?"


**TAMAT


terimakasih telah menemani diriku sampai sini, kawan-kawan :)


yahuuu, gimana nih?

__ADS_1


tolong kasih beberapa kesan setelah kalian baca ini**^^


__ADS_2