
Lili sampai di lapangan basket indoor sekolahnya saat Jae terlihat menata lampu di sana. Dengan langkah ringan, Lili menghampiri Jae.
Sepulang sekolah tadi, Lili dihubungi Jae agar Lili datang ke tempat shootingnya. Tentu Lili langsung menyetujuinya. Ada beberapa siswi yang sepertinya memiliki peran yang sama seperti Lili di tribun penonton.
"Aku dapat peran apa, Kak?" tanya Lili langsung ketika sampai di dekat Jae.
Jae menoleh padanya. "Oh, Lili."
Lili tersenyum lebih lebar.
"Kamu jadi penyorak waktu PU-nya main basket, bisa kan?"
Bukannya menjawab, Lili justru kaget karena barusan Jae memanggilnya dengan kata ganti orang kedua, kamu, bukan lo. Sebenarnya bukan sesuatu yang wah juga, tapi sangat berarti menurut Lili.
"Li?" tanya Jae heran. "Kenapa ngelamun?"
Kepala Lili seketika menggeleng, tersentak. "Oh!" serunya ketika sadar. "Bersorak, ya? Siap, Kak! Gampang itu mah!"
Udah jadi kebiasaan sehari-hari dalam hati waktu liat Kak Jae, weheheheeh, tambah Lili dalam hati.
"Oke, bagus. Siap-siap aja sama temen-temen kamu, tuh," kata Jae, lagi-lagi membuat Lili sejenak merasa tersihir karena perubahan gaya bicaranya. Lili merasa spesial jadinya.
"Oke, Kak!" seru Lili riang. Kemudian kakinya segera melangkah mendekati empat siswi lain di tribun.
Mereka tampaknya ramah satu sama lain, tapi tidak kepada Lili. Lili sudah menyapa dan memperkenalkan diri, namun mereka tak menyahut semangat karena sibuk pada sesuatu di ponsel mereka.
Lili cemberut, pengambilan video masih belum dimulai karena masih banyak yang perlu disiapkan. "Oke deh, gue main hp aja dulu."
Rasanya pas sekali, ketika Lili membuka ponselnya, ada sebuah pesan dari Theo. Senyum Lili mengembang tipis.
Theo: di mana?
Lili memang malu ketika berhadapan langsung, namun tidak ketika mereka berbalas pesan.
Lili: di lapangan basket, ada urusan sama Kak Jae hehehe
Tak lama, Theo memberinya balasan.
Theo: gue titip Titi dulu kalau gitu, kayaknya gue bakal pulang telat
Lili: mau ke mana dulu?
__ADS_1
Theo: jangan kepo
Lili menggerutu. Baru akan membalas kembali saat shooting diberitahukan akan dimulai sebentar lagi dan semua orang yang terlibat diharapkan bersiap-siap.
Baiklah, Lili akan memperlihatkan kebolehan aktingnya lagi kali ini.
"Action!"
"WAAAA!"
"WUUUU!"
***
Regan: gue kasih waktu dua minggu lagi buat lo bawa Theo ke gue
Ten berdecak keras kala mendapatkan pesan dari Regan. Ten tidak tahu mengapa Regan tak langsung mengontak Theo untuk membicarakan keperluannya. Belum lagi baru-baru ini dia tidak berhubungan baik dengan Theo. Bagaimana bisa dia mengajak Theo lagi?
Baru saja dia memikirkannya, Ten mendapatkan sosok Theo di depan gerbang panti asuhannya. Laki-laki itu tampak sedang menunggunya, jadi Ten menghampirinya.
"Ada apa?" tanya Ten tanpa basa-basi. Wajahnya tampak tak suka dan sudah lelah.
"Gue pikir gue salah." Theo menipiskan bibirnya, tak berani menatap Ten langsung. "Maaf."
"Berkat seseorang," balas Theo seraya mengangkat kedua bahunya.
"Lucas?"
"Harus banget gue jawab?" Theo tampak enggan untuk jujur.
"Kepo nih."
"Lili."
"Kasmaran lo?" tanya Ten dengan senyum geli. Tak pernah dia melihat Theo bersemu pipinya saat menyebut nama seorang cewek atau tampak malu-malu.
"Bacot lo."
Ten tertawa renyah, kemudian meninju pelan lengan Theo. "Udah besar teman aku sekarang. Bisa bareng-bareng nih kalau mau action."
"Sorry, gue nggak minat gituan," balas Theo menolak mentah-mentah gagasan Ten.
__ADS_1
"Karena udah ada dia, ya?" Ten menggodanya habis-habisan. "Adeuh, cie-cie, aciwiwiwt!"
"Ck."
"Baperan banget," ledek Ten dengan decakan kecil.
"Jadi." Theo menatapnya lurus-lurus. "Kapan gue bisa ketemu Regan?"
"Lo tahu dari mana?" tanya Ten terkejut. Mendadak, senyum dan wajah ramahnya berubah.
"Dari mana lagi?"
"Lucas." Ten tersenyum simpul. "Sebelum minggu ini berakhir."
"Malam ini bisa?" Theo bertanya lagi.
"Lo sendiri harus siap." Ten mengangguk kecil seraya menepuk kecil pundak Theo. "Regan nggak main-main soal mau rekrut lo."
Theo tersenyum tipis. "Lo tenang aja. Gue bakal urus semuanya."
***
**oke, apa kabar semuanya?
semoga kalian baik-baik aja terus ya. jaga kesehatan. jaga pola makan. yang puasa semangatttttt.
jadi, ini adalah part terakhir untuk bukan April, yha jelaslah besoknya udah masuk bukan Mei
garing banget, ya
intinya aku di sini untuk menyapa kalian?
gimana perasaannya? kalau kalian udah beres baca sampai sini, kalian hebat bangetttttt
coba komen perasaan apa aja yang telah kalian lalui setelah baca sejauh ini?
apa bentar lagi akan ending?
kalian maunya gimana**???
__ADS_1
Ayah, kok kaca mata aku ilang? -Lili