Dari Korea

Dari Korea
WABBL - 23


__ADS_3

Theo: hari Minggu ke rumah gue


Lili dikirim Theo pesan seperti itu saat dia sedang mengetik lagi di malam hari. Ponselnya yang bergetar membuat Lili mengira itu dari Jae, ternyata dari Theo. Sekarang malam Sabtu dan Lili jadi berpikir.


"Lah, besok dong?" Lili mengeluh tak suka. "Gue mau fokus nulis besok. Gimana dong? Kalau Jae juga nggak calling-calling. Aneh. Apa Minggu yang dia maksud itu Minggu depan?"


Lili: nggak bisa


Theo: mati lo Besok


Lili: lo dipenjara


Theo: lo nggak mau tau hidup gue lebih lanjut?


Lili: oh, lo ada cerita lagi?


Theo: banyak


Lili: oke-oke, jamber gue ke sana?


Theo: sepuluh


Lili: oke, Bosque


Berkat percakapan itu, di sinilah Lili sekarang berada. Dia masuk ke dalam rumah saat Theo yang baru saja mandi membukakan pintu untuknya. Wangi sabun bersampul shampoo mentol menyambut indra penciuman Lili.


"Tugas lo jagain Titi di sini."


Mata Lili membulat. "Emangnya lo mau ke mana?"

__ADS_1


"Gue ada urusan."


"Urusan?"


"Nanti gue kasih tau."


Senyum Lili mengembang sempurna seperti adonan donat. "Sampe jam berapa?"


"Sampe gue pulang," balas Theo datar.


"Iya, jam berapa?" Lili menahan diri untuk tak memutar bola matanya.


"Gue nggak bisa pastiin, tapi kemungkinan besarnya malem."


"Buset. Lo sebenarnya mau ngapain sih?"


"Nanti lo juga tau." Theo menukas cepat, langsung mengambil kunci motornya yang sebelumnya tergeletak di dalam sebuah sepatu di raknya dan segera keluar rumah. "Gue titip Titi, gue titip rumah. Kalau ada masalah, lo tinggal nama."


"Itu anak nggak takut apa kalau gue tiba-tiba ada niat jahat dan bobol rumahnya, terus gue menyandra Titi buat minta tebusan bermiliar-miliar?"


Lili berdecak beberapa kali dengan wajah masih tak bisa percaya. Pada akhirnya, Lili masuk lebih ke dalam dengan langkah perlahan.


Karena rumahnya sangat sepi dan lenggang, suara Lili yang memanggil nama Titi terdengar gemanya.


"Titi," panggil Lili. "Titiiiiiiii!"


"Kak Lili!" seru Titi, membalas panggilan Lili dengan wajah gembira ketika sebelumnya ia fokus membentuk lilin mainan di sofa keluarga. "Ye!"


Lili tak tahu mengapa Titi sesenang ini bertemu dengannya sampai memeluknya dengan erat seperti ini, namun Lili senang karenanya.

__ADS_1


"Seneng banget ya, ketemu Kakak?" tanya Lili dengan senyum lebar penuh kebahagiaan.


"Banget, Kak. Soalnya aku nggak suka kalau dititip ke panti asuhan kalau Kak Theo mau keluar," jelas Titi tanpa ditanya. "Aku minta ke Kak Theo supaya aku main aja sama Kak Lili. Eh, ternyata dikabulkan! Kak Theo kayaknya bener-bener jin yang bisa kabulin permintaan Titi!"


Lili mengacak rambut Titi dengan gemas. "Kayaknya memang begitu! Kak Theo emang jin-nya!"


Titi tertawa. "Kak, Titi pengen rambut Titi dikepang!"


"Boleh," balas Lili senang hati.


Ketika mulai mengepang rambut Titi, Lili memikirkan sesuatu. Agak ragu baginya untuk bertanya, namun ditengah mengepang, akhirnya Lili bersuara.


"Titi suka dititip ke panti asuhan?"


"Iya, setiap kali Kak Theo keluar, Titi suka dianter ke panti asuhan. Di sana mainannya banyak, tapi temen Titi cuma Bu Anis. Kadang Bu Anis juga ketiduran waktu Titi ajak main. Jadi, di sana Titi bener-bener kesepian, Kak."


"Anak-anak di panti emangnya nggak ada?"


"Semuanya udah gede, Kakak. Laki-laki lagi. Mereka senengnya main bola di luar. Titi kan pengen main boneka dan masak-masak." Titi cemberut. "Di sini juga sama. Kak Theo nggak bisa main seru. Beda sama Kak Lili. Kak Lili orangnya seru. Beruntung banget Titi ketemu Kakak. Bisa sering-sering main, hehehe."


"Ibu Titi sama Ayah Titi ke mana?" Secara kejam, Lili terpaksa bertanya begitu.


"Ibu sama AyahTiti jarang banget ke sini, mereka kan udah pisah. Meski ke sini sesekali, Ibu atau Ayah nggak suka main sama Titi." Titi menunduk sedih. "Ibu suka main sama hp, Ayah lebih suka di depan laptop."


Lili tersenyum sedih tanpa sepengetahuan Titi. Anak kecil ini mungkin tak memiliki masa kecil bahagia seperti Lili, namun mulai saat ini Lili akan menciptakan bahagia untuk Titi.


Karenanya, Lili mengambil tubuh Titi untuk dipeluk dan dicium pipinya. "Titi mau main ke rumah Kak Lili, nggak? Ada Ibu Kak Lili sama adik Kak Lili. Titi bisa main juga sama mereka, mau nggak?"


"Mau, dong! Ayo, Kak! Let's go!"

__ADS_1


***


__ADS_2