
Lisin baru saja selesai menghubungi asisten pribadi lain yang di rekomendasi oleh Ningsih.
Walaupun belum bertemu dengan pihak lain, selama itu di rekomendasi oleh Ningsih, Lisin akan langsung mempercayainya.
Menurut Lisin, Ningsih tidak bisa mengurus semua perusahaan di bawah PT. Angkasa, oleh sebab itu dirinya menggunakan selusin Asisten yang akan meringankan beban yang di milikinya.
Sesuai perkiraan Ningsih, jika Lisin akan selalu meminta sesuatu pada dirinya secara mendadak, maka dari itu Ningsih menyerahkan kepengurusan cabang nasi goreng ketagihan kepada seorang wanita untuk menjadi asisten pribadi Lisin yang baru.
Lisin sangat menerima dengan keputusan tersebut, berharap agar Ningsih tidak terlalu bekerja dengan keras.
Untuk itu Lisin menyuruh asisten barunya untuk menghubungi Mimin karena dia akan menjadi manajer kepercayaan Lisin untuk mengurus Nasi goreng ketagihan.
Setelah semuanya selesai Lisin bisa lepas tangan terhadap kepentingan rumah makan nasi goreng ketagihan.
Mimin sangat tersentuh dengan keputusan Lisin, awalnya Mimin ingin menolaknya dan memilih untuk menjadi karyawan saja, namun Lisin menolaknya dan berkata jika Mimin sangat pantas mendapatkan posisi tersebut.
Sekarang mimin dan juleha memiliki pemahaman baru tentang siapa Lisin dan itu membuat keduanya terkejut. Siapa yang tidak mengenal PT. Angkasa yang baru-baru ini mengakuisisi banyak perusahaan. bahkan tempat perusahaan di mana Mimin kerja sebelumnya adalah milik PT. Angkasa. itu berarti pemilik perusahaan tersebut adalah temannya yaitu Lisin.
Sulit di percaya namun itulah faktanya.
Lisin pergi meninggalkan Mimin dan Juleha, saat ini Lisin menggunakan taksi untuk mencari penginapan. namun sebelum itu terjadi suara sistem menyapa dirinya.
(DING)
(Selamat tuan rumah telah menyelesaikan tugas sistem, membantu Mimin Sarimin dalam membesarkan bisnis jualan nasi goreng)
(Dengan menghabiskan dana sistem 10 juta untuk membuat bisnis dengan omset 100 juta dalam waktu 1 minggu)
(Mendapatkan 25 Poin Sistem)
(Mendapatkan Uang 5 Juta)
(Mendapatkan Komplek Perumahan Pondok Indah)
Di dalam taksi Lisin di kejutkan dengan suara sistem, karena dirinya mendapatkan komplek perumahan yang ada di Pondok Indah, Sekarang dirinya tidak perlu mencari penginapan lagi.
"Ting... tong..." Lisin melihat ponsel miliknya.
"Selamat malam, Kami dari BRI memberitahukan kepada pemilik Akun dengan nomor 68251783 telah melakukan transaksi transfer pada pukul 19:22 sejumlah 5.000.000 dan Jumlah Saldo: Rp7.350.440.754.000"
Setelah melihat notifikasi ponsel, Lisin langsung menyuruh supir taksi untuk pergi ke arah Komplek Pondok Indah berada.
"Halo, Apakah ini Bapak Lisin?..."
"Benar, dengan saya sendiri..." Lisin menjawab panggilan telepon dari pihak lain, dari nada suaranya sangat jelas jika pihak lain adalah perempuan.
"Maaf menggangu waktunya, Saya Agen Realstete yang mengurus serah terima dokumen kepemilikan Komplek Pondok Indah, Bapak Lisin bisa melakukan penandatanganan?..."
__ADS_1
"Bisa, tidak masalah... Aku sedang dalam perjalanan ke Komplek Pondok Indah, jika berkenan kita bisa melakukan penandatanganan dokumen di sana..." Lisin langsung menutup telepon.
Setelah waktu berlalu, taksi berhenti di depan pintu masuk Komplek Pondok indah. tempat tersebut layak di katakan elit karena, kebanyakan rumah di sana adalah rumah mewah sebesar istana, sebut saja Mansion atau Villa.
Belum lagi terdapat banyak penjaga, Perumahan yang ada di Komplek Pondok indah sangat terjamin akan keamanannya.
"Masnya, ada kepentingan apa ya, dari tadi melihat perumahan yang ada di dalam, Jika ingin merampok di tempat lain saja mas..." Penjaga keamanan dengan tubuh gemuk berniat mengusir Lisin yang berpakaian biasa berdiri di depan gerbang besar.
Merampok?... Sialan... Seluruh perumahan yang ada di Komplek ini adalah milikku kenapa aku merampok ke tempatku sendiri.
"Saya adalah pemilik baru Komplek ini, jadi saya ingin melihat-lihat..." Lisin berkata dengan jujur.
"Jika kamu pemilik Komplek Pondok indah... Maka, Taman Monas itu milik leluhurku..." Penjaga kurus datang mengejek Lisin.
Hadeh... entah kenapa aku selalu mendapatkan kejadian klasik seperti ini, dan ujung-ujungnya kalian akan di pecat.
Lisin mengeluarkan ponselnya, namun sebelum dirinya melakukan panggilan, sebuah mobil datang dari kejauhan.
"Selamat malam, Bu Tina..." Penjaga keamanan gemuk menyapa wanita cantik yang keluar dari mobil.
"Apa yang terjadi di sini..." Tina bertanya saat melihat Lisin yang berpakaian biasa.
Jelas Tina belum bertemu dengan Lisin namun tidak meremehkan pihak lain.
"Begini Bu Tina... Pemuda ini sangat mencurigakan, dan kami menduga jika dia akan melakukan aksi perampokan malam ini juga..." Penjaga keamanan gemuk berkata dengan nada terhormat.
"Karena kita sebagai penjaga keamanan yang profional... profinal-"
"Iya... Maksudnya itu, profesional... maka dari itu Kami menghentikan perampokan yang belum terjadi" Penjaga keamanan gemuk berkata sambil menyanjung.
"Bro... bukannya kamu keturunan Amerika, kenapa bahasa Inggris kamu kurang lancar..." Penjaga keamanan kurus bertanya.
"Aku lahir di Amerika, masa kecil di Jepang, masa remaja di Arab, kerjanya di Indonesia, karena kebanyakan bahasa jadinya begini..." Penjaga keamanan gemuk berkata dengan percaya diri.
"Oh begitu..." Penjaga keamanan kurus mengangguk.
Lisin yang mendengar alasan penjaga keamanan gemuk merasa ingin muntah darah.
Hadeh... ingin tertawa takut dosa, kenapa tidak bilang sekalian masa tua kalian di planet Mars jika perlu planet Pluto.
Tina yang mendengar ocehan kedua penjaga keamanan tidak bisa berkata-kata.
"Kalian berdua, Apakah kamu sudah bertanya kepadanya sebelum mengambil keputusan?..." Tina tipe orang yang melihat isi buku untuk menilai, dari pada menilai sampul bukunya terlebih dahulu.
Jelas dirinya tidak percaya jika pihak lain adalah perampok sebelum mengetahui kebenarannya.
"Bu Tina, kita sudah bertanya namun pemuda ini mengaku jika dirinya pemilik Komplek Pondok indah, bagaimana kita tidak kesal..." Penjaga gemuk menjelaskan.
Pemilik Komplek Pondok indah? Jangan bilang itu dia...
__ADS_1
Tanpa menghiraukan kedua penjaga Tina langsung menghampiri Lisin yang dari tadi hanya diam.
"Bapak Lisin, Maaf atas ketidaknyamanannya, aku Tina Agen Realstete yang mengurus Komplek Pondok indah" Tina berkata dengan tersenyum.
Kedua penjaga keamanan yang melihat jika Tina menyanjung pemuda tersebut, menjadi ketakutan.
Mungkinkah dia pemilik Komplek Pondok indah, Itu berarti dia tidak berbohong. Kenapa Kita sangat bodoh, bukankah aku bekerja untuknya.
Diam... keduanya ingin menangis tanpa air mata.
"Bapak Lisin harap tenang, untuk keduanya aku bisa memecatnya..." Tina berkata dengan dingin sambil melihat kedua penjaga keamanan.
Kedua penjaga keamanan hanya bisa menyesal karena dirinya buta dan sepertinya di pecat adalah pilihan tepat untuk keduanya.
"Jangan pecat mereka, itu terlalu klasik... potong saja gajinya..." Lisin berkata dengan datar.
Kedua penjaga keamanan sangat bersyukur tidak jadi di pecat, setidaknya dengan tidak kehilangan pekerjaan mereka berdua masih bisa menafkahi kedua istri mereka masing-masing.
"Terima kasih Bos, atas kemurahan hatinya..." Keduanya berkata dengan sungguh-sungguh.
Pandangan keduanya tercerahkan tentang kebaikan hati atasan mereka, sekarang keduanya mendapatkan pelajaran yang sangat besar, tentang jangan menilai buku dari sampulnya.
Lisin pergi ke salah satu Perumahan mewah yang ada Komplek Pondok indah untuk mengurus penandatanganan serah terima dokumen.
"Bapak Lisin, Apakah Anda akan mengurus Realstete Komplek Pondok indah ataukah membutuhkan Agen?..." Tina berkata dengan hati-hati karena takut jika menyinggung Pemuda tampan di depannya.
Tina lebih terkejut dari Kedua penjaga saat mengetahui jika Lisin akan menjadi pemilik baru Komplek Pondok indah. itu karena Tina mengetahui semua harga jual rumah-rumah mewah yang ada di Komplek Pondok indah.
Lisin jelas tau apa yang di inginkan pihak lain, sangat jelas Tina berharap jika Lisin akan menggunakan jasa dirinya untuk mengurus penyewaan rumah-rumah mewah yang ada di Komplek Pondok indah.
Lisin tentu tidak mengabaikan begitu saja, karena dirinya sangat puas dengan kinerja Tina.
"Jika Bu Tina tidak keberatan Bu Tina bisa tetap menjadi Agen Realstete Komplek Pondok indah atas namaku..." Lisin berkata dengan sedikit senyuman.
"Tidak mungkin saya keberatan menjadi pegawai bapak Lisin..." Tina tersenyum.
"Bu Tina, Senang melakukan kerja sama denganmu..."
"Tentu saja, Bapak Lisin senang bekerja untukmu, jika tidak keberatan Bapak Lisin bisa memanggil Tina saja karena Tina belum menikah..." Tina berkata dengan malu.
Alasan kenapa dirinya belum menikah karena dirinya mengejar karier, dengan begitu dia menolak setiap hubungan yang mendekat.
"Belum menikah!..." Entah kenapa Lisin mendengar ajakan lain.
Sepertinya malam ini berakhir dengan lembur lagi, kemarin-kemarin lembur menjadi koki nasi goreng ketagihan, sekarang lembur dengan seorang wanita.
Bersambung...
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN dengan skill ONE PUNCH MAN"
__ADS_1
*Terimakasih.