
"Kata siapa gue nggak pernah jatuh cinta?"
Mata Lili membulat dengan ketertarikan penuh dalam sorotnya. "Jadi, lo pernah? Coba ceritain, gue tulis dengan detail."
"Dia udah mati."
Tubuh Lili membeku. Entah mengapa, suasananya jadi sangat-sangat kaku saat Theo melanjutkan suaranya.
"Dia tetangga gue, seumuran dan kita satu sekolah. Keluarga baik-baik aja, sampai orang tuanya bercerai. Gue nggak tau apa masalahnya, sampai sebelum gue sempet kasih tau perasaan gue karena gue baru aja sadar, dia udah pergi. Dia loncat ke kolam renang di rumahnya dari lantai atas."
".... cerita yang sangat tragis," kata Lili pelan.
"Apa lagi?" tanya Theo kemudian.
"Eh?" Lili jadi kebingungan. Theo bahkan tak tampak sedih saat menyuarakan cerita yang menurut Lili saja sangat menguras air mata.
"Pertanyaan lo. Satu lagi."
"Oh ...." Lili buru-buru berpikir. "Narkoba!"
Kening Theo mengerut dalam..
"Dari kapan lo narkoba?"
"Sejak orang tua gue pisah."
Lili mengangguk. Akhirnya dia bisa menyimpulkan. Bahwa Theo menjadi seburuk ini adalah karena dia anak broken home.
__ADS_1
***
Ily sedikit kecewa, tepatnya marah karena Lili punya catatan merah di buku disiplinnya. Ketika tahu alasannya karena berpacaran di lingkungan sekolah, Lili semakin mendapatkan kata-kata menguliti hati dari Ily.
"Dulu Ibu nggak pernah dihukum guru, lho. Kamu ini ngapain aja di sekolah? Kok sampai ketahuan pacaran? Pacar kamu siapa, sih?"
Lili tak mau menjawab pertanyaan Ily yang terus keluar. Dia ingin segera menghabiskan makan malamnya dan mengunci di kamar untuk menulis karena bahannya kini sudah lumayan banyak dan bulat-bulat.
"Lili." Ily menegaskan suaranya. "Ini nanya kamu, lho."
"Li," tugas Yohan turut tegas. Ayah yang biasanya lembut dan pengertian kini menatapnya serius dan Lili tak punya pilihan selain menarik napasnya untuk menjelaskan.
"Itu salah paham, Bu."
"Salah paham gimana?"
"Lili nggak pacaran. Cuma kepergok aja. Waktu ke toilet, terus ada cowok yang lagi dihukum, terus ada Pak Dodo, terus tiba-tiba Lili dituduh pacaran, terus dapet merah," jelas Lili.
Lili tak mau itu terjadi.
Salahkah dia melindungi mimpinya?
"Beneran?" tanya Ily meragukan. Lili tak pernah mengalihkan pandangannya saat bicara. Lili yang kini terus menunduk membuat Ily merasakan kejanggalan. "Kok bisa tiba-tiba ditubuh? Emang kamu sama cowok itu ngapain?"
******. Lili meringis dalam hati.
"Soalnya cowok itu temen sekelas Lili. Dia nanyain pelajaran. Lili sama cowok itu nggak sadar udah ngobrol panjang, terus ketahuan Pak Dodo." Lili menjelaskan cepat. "Cuma gitu doang kok, Bu. Lili janji bakal hati-hati lagi."
__ADS_1
Ily hanya membuang napas kecil, tampaknya memaafkan Lili. Sementara itu, Yohan tersenyum pada Lili.
"Nggak ada yang gangguin kan di sekolah? Kalau ada, bilang ke Ayah."
"Nggak ada, Yah," balas Lili dengan gelengan cepat. "Sekolah Lili aman-aman aja."
"Baguslah."
"Kalau gitu, Lili ke kamar, ya."
Ily mengangguk. "Sambil lewat, coba TV dimatiin itu nggak ada yang nonton."
Lili tersenyum lebar. "Oke, Bu!" serunya riang.
Akhirnya, Lili tiba di depan TV, namun tidak langsung mematikannya, Lili menjadi fokus melihatnya saat ada sosok seseorang yang tertangkap matanya.
Lili membaca judul berita yang dibacakan oleh reporter di TV.
Meski Sudah Bercerai, Laura Efrad dan Tamrin Sumadafala Tidak Biarkan Anak Kesepian
Dalam berita itu, diberitahukan bahwa Laura Efrad, aktris senior yang tengah merayakan filmnya yang masuk box office dan sedang laku keras, mengunjungi rumah yang Minggu kemarin Lili masukki, rumah Theo. Tak sampai di sana, Theo dan Titi yang sedang asyik berdua di sofa ruang keluarga juga disorot dan itulah yang membuat mata Lili semakin membulat.
Theo tersenyum di sana. Senyum yang bisa langsung Lili simpulkan sebagai senyum bahagia yang palsu. Sebab matanya masih terasa dingin dan datar.
"Saya dan Tamrin punya jadwal untuk mengunjungi anak-anak. Mereka baik-baik aja ternyata. Saya senang."
Liputan itu selesai setelah Laura tersenyum. Dengan begitu, Lili mematikan TV rumahnya itu dan berjalan ke kamarnya dengan cepat. Dia baru saja mendapatkan fakta baru dan harus segera dituangkan dalam sebuah tulisan jika tak mau lupa.
__ADS_1
Theo adalah anak dari seorang aktris terkenal dan anggota DPR yang dikenal karena pernah menyalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.
***