
Lisin sangat serius dengan perkataannya dan itu membuat Dewi terkejut.
Karyawan wanita baik dan karyawan wanita sombong juga tidak berharap pelanggan yang berniat membeli busana akan tersinggung dan dengan sombongnya ingin membeli Mall tempat mereka bekerja.
"Baik... Jika kamu ingin membeli Mall ini aku akan menemukan Kepala manajer..." karyawan wanita sombong tersenyum menghina, dan berpikir jika pihak lain pasti hanya berpura-pura agar dapat di andalkan di depan pacarnya.
Sekarang Dirinya harus menemukan Kepala Manajer untuk memanggil penjaga dan mengusir kedua pelanggan tersebut.
.....
Sembari menunggu Lisin berdiri dengan tegak di temani Dewi. Sedangkan karyawan wanita baik menjaga jarak dengan pelanggan sambil memperhatikan keduanya.
Dewi tidak berharap Lisin akan begitu sombong, hanya perkara busana untuk dirinya Lisin berniat membeli Mall secara langsung.
Jika itu orang lain mungkin tidak masalah jika pasangan mereka akan seperti Lisin yang mendominasi.
Namun, tidak untuk Dewi yang menghabiskan hidupnya secara sederhana di bawah kehidupan keluarga yang kurang mencukupi.
Awalnya Dewi berpikir jika Lisin orang sederhana dan tidak sombong seperti dirinya, akan tetapi Dewi salah. Lisin sudah di butakan oleh kekayaan, semuanya bisa dirinya dapatkan dengan uang.
Dewi Tipe orang yang membenci generasi kedua yang sombong, Untuk itu Dewi ingin memberikan sebuah pengertian agar Lisin sadar jika sombong itu bukan hal yang baik.
"Lisin..." Dewi menguatkan hatinya.
Entah Lisin setelah ini membenci dirinya atau tidak Dewi tidak peduli, karena menurutnya Lisin sudah kelewatan dan harus di luruskan kejalan yang benar.
"Dewi... Ada apa?..." Lisin yang kesal bertanya.
Dirinya sekarang kaya memiliki segalanya walaupun dirinya melalui Dejavu, pengulangan Plot yang sama. Lisin berniat menunjukan hasil kekayaannya.
"Lisin, Kamu bisa membenciku setelah ini... Aku akan jujur kepadamu. Aku tidak suka dengan orang yang sombong..." Dewi berterus terang.
"Aku percaya jika kamu kaya, aku percaya jika kamu bisa membeli Mall ini... Tapi apakah kamu harus membeli Mall ini hanya karena ingin membeli sebuah busana?..." Dewi menambahkan.
Lisin terdiam...
Karyawan wanita baik juga tidak berharap jika pasangan pihak lain akan berterus terang.
"Lisin... Apakah kekayaan membutakan mu?... Sebaik apapun seseorang jika memiliki sikap sombong maka akan merugikan pihak lain..." Dewi berbicara lagi.
"Apakah kamu membaca novel sistem kekayaan?... Apakah kamu berfikir karakter novel itu baik?... Mungkin bagi beberapa orang novel itu baik. Namun bagiku selain memamerkan kekayaan tidak ada kata lain selain sombong"
"Berapa banyak orang yang di pecat karena menyinggung Karakter utama?... Memang benar karyawan seperti Mbaknya sebelumnya Sudah kelewatan, Apakah kamu akan memecatnya setelah mendapatkan Mall ini, Seperti Novel sistem kekayaan?..."
Layak mendapatkan Jempol untuk Mbak Dewi.
Lisin terus terdiam... Tidak bisa berkata-kata... Apakah karena dirinya terlalu banyak membaca novel china sehingga dirinya tanpa sadar mengikuti mereka?
Lisin mengingat kembali berapa banyak karyawan yang dirinya pecat karena sombong. sangat banyak, mulai dari kepala penjaga Villa Alila Uluwatu, dan seterusnya.
__ADS_1
Tanpa sadar Lisin menjadi orang yang sombong...
Apakah karena dirinya sangat kaya? punya banyak perusahaan? punya banyak karyawan? Karena siapa dirinya bisa mendapatkan itu semua?
Benar karena Sistem... Siapa Lisin jika tanpa Sistem? Dia hanya karyawan basa juga.
Lisin sudah melupakan akar di mana dirinya berasal setelah mendapat Sistem kekayaan.
Apa bedanya dirinya dengan karyawan wanita sombong sebelumnya?
Memang benar banyak karyawan yang menyinggung Lisin. Namun, apakah pantas memecatnya tanpa memberikan kesempatan kedua?
Jika Dewi tidak menyadarkan Lisin sudah di pastikan dirinya akan memecat karyawan wanita sombong sebelumnya.
Lisin tersenyum kecut, untuk apa dirinya memiliki sistem?... Apakah bermanfaat untuk orang lain? Mungkin iya. Apakah merugikan orang lain? Mungkin iya.
Semua karyawan yang Lisin pecat juga memiliki sebuah kehidupan keluarga, Membutuhkan uang untuk kebutuhan. itu berarti membutuhkan pekerjaan.
Ternyata benar, Uang bisa merubah seseorang.
"Dewi... Terima kasih banyak, Aku akhirnya tercerahkan" Lisin tersenyum tidak marah terhadap Dewi.
Dewi juga sangat senang melihat Lisin berpikir positif...
"Karena karyawan di sini tidak menginginkan uangku maka kita bisa mencari tempat lainnya..." Lisin berkata dengan santai.
"Sebelum itu aku memberinya uang karena menjadi karyawan yang baik tidak sombong..." Lisin mengambil segenggam uang dari sakunya dan memberikannya kepada karyawan wanita yang baik.
Tentu saja itu uang dari kekayaan pribadi yang Lisin ambil melalui inventori sistem.
"Ambil saja... Traktir juga temanmu yang sebelumnya..." Lisin tersenyum kemudian menarik lengan Dewi kemudian meninggalkan Mall tersebut.
Melihat kepergian kedua pelanggan membuat karyawan wanita baik tidak bisa berkata-kata. seolah apa yang di lihatnya hanya mimpi.
Mereka tidak jadi membeli busana di tempat dirinya bekerja, tapi pihak lain memberikan uang tips kepada dirinya bagaimana dirinya tidak bingung.
.....
Di ruangan tertentu tepatnya kepala manajer sedang menghadap kepada pemilik Mall.
"Apa kamu tidak melihat jika aku sedang Meeting dengan Tuan Wijaya?..." Kepala manajer memarahi karyawan wanita yang sombong sebelumnya.
"Maaf... Pak manajer, tapi ada pelanggan yang ingin membeli Mall ini..." Karyawan wanita sombong itu berkata dengan hati-hati, berharap jika Kepala manajer meluangkan waktunya untuk menemui Pelanggan sombong tersebut.
Orang sombong mengatakan orang lain sombong... Seperti Maling teriak maling.
"Apa yang terjadi?..." Kepala Wijaya selaku pemilik Mall mendatangi karyawan wanita sombong.
Jika Lisin bertemu dengan Kepala Wijaya dirinya pasti dapat mengenalinya.
Keluarga Wijaya sebagai salah satu orang terkaya di kota malang, ternyata pemilik Mall yang ingin Lisin beli namun tidak jadi.
__ADS_1
"Bagaimana jika dia benar-benar memiliki kemampuan untuk membeli Mall ini?..." Kepala Wijaya berkata dengan dingin.
Setelah mengetahui jika ada pelanggan yang berniat membeli Mall, Kepala Wijaya menggunakan Rekaman CCTV untuk melihat siapa pihak lain.
Dan ternyata Pemuda itu Lisin, bagaimana Dirinya tidak kesal untung saja Lisin telah pergi tanpa menunggu dirinya, jika tidak karyawan wanita sombong ini akan auto pecat.
"Jangan menilai seseorang berdasarkan luarannya... Sekarang kamu bisa kembali bekerja..." Kepala Wijaya berkata dengan dingin.
Karyawan wanita sombong bergidik saat mengetahui jika Pemilik Mall sangat marah, jelas pelanggan sebelumnya memiliki latar belakang yang tidak sederhana.
"Dimengerti Pak..." Karyawan wanita sombong langsung pergi.
Kepala Wijaya masih ingat sosok Lisin yang ada di pertarungan menantu, dan juga Lisin adalah teman baik putranya yaitu pangeran.
Jika dirinya tahu Lisin mengunjungi Mall miliknya, Kepala Wijaya akan secara pribadi menyambutnya.
"Kepala manajer... Setelah pekerjaan hari ini selesai... Berikan Briefing kecil untuk semua karyawan..." Kepala Wijaya memerintahkan Kepada Manajer yang duduk di depannya.
"Dimengerti Tuan Wijaya..." Kepala Manajer berkata dengan hati-hati.
.....
"Say... Bukannya kamu memanggil kepala manajer?..." Karyawan wanita baik bertanya setelah melihat kedatangan temannya.
"Say... Sepertinya aku salah menilai seseorang... Ternyata Pemilik Mall mengenali pelanggan sebelumnya, dan Juga pelanggan tersebut memiliki latar belakang yang kuat... Untung saja aku tidak di pecat..." Karyawan wanita sombong mengaku dengan menyesal.
"Kamu sih... Menilai Sampul tanpa melihat isi bukunya, kamu tau tidak... pelanggan sebelumnya tidak jadi membeli busana, Namun memberikanku uang Tips..." Karyawan wanita baik berkata dengan tersenyum.
"Uang tips... Berapa?..." Karyawan wanita sombong bertanya.
"Bentar aku hitung dulu..." Setelah menghitung semua uang tersebut keduanya tidak percaya.
"10 juta..." Keduanya terdiam... Itu Lima kali lebih banyak dari gaji bulanan keduanya.
Di saat karyawan wanita baik tersenyum, di situ ada karyawan wanita sombong yang menyesal.
"Oh... Benar... Pelanggan sebelumnya mengatakan jika aku harus mentraktir mu makan... Sungguh pelanggan yang baik..." Karyawan wanita baik berkata dengan memuji. Sedangkan karyawan wanita sombong semakin tertekan.
.....
Lisin tidak tau penyesalan karyawan wanita sombong sebelumnya, apa lagi Kepala Wijaya selaku pemilik Mall.
Saat ini Lisin mengemudikan Mobil Nissan Skyline di jalanan kota malang.
"Dewi... Kemana kita harus membeli busana untuk pertunjukan panggung?..." Lisin bertanya.
"Sebenarnya... Apakah kita harus berpenampilan bagus atau tidak... Selama kita memberikan yang terbaik semua itu tidak mempengaruhi apapun..." Lisin di buat terdiam lagi.
"Lisin... Kita berpenampilan seperti ini saja Tidak apa-apakan?..." Dewi bertanya.
"Sepertinya aku mendapatkan pelajaran lagi darimu... Pertunjukan bukan mengharuskan kita berpenampilan baik, melainkan apa yang kita berikan..." Lisin dengan tersenyum memutar Mobil Nissan Skyline kemudian pergi kembali ke Universitas.
__ADS_1
30 menit sebelum pertunjukan berlangsung...
Bersambung...