
"Duarrrr..."
Ledakan terjadi namun bukan bom atau petasan juga bukan kentut, melainkan suara benturan yang sangat keras. Itu adalah suara benda jatuh yang membuat getaran yang cukup hebat.
"Sialan, Apakah ada gempa bumi?..."
Lin Tian berteriak dengan marah. Dia sekarang berada di kedalam bumi, jika benar - benar terjadi gempa bumi maka dia akan terpendam di dalamnya dan berakhir dengan mati konyol.
"Ting..."
Pintu Lift yang terbuka menarik perhatian Lin Tian di kejauhan. Dia tidak meminta siapapun untuk datang ke Bunker yang menjadi tempat persembunyian miliknya. Lalu siapa yang datang?
"Ukhuk..."
Suara batuk dapat terdengar dari balik pintu Lift, Lin Tian mengerutkan keningnya karena marah. Dia menduga jika Lift yang menjadi satu - satunya jalan keluar dan masuk mengalami kerusakan. Tentunya tidak mungkin rusak dengan sendirinya, pasti seseorang telah merusaknya.
"Siapa di sana?..."
Mengabaikan Kamila yang mengalami transformasi tubuh, Lin Tian mendekati pintu masuk Lift.
"Entah mengapa rasanya seperti menaiki rollercoaster tidak maksudnya wahana Histeria..." Kata Lisin saat di keluar dari Lift.
Kepulan asap putih menutupi segalanya, namun Lin Tian dapat mendengarkan jika suara tersebut milik seorang pemuda.
"Kamu..."
Saat asap putih dengan perlahan menghilang, Dia dapat mengenali pemilik suara tersebut. sosok tampan dan familiar, Lin Tian sangat yakin jika pemuda tersebut adalah pemuda yang sebelumnya telah menyinggungnya.
"Pak tua, Kita bertemu lagi. Sepertinya kamu memiliki panjang umur. Bagaimana dengan Tanaman Surgawi yang kamu beli dengan harga 1 Miliar sebelumnya?..." Lisin memiliki sudut mulut terangkat, jelas dia bukan bertanya karena dia sudah mengetahuinya. Dia jelas menganggap Lin Tian sebagai badut.
Bagaimana Lin Tian tidak marah?
"Bagus... Sangat bagus, kamu membuat marah namun kamu berasil lolos karena aku tidak bertindak secara pribadi..."
"Pak tua sepertinya kamu harus ingat umur, seseorang yang sudah tua seharusnya merenungkan nasib mereka... " Lisin menggeleng saat memberikan nasihat.
Lisin melihat sekelilingnya, dia menemukan jika tempat tersebut seperti laboratorium. Beberapa tempat memiliki tabung tertentu yang terdapat cairan merah di dalamnya. Dia hanya menduga jika serum bloody di produksi oleh Lin Tian secara pribadi.
Tatapan Lisin melihat kearah lain, Lebih tepatnya Kamila yang sudah berubah memasuki mode bloody. itu nampak mengerikan. Untuk seorang wanita bisa berakhir dalam kondisi tersebut, jelas wanita manapun tidak akan menginginkan.
Wanita secara alami menginginkan penampilan cantik, bukan buruk rupa atau memiliki panu tertentu di bagian wajahnya.
Sekarang penampilan Kamila tidak jauh berbeda dengan James atau Song Han. Sedangkan tempat ini tidak memiliki siapapun, jika Kamila menginginkan darah manusia. Dia hanya akan berakhir dengan lebih menyedihkan.
"Sepertinya kalian saling mengenal?..." Tanya Lin Tian dengan dingin.
__ADS_1
"Apakah kamu yang membuatnya menjadi seperti itu?..." Lisin tidak menjawab, melainkan bertanya dengan dingin juga.
Walaupun Lisin tidak dekat dengan Kamila, dia juga tidak memiliki ikatan apapun dengan Kamila. Setidaknya dia menganggap Kamila sebagai pengikutnya. Dan tidak ada seorang bos yang melihat bawahannya kesulitan tanpa memperdulikannya.
Setidaknya Lisin bukan seperti itu, Karena dia pria baik. Tantu saja dia harus membantu Kamila, di tambah Lin Tian juga menjadi targetnya. Lisin tanpa sebab menjadi marah, dia melihat Lin Tian dengan kebencian.
"Aku tanya apakah kamu yang membuatnya menjadi seperti ini?..." Karena Lin Tian tidak menjawab, Lisin mengulangi perkataan yang sama.
"Itu benar, Aku yang membuatnya seperti itu dan dia sekarang menjadi boneka ku..." Lin Tian tertawa dengan terbahak - bahak.
"Jawabanmu sudah cukup untuk menjadi alasan kematian mu..." Lisin sadar, setidaknya pertarungan hidup dan mati dengan Lin Tian tidak dapat terhindarkan lagi.
"Begitu juga denganmu, menyinggung ku sama dengan kematianmu..." Lin Tian berjalan kearah Kamila, dia begitu dekat. Kemudian dia memberikan perintah.
"Kamila, Orang ini adalah Musuhku dia harus mati malam ini juga..."
Kamila tersentak, dia melihat Lisin dan mengingat kembali sosok pria asal Indonesia yang dulu pernah bertemu dengannya. Karenanya dia mendapatkan ingatannya lagi, dia sangat bersyukur namun sekarang dia dalam kondisi yang menyedihkan.
Perintah Lin Tian tidak bisa dia lawan, sekarang tubuh tersebut bukan lagi menjadi miliknya. Jika Kamila benar - benar dapat membunuh Lisin. Maka Kamila tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
"Serum bloody ini sudah aku tingkatkan, aku sedikit menambahkan darahku sendiri dalam komposisi. Sekarang siapapun yang berada dalam mode bloody akan mengikuti perintahku. Dengan ini aku akan dapat menguasai dunia..." Lin Tian menjelaskan dengan tertawa.
Apanya yang menguasai dunia?
Lisin hanya bisa mengutuk dalam hatinya. Sepertinya pria tua bau tanah ini terlalu banyak menonton anime, baca novel dan baca komik. Mungkin Lin Tian ini wibu akut yang memiliki dendam setelah kehilangan sistem.
(DING...)
(Waktu ekstraksi formula baru tersisa 43%...)
Lisin tidak memiliki cara lain selain mengulur waktu.
"Arggh..."
Kamila meraung, hingga membuat tempat tersebut bergetar. Dia secara tiba - tiba, berpindah tempat dan membuat Lisin terkejut karena tidak menyadari pergerakannya.
"Bang!..."
Namun bukan berarti Lisin akan kalah dengannya, Dia menggunakan kedua tangannya untuk menghalau pergerakan Kamila.
"Kamila, Apa kamu masih ingat denganku..." Tanya Lisin.
"Duar..."
Ledakan lain terjadi, Kamila tidak menjawab pertanyaan Lisin dia hanya mengikuti kendali atas tubuhnya yang tidak dapat dia kendalikan.
"Kach!..."
__ADS_1
Lisin hanya bisa bertahan dan mengulur waktu. Dia tidak ingin melukai Kamila, karena dia sangat memahami. Jika dirinya melukai Kamila yang berada dalam mode bloody. Maka sama dengan mempercepat Kamila dalam kebutuhan konsumsi darah manusia.
"Hahahaha..."
Melihat apa yang Lisin lakukan, membuat Lin Tian tertawa terbahak - bahak. Sepertinya, Lisin sangat menghargai Kamila sehingga membuatnya tidak ingin memukulnya.
"Sepertinya, kamu memiliki perasaan dengannya. Sayang sekali, Kamila saat ini tidak akan menolak semua perintahku..." Lin Tian tertawa dia mulai berfikir jika Lisin ini cukup kuat untuk usianya.
"Sistem berapa lama lagi?..." Tanya Lisin saat dia terus menerus menghindari serangan dari Kamila.
(68%...)
"Sepertinya kamu menyadari jika melukai Kamila yang saat ini memasuki mode bloody. Akan membuatnya membutuhkan darah. Apa lagi jika kamu melukainya dengan buruk..." Lin Tian mengutarakan pendapatnya, setelah melihat Lisin yang terpojokkan.
(79%...)
Lisin menggertakkan giginya, walaupun menghindari secara terus menerus bisa dia lakukan tetapi, dia tidak suka saat berada dalam kondisi tersebut.
(88%...)
Kamila berhenti sejenak karena dia memiliki pernapasan yang berat.
"Menghindarinya dan tidak melukainya, mungkin tidak akan membuat Kamila terlalu cepat membutuhkan darah. Tetapi tidak untuk selamanya, Konsumsi darah setidaknya membutuhkan waktu 10 menit dalam bergerak cepat, 20 menit dalam bergerak lambat dan 1 Jam dalam berdiam diri saja. Itulah hasil dari penelitianku saat ini..." Lin Tian tidak peduli jika Kamila mati atau tidak.
(99%...)
Baginya Kamila ini hanyalah Pion yang dia gunakan selama memiliki manfaat, dan akan dia lepaskan atau membuangnya, saat dia tidak membutuhkannya lagi.
(100%...)
Saat Lisin melihat angka ekstraksi formula baru mencapai 100% Dia sagat bahagia. Sepertinya menyembuhkan Kamila dari kondisi mode bloody bisa lakukan.
(DING...)
(Formula baru terdeteksi, Serum bloody tahap sempurna)
(Tidak memiliki efek samping dan akan tetap menjadi manusia seutuhnya)
(Memiliki kekuatan yang luar biasa)
Haha.... Lisin tertawa di dalam hatinya, Jika dia bisa mengekstrak banyak Serum bloody formula baru. Dia bisa menghasilkan banyak bawahan dengan ratusan kekuatan super.
"Aku menyerah. Kamu bisa menghisap darahku..." Lisin membuat alasan. tentu saja dia melakukannya agar Lin Tian tidak menyadari niatnya.
Saat Lisin sangat dekat dengan Kamila, dia akan memberikan Serum bloody formula baru yang memiliki kesempurnaan. Di bandingkan dengan Serum bloody milik Lin Tian.
Bersambung...
__ADS_1