Dari Korea

Dari Korea
LSF - 16


__ADS_3

Luhan selesai kumpul vokal grup karena ada anak baru yang tak terlalu Luhan perhatikan karena dia sibuk chat-an dengan ciwi-ciwi.


Di depan pintu keluar, sudah ada Lethan yang berisi, tengah menunggu seseorang. Ya, siapa lagi kalau bukan Mie Burung Dara ... enaknya nyambung teruuuuuuuuuus?


Luhan masih agak tak percaya sih Lethan bisa sehebat ini dalam PDKT seorang ciwi yang padahal katanya bukan tipenya. Sebab Lethan lebih suka ciwi yang seumuran dengannya daripada yang lebih muda dan seger.


Luhan salut pokoknya pada Lethan. Dia menepuk dengan bangga punggung Lethan.


"Waw, perjalanan cinta lo making mulus aja, ya, Than."


Lethan mengangkat kedua bahunya seraya berdeham agak gugup karena dia sedang menunggu kedatangan Dara untuk diajak ke suatu tempat berduaan saja untuk pertama kalinya. "Ya gitu deh."


"Suka bener lo?" tanya Luhan penasaran.


"Nggak tau kenapa." Lethan mengangkat kedua bahunya kembali. "Gue suka banget sama dia. Manisnya itu lho kayak gulali."


Luhan tertawa keras. "Ha ha ha kocak anjuir lo."


"Serah." Lethan memutar kedua bola matanya dengan jengah dan wajah malas.


Namun, saat melihat Data hendak keluar bersama teman-temannya, wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat. Menjadi senang dan ceria. "Hei, Dara!"


Lethan langsung menyusul Dara saat perempuan kelas sepuluh itu tak melihatnya sejak keluar dan malah berjalan riang bersama teman-temannya yang lain.


"Ye, sumpit, main tinggalin aja." Luhan mengeluh saat kini jadi sendirian dengan menyedihkan. Dia sedang malas mengantar ciwi baru. Soalnya, perasaannya pada Reisya masih terlalu kuat menancap di hati. Ea. Sa ae ya si Luhan ini.


"Aduh!" Luhan merasakan ada yang menyenggolnya secara tidak pelan saat berjalan.


Perempuan yang awalnya berlari cepat itu jadi berhenti dan menatap Luhan dengan cemas. Pipinya merah merona seketika. Entah karena malu berhadapan dengan Luhan atau karena capek habis berlari-larian


"Aduh, maaf, maaf, maaf, maaf!" seru perempuan berambut lurus sebahu itu dengan kepala menunduk.


Luhan mengernyitkan keningnya saat melihat betapa lucunya perempuan ini. Dia menyentuh lengan perempuan itu tanpa permisi hingga perempuan itu mendongakkan wajahnya dan membuat kata keduanya saling bertemu.


Mata hitam bulatnya berkilauan, tamoam sagat polos dan bersih. Pipinya agak tembam, namun tetap membuatnya cantik. Dengan hidung mancung, bibir pink yang tipis dan bagi belah, wajahnya benar-benar memukau Luhan. Sepertinya ... Luhan jatuh padanya pada pandangan pertama. Asek-asek.


Wajahnya yang tampak muda membuat Luhan menebak-nebak, siapa tau berhadiah.


"Eh, adek?" tanya Luhan seperti telah menemukan belahan jiwanya yang telah hilang.


"Eh ... eh? Kakak siapa?" Perempuan itu bingung.


"Luhan." Seperti sebelumnya, Luhan mengulurkan tangannya dengan senyuman manis untuk menarik perhatian dan sekalian hati perempuan. Matanya menatap lembut dan ramah. "Ekskul apa? Vocal grup juga? Kok gue nggak pernah liat, ya?"


"Aku baru masuk hari ini, Kak." Perempuan itu sama sekali tak berniat untuk menjabat tangan Luhan. Perempuan tersebut tampak ketakutan malah. "Yaudah, kalau gitu aku pamit, ya. Daraaaa, tungguin!"


Perempuan itu langsung berbalik dan berlari karena entah bagaimana bisa, dirinya terpisah dari kawanannya.


"Oh, anak baru yang kenalin diri tadi itu dia." Luhan mengangguk-angguk, dia baru sadar sesuatu. Kemudian, tangannya mengusap-usap dagu dengan wajah bingung. "Kok bisa ya gue nggak menangkap radar cewek cantik?"


***


Malam-malam, setelah makan malam dan menyiapkan buku pelajaran untuk esok hari, Luhan segera rebahan di tempat tidurnya dengan ponselnya di tangan, di mainkan. Luhan membuka WhatsApp messenger dan mengirim pesan pada seseorang.


Luhan: Beb, minta nomor temen lo dong


Dara: Temen yang mana? Temen gue banyak, lho


Ya, sejak Luhan mengenal Dara karena Lethan, Luhan menyimpan nomor Dara sekalian saat Lethan juga memintanya. Nomor Dara juga berguna di saat-saat seperti ini


Luhan: Yang anak baru itu lah


Dara: Mau diapain?


Dara ini memang termasuk spesies perempuan yang sangat teliti dan agak susah didekati. Makanya, waktu Luhan minta tau namanya dan nomornya, dia harus bekerja extra. Dan ketika pada kenyataannya Lethan berhasil mendekati Dara, Luhan sangat-sangat terkejut.


Luhan: Nggak bakal diapa-apain lah. Lo pikir gue apaan. Parnoan amat.

__ADS_1


Dara: Lo kan buaya, Kak


Ini mulut Langit versi cewek, nih, keluh Langit dalam hati, merasa kesal.


Luhan: Heh, kata siapa gue buaya?!?!


Dara: Kata Kak Lethan


Lugan: Ck. Racun ular kobra lo percaya. Dari pada buaya, gue lebih pantas dipanggil kancil, lho


Dara: Kancil, gigimu


"Ck." Luhan berdecak karena rupanya berkirim pesan online dengan Dara bisa sangat menguras emosi jiwa begini.


Luhan: Ye, suka nggak percayaan gitu


Dara: Tapi asli, serius, gue nggak mau umpanin temen gue yang selucu Disa ke buaya kalau lo, Kak


Sori


Luhan: oh, namanya Dara ... hm ... HAHAHAHAHAH MAKAISH SAYANG DARA-KUU


Dara: Shit.


Ya, kadang perempuan itu agak bodoh. Luhan tertawa senang saat rupanya Dara juga punya virus kebodohan seperti Lethan.


Dara: awas ya, Kak, kalau ngapa-ngapa Disa. Dipanggang jadi buaya panggang dah sama gue


Luhan: Gue bukan buaya, Dara sayang. Percaya deh


Dara: Barang siapa yang memanggil semua orang dengan sebutan sayang namanya buaya, Kak. Itu kata kamus gue


Luhan: Itu kata kamus lo


Dara: Serius gue


Luhan: Menurut kamus gue, buaya adalah hewan dan barang siapa yang memanggil semua orang dengan sebutan sayang itu artinya dia memiliki hati yang penyayang dan lembut. Mirip-mirip lah sama malaikat


Luhan menahan tawa. Chat-an dengan Data seru juga. Dara suka marah dan mengatai-ngatainya dengan kesal, namun marahnya itu lucu.


Luhan: Nenek gue bukan malaikat, tuh


Dara: Serah


Luhan: Dara, plis. Karena lo udah kasih tau namanya, mending kasih tau nomornya juga. Sekalian dong kalau mau berbuat amal


Dara: No


Luhan: Plis, plis, plis


Tidak ada balasan lagi dari Dara setakh setidaknya tiga menit Luhan menunggu sambil membalas chat-an dari ciwi lain yang dia gunakan sebagai penghilang rasa bosan. Luhan berdecak, dia tak punya pilihan lagi lain selain membuka kartu As.


Luhan Atau mau gue bilangin kalau lo suka sama Lethan? Hm ... sepertinya seru


Tak lama pesannya dibaca dan Dara langsung ....


Dara: (Send a contact) Disa


.... mengirim kontak Disa, dooooong.


Dara: puas lo?!?!?!??


Luhan: Xe xe, Beb. Gue doain deh lo langgeng sama Lethan. Makin hari makin lengket aja kelihatannya wkwkwkwk


Dara: Bacot.


Mengabaikan pesan dari Data, Luhan langsung berakhir pada kontak Disa.

__ADS_1


Luhan: Halo, Disa


Tak lama, pesannya dibaca, namun tak langsung dijawab. Luhan berusaha sabar dan menunggu, hingga akhirnya Disa membalasnya.


Disa: Eh ... maaf sebelumnya, ini siapa ya?


Luhan: Ini aku. Kakak kelas yang tadi nggak sengaja tabrakan sama kamu. Luhan. Kalau kamu lupa nama aku.


Disa: Oh, iya iya. Aku inget. Kak Luhan. Mau ada apa ya tiba-tiba chat aku?


Luhan: Pengennya sih ngajak pelaminan, tapi kita masih muda


Disa langsung tak membalas lagi. Sepertinya Disa adalah tipe pemalu yang imut-imut gitu. Luhan tertawa puas saat berhasil menggodanya.


Luhan: Bercanda doang, ha ha ha. Jangan dibawa serius napa


Disa: Oh, iya Kak. Siap siap


Nah, kan. Disa anaknya malu-malu imut gitu, sebenarnya anaknya pasti seru.


Luhan: Aku cuma mau kenalan aja sama kamu. Aku juga anggota vokal group soalnya. Kita bisa temenan


Disa: Oke, Kak. Seneng rasanya ada yang ngajak aku temenan secepat ini


Luhan: Lho, memangnya kamu jarang ya diajak temenan gitu?


Disa: Ya gimana ya, temen-temen aku itu mungkin agak takut sama aku. Wajah aku kan keturunan papa aku, jadi agak serem gimana gitu kata orang-orang


Tuh, kan, anaknya terbuka banget. Bisa langsung curhat begitu.


Luhan: Takut dari mananya sih? Muka kamu imut gitu


Disa: Ya, cuma kakak yang bilang gitu, tau


Luhan: Yah ... aneh banget. Padahal kamu itu cantik, imut, lucu, manis. Nggak ada garang-garangnya atau seram-seramnya


Disa: Wah, makasih, Kak. Seneng banget aku


Luhan: Sama-sama he he


Disa: :)


Luhan: Eh, besok lo dijemput pacar kagak pulang sekolah?


Luhan mulai tancap gas.


Disa: Eh ... pacar? Aku nggak ada pacar lagi, Kak. Aku dijemput sama supir aku


Luhan tersenyum penuh arti.


Luhan: Oalah begitu. Gimana kalau kamu aku anterin aja?


Disa: Hm? Serius?


Luhan: Iya


Disa: Oh, yaudah. Oke.


Luhan: Oke sip.


Disa: Udah malem, aku harus tidur. Jadi, bye bye


Luhan: Oke oke. Selamat tidur ya


Saat Luhan mengirimkan balasan pada Disa, pesannya itu langsung ceklis satu yang artinya Disa benar-benar sudah mau tidur dan mematikan ponselnya.


Seelain malu-malu imut, sepertinya Disa juga anak yang manis, penurut dan disiplin. Ah, Luhan semakin jatuh cinta kalau begini.

__ADS_1


Eh, apa jatuh cinta bisa semudah dan secepat ini, ya?


***


__ADS_2