Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 199


__ADS_3


Acara resepsi pernikahan tidak terlalu meriah seperti yang di lakukan oleh selebriti tertentu, namun paling meriah di kawasan tersebut. mayoritas desa Blimbingsari juga di penuhi oleh kepala rumah tangga yang bekerja sebagai nelayan, pedagang, petani dan lain sebagainya.


Jadi keluarga Susan yang hanya bekerja sebagai Nelayan hanya bisa memiliki resepsi yang cukup sederhana.


Kediaman keluarga Susan terutama dari pihak mempelai wanita sudah memahami jika kehamilannya dengan Rizal dan bukan dengan Sultan. namun mau bagaimana lagi yang namanya wanita hamil di luar nikah harus cepat - cepat di nikahkan karena tidak baik menurut kepercayaan dan pandangan masyarakat setempat.


Walaupun begitu pihak mempelai wanita juga harus bersyukur karena ada pria bertanggung jawab seperti Sultan. juga Sultan yang saat ini akan melangsungkan pernikahan menjadi semakin gugup. Dirinya masih menunggu kedatangan Lisin agar menyemangati dirinya. namun hingga siang hari Lisin tidak kunjung datang.


Tamu undangan dan beberapa orang penting desa seperti kepala desa dan lain sebagainya, sudah menunggu cukup lama dan tidak baik terus menerus mengulur waktu. terutama Penghulu yang akan menikahkannya, raut wajahnya sudah mulai bosan. biasanya akad nikah akan selalu menjadikan Penghulu untuk memulai pelaksanaan pernikahan. mengapa sekarang Penghulu harus menunggu mempelai pria.


"Bapak ibu sekalian, baik keluarga calon mempelai wanita dan calon mempelai pria, waktu saya terbatas dan setelah ini masih ada ribuan pasangan yang harus di nikahkan. jika tidak cepat - cepat di mulia mungkin saya akan langsung berpamitan..." Kata Penghulu dengan kesal.


Seribu pasangan dalam sehari sungguh banyak sekali yang akan menikah, hanya saja pasangan apa yang akan di nikahkan?


"Tolong jangan pergi dulu, pernikahan akan segera di langsungkan dan mempelai pria akan segera datang..." Kata ayah Susan dengan panik.


Sebagai seorang ayah dirinya sudah malu mengetahui anaknya hamil di luar nikah, hanya saja belum terlambat dan sekarang Sultan sudah mau menikahi putrinya. jika pernikahan hari ini gagal mungkin Sultan tidak akan menikahi putrinya saat mengetahui jika putrinya hamil dengan pria lain.


"Kalau begitu, tolong datangkan mempelai pria dan kita akan memulai akad nikahannya secepatnya..." Kata Penghulu sambil mengangguk seolah memberikan kesempatan.


"Susan panggil Sultan... Lama sekali dia di kamar mandinya..." Seru ayahnya dengan berbisik.


"Mungkin lagi main sabun ayah..." Susan tersenyum kemudian pergi kebelakang.


Dapat di lihat jika perutnya sedikit buncit dari pada perut wanita normal pada umumnya, terutama dengan tubuh Susan yang kurang berisi. namun tidak terlalu mencolok karena hanya beberapa bulan.


Penampilan Susan yang mengenakan gaun pengantin memang sangat cantik, hanya saja percuma juga cantik namun sudah dirusak oleh mantan pacarnya. Bukan karena wanita tidak berharga hanya saja jangan menjadi wanita yang bodoh seperti Susan atau mungkin karena dia kurang beruntung. karena mencintai pria yang salah.


Menyukai seorang pria terutama untuk kaum wanita yang sedang bucin memang cukup sulit, di saat pria yang di cintanya dan sudah memberikan kehormatannya untuk pria tersebut, namun pria itu tidak ingin bertanggung jawab. Apa yang bisa seorang wanita lakukan.


Hanya saja hidup itu pilihan, seperti halnya mencintai seseorang. jika kita memilih dengan benar - benar maka hal tersebut tidak akan terjadi dan jangan asal pilih dan asal mencintai jika tidak menjadi Susan yang kedua.


Kondisi seperti ini sudah banyak dan cukup sering terjadi, jadi lebih baik menahan diri dalam hubungan yang sehat dari pada tebar benih ke sana ke sini namun saat berbuah tidak ingin bertanggung jawab.


"Sayang, Kamu harus cepat main sabunya. karena pernikahan akan segara berlangsung..." Kata Susan di luar pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Ya, Sebentar..." Kata Sultan sambil membuka pintu dan melihat mempelai wanita yaitu Susan.


Sultan berkeringat dingin karena dirinya sangat gugup, dirinya bukan bermain sabun melainkan sedang menunggu kedatangan Lisin. karena bagi Sultan, Kedatangan dan penyemangat seorang teman akan membuatnya lebih baik.


Sungguh ikatan pertemanan yang luar biasa, hanya sedikit orang yang memiliki ikatan seperti ini, belum lagi saat malam pengantin tiba dan membuatnya menjadi gugup. maka alangkah baiknya mengundang teman untuk menyemangatinya sekaligus menemaninya.


Sultan yang dengan siap dan bijaksana langsung duduk berhadapan dengan Penghulu. walaupun Lisin belum datang, mungkin sedang dalam perjalanan. Jadi tidak ada pilihlah lagi selain mulai melangsungkan akad nikah.


Sultan dengan gugup dan tangan berkeringat perlahan mulai menjabat tangan Penghulu yang duduk bersebrangan dengan dirinya.


"Saudara Sultan Anda Siap?..." Tanya Penghulu yang menggunakan microphone.


"Saya siap..." Jawab Sultan.


Di samping Sultan, mempelai wanita yaitu Susan tersenyum di bawah kain putih yang menyatukan kedua mempelai.


Tidak jauh dari sana Sindi yang di temani Jihan mengabadikan momen tersebut dengan ponsel pemberian Lisin. Dan senyuman tidak hilang dari wajah mungil Sindi.


Kembali kepada Penghulu yang melakukan pidato singkat dan membawa beberapa ucapan menyanjung untuk kedua mempelai.


"Tolong jangan mengganggu kelangsungan acara... Siapa tadi yang berteriak?..." Penghulu mengerutkan kening karena merasa terganggu.


"Tidak ada Pak Penghulu, mungkin suara kucing..." Jawab ayah Susan secara langsung.


"Baiklah kita lanjutkan... Saya nikahkan dan..."


"Aaaaaa..." Suara teriakan terjadi lagi.


"Saya... Siapa tadi yang berteriak?..." Penghulu itu pekerjaan yang mulia namun belum pernah dirinya di permainan seperti ini.


Sebelumnya sudah menunggu lama, sekarang terganggu oleh teriakan entah dari mana, bisakah tidak main - main dengan dirinya.


"Kucing... Pak Penghulu... Tolong di lanjutkan..." Ayah susan menjelaskan dengan panik.


Semua tamu undangan juga dibingungkan dengan suara teriakan tersebut namun tidak peduli. Pasti ulah dari kaum jomblo tertentu yang tidak bertanggung jawab.


"Baiklah... kita mulai..." Penghulu merapikan posisi duduknya.

__ADS_1


"Aaaaa..." Teriakan yang ketiga terjadi lagi dan membuat Penghulu sangat marah.


"Sudah aku katakan jangan mengganggu pelaksanaan pernikahan..." Penghulu berdiri lalu melihat ke sekelilingnya. namun tidak ada yang mencurigakan karena semua orang terdiam.


"Ini yang terakhir, jika ada pengganggu lagi akan berurusan dangan saya dan pihak keluarga mempelai..." Kali ini semua orang mulai membantu agar tidak mengganggu acara pelaksanaan pernikahan.


Namun mereka semua yakin jika teriakan memekakkan telinga datang dari luar bukan ulah para tamu undangan.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan..." Penghulu tersebut akhirnya bisa bernafas lega karena ucapan sakral tidak terganggu lagi.


"Dengan emas kawin tersebut di bayar Tunai..." Penghulu langsung mendorong microphone kearah Sultan yang gugup.


"Saya Terima..." Ya sedikit lagi Sultan jangan bertele - tele dan membuat penghulu menunggu dengan tertekan.


"Nikah dan kawinnya-" Kata - kata Sultan harus berhenti karena kedatangan pengganggu.


"Tidak Sah..." Lisin datang dari kejauhan dengan di dampingi oleh Vita, sungguh pasangan yang sempurna.


Namun ada sesuatu yang aneh yaitu apa yang Lisin tarik atau seret di belakangnya. Tentunya yang terseret adalah Rizal yang bertanggung jawab sesungguhnya. Karena dialah yang menghamili Susan bukan Sultan.


Semua orang terkejut dengan ucapan Lisin yang mengganggu konsentrasi Sultan, dan juga terganggunya kelangsungan pernikahan.


Lisin tidak peduli dengan tatapan semua orang, dirinya menarik kaki Rizal kemudian melemparkannya kepada Mempelai wanita.


"Rizal, sayang... Kamu tidak apa - apa?..." Kata Susan dengan panik.


Walaupun dirinya harus menikah dengan Sultan, apalah daya jika dirinya masih suka dengan Rizal, walaupun rizal tidak ingin bertanggung jawab. tetap saja Rizal adalah ayah dari anak yang ada didalam kandungannya.


Sungguh gadis bodoh dan drama yang membagongkan...


Sultan juga terkejut dan tidak menyangka Lisin akan datang dengan membawa Rizal yang babak belur, apakah Rizal ini menyinggung Lisin?


Tunggu dulu, yang lebih mengejutkan lagi, mengapa Susan memanggil Rizal dengan sebutan Sayang, bukannya kalian sudah putus sejak lama. Mungkinkah kalian berdua masih berhubungan di belakangku?


Bersambung...


*Reader yang budiman yang sudah memberikan Vote, like komen, hadiah, Author ucapkan terimakasih. Jika perjalanan Lisin berakhir begitu saja mungkin akan mengecewakan kalian yang sudah mendukung dari nol. juga untuk reader penghujat yang memenuhi semua chapter pasti lebih kecewa karena tidak bisa menghujat lagi untuk mereka. Author putuskan seperti ini saja, entah cerita kedepannya seperti apa author lanjutkan hanya saja tergantung dengan dukungan kalian, jika sudah tidak ada lagi yang mendukung ya author akhiri secepat mungkin, seperti time skip misalnya. namun berbeda jika kalian terus memberikan dukungan maka Author akan melanjutkannya hingga chapter seterusnya.

__ADS_1


__ADS_2