
Namun, ada satu orang yang menarik perhatian Lili.
"Theo." Lili. bergumam tak percaya. "Gem, liat punya Theo."
"Wawwwwwwww." Gema yang baru saja melihat nilai Theo langsung membulatkan mata dan mulutnya.
"Ya, kan...?" Lili tersenyum senang. Meski tak habis pikir, dia menoleh pada Theo dan mengacungkan jempolnya. "Theo. Mantul. Peningkatan yang bagus, Yo! Nggak ada yang diremedial! Mantep!"
Theo tersenyum. Jelas, dia juga senang. "Pulang sekolah mau temenin gue nggak?" Lantas, pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"Hah? Ke mana?" Lili kaget, dong.
"Ke suatu tempat. Ada pokoknya." Theo tersenyum penuh misteri. "Itung-itung aja perayaan buat peningkatan nilai gue."
"Wah, Li. Lo mau ditembak ini mah." Gema yang sedari tadi menyimak langsung berbisik di telinga Lili. "Udah kecium bau-baunya sama gue."
"Apasih, Gem." Lili menukas pada bisikan Gema dengan tak suka. "Nggak lucu."
"Yo," kata Lili kemudian, pada Theo. Menatapnya dengan penuh kecurigaan. "Lo nggak ada niatan buat ...."
"Buat apa?" tanya Theo bingung.
"Ah, nggak." Lili menggeleng cepat. Tidak mungkin! Theo cuma mengajaknya ke suatu tempat dan itu wajar karena Theo ingin merayakan pencapaian luar biasanya. "Yaudah, oke. Pulang sekolah kita go."
Theo tersenyum puas. "Oke."
***
"Pake dukun apa lo, Yo?"
Reaksi semua orang hampir sama seperti Ten ketika Theo memperlihatkan nilai hasil UTS-nya. Theo memutar bola matanya saat Ten menuduhnya melakukan hal yang tidak benar.
"Gue belajar sendiri, bege."
__ADS_1
"Unbelievable."
Theo tersenyum miring. Masih merasa senang, mau apapun tuduhan dari orang-orang. Sebab tadi ada seseorang yang mengatakan 'mantul' atas usahanya.
"Dih, malah senyum-senyum." Ten meledek.
"Lo pernah suka sama seseorang nggak?" tanya Theo, melewati konteks pembicaraan sebelumnya.
"Kenapa nih?" Ten langsung menatap Theo penuh arti. "Jadi, lo beneran suka sama Lili?!"
"Apa sih bawa-bawa Lili." Wajah Theo langsung mengeras, tajam.
"Terus lo lagi naksir sama siapa?" tanya Ten geli.
"Gue naksir siapa itu nggak penting." Theo menukas tegas. "Yang penting itu gimana bikin supaya orang yang kita suka itu balik suka sama kita."
"Oh, jadi cinta lo one-side, nih?" tanya Ten langsung menyimpulkan. "Sedihnya."
"Emang lo pernah?"
Theo melihat Ten sekali lagi dengan tatapan benci untuk selanjutnya bangkit berdiri dan meninggalkan Ten. Theo menelepon seseorang dan tak lama kemudian teleponnya diterima.
Sambil berjalan, Theo bertelepon dengannya.
"Halo, Cas?"
Lucas langsung menyapa hangat. "Weh, mabro. Ada apa, neeh?" Ada tawa geli sebelum dia bertanya, "Ada yang ganggu?"
"Gue mau tanya sesuatu."
"Apa tuh?"
"Cara biar orang yang lo suka balik suka sama lo Itu gimana?"
__ADS_1
"Hm...." Lucas terdiam sesaat dan membuat Theo agak kesal. "Mencium bau-bau apa gitu gue."
"Jawab aja, Cas."
"Oke. Karena lo temen gue dan lo maksa. Gue bakal jawab." Lucas akhirnya menjawab. "Biar dia yang disuka balik sama kita itu. Pertama, gue pastiin harus selalu ada di deketnya. Dengan begitu, banyak waktu dan ingatan dia tentang gue. Kedua, harus perhatian. Apa yang dia butuhkan, gue harus jadi orang pertama memenuhinya. Ketiga, perlakuin dia dengan spesial. Yakin deh gue, perlahan-lahan, orang itu bakal suka balik sama gue."
Theo memikirkan apa-apa yang telah dilakukannya dan sepertinya itu cukup.
"Yah, sebenarnya mengait hati cewek itu gampang kalau muka udah ganteng." Lucas menambahkan dengan santai. "Gimana? Lo kok tiba-tiba tanya beginian? Baru puber akhirnya, Yo?"
"Ck." Setidaknya Lucas menjawab, itu cukup bagi Theo. "Gimanapun, makasih."
***
"Kita mau ke mana, Yo?" tanya Lili sebelum benar-benar menaikki motor Theo.
Theo menoleh datar pada Lili. "Lo tunggu aja. Mau ke mana pun gue bawa. Oke?"
"Nggak bakal culik gue, kan?"
"Kalau lo nggak buruan naik, gue beneran mau culik, nih," ancam Theo karena tak tahan dengan kebawelan Lili.
Lili cemberut. Kemudian naik ke motor Theo. "Yaudah, deh."
Waktu Lili telah memegang pinggangnya, barulah Theo melajukan motornya ke jalanan dengan senyuman tertahan.
Akhirnya, kesampaian juga dia menculik Lili sore hari.
Tanpa seorang pun tahu, Dika memantau motor dan mengikut ke mana Theo pergi dari belakang dengan motornya.
***
karena banyak yang ingin aku up tiap hari sekali, maka aku kabulkan
__ADS_1