
"Semua orang memanggilku Song Han. Siapa kamu, katakan namamu..." Song Han berdiri di depan Lisin, Saat ini dia melihat pemuda yang ada di depannya dengan marah.
Semua orang tahu, dalam radius 100 mil, rata - rata orang akan menjadi pucat ketika mendengar namanya. Yang pemalu bahkan akan gemetar di tanah dan kencing di celana. Sedangkan yang Jomblo akan takut ke kamar mandi apa lagi membeli sabun.
Song Han melihat dan mengukur sosok Lisin, dia melihat beberapa bawahnya yang terkapar di mana - mana. Jelas Lisin ini Kultivator yang sedikit lebih baik dari kebanyakan bawahannya. Dia juga belum pernah melihat Lisin di kota Shanghai.
Lisin tetap acuh tak acuh. Dia tidak bereaksi terhadap namanya dan bertindak seolah pertanyaan Song Han tidak terlalu penting, Ini membuat Song Han sangat marah.
"Namaku Li Shin. Aku suami Zhang Fei. Juga menjadi orang yang bertanggung jawab atas pengebirian Song Ji. Aku di sini, hari ini untuk membawa istriku pulang..."
Apa!
Diam, Semua orang tercengang. Pemuda ini mengaku sebagai pelakunya di depan Song Han. tanpa mengerutkan kening atau ketakutan. Juga pada kelopak matanya tidak berkedip sama sekali.
Song Han yang awalnya masih memiliki ketenangan di wajahnya langsung menjadi jelek. Bagaimana dia tidak marah, orang yang ingin dia siksa sampai kematiannya benar - benar datang, Sekarang berada di depan hidungnya namun dia tidak mengenalinya.
"Kach!..."
Song Han langsung mengamuk, dia mengeluarkan gelombang energi Qi dan melemparkannya kearah Lisin.
"Mati..."
Walaupun awalnya berniat menyiksa Lisin namun amarahnya tidak dapat terbendung lagi.
"Duarrr..."
Ledakan terjadi, tempat Lisin berdiri benar - benar menjadi kawah dan di selimuti oleh asap putih yang bertebaran. Song Han sangat yakin jika Lisin selamat tentunya tidak akan lepas dari cedera serius.
"Huh, ingin membunuhku! aku khawatir kamu tidak memenuhi syarat..." Suara Lisin yang santai dapat terdengar dan saat ini dia berjalan dengan santai saat keluar dari kabut berasap.
"Kamu..."
Melihat Lisin yang tidak cedera sama sekali, membuat Song Han memiliki mata membulat. Beberapa bawahannya tidak jauh berbeda.
Bagaimana mungkin, Seseorang bisa selamat tanpa cedera setelah melalui ledekan energi milik Song Han.
Bagaimana tidak mengejutkan?
"Belum lama ini aku mengebiri adik laki - laki Song Ji. Sepertinya mengebiri mu bukan masalah besar..." Lisin bersenandung dengan dingin. Kesombongan dan kebanggaan di wajahnya bahkan lebih besar dari Song Han.
Meskipun Lisin dihadapkan dengan Song Han dan puluhan bawahannya secara langsung, Lisin tidak khawatir sama sekali.
"Kamu berhasil mengebiri putraku hingga mati kekurangan darah. Sekarang Kamu tidak akan bisa lepas dari kematian..."
"Aku sudah membunuh 199 Orang yang menentang juga menyinggung ku. Kamu mendapat kehormatan menjadi yang ke 200 mati di tanganku..." Ekspresi Song Han muram. Otot - ototnya berkontraksi dengan energi Qi dan melepaskan daya ledak pada pukulannya.
"Duarrr..."
Kaki Song Han menginjak tanah dan meninggalkan jejak. Dia tiba - tiba mengayunkan tangan kanannya dan memukulnya ke arah Lisin dengan ganas.
Tinju itu meninggalkan suara desiran di udara, juga menimbulkan suara gesekan logam.
__ADS_1
Lisin dengan paksa menginjak tanah dan menggerakkan tubuhnya ke udara. Dalam sekejap, dia berada di depan Song Han. Kecepatannya sangat cepat dan mengejutkan lawannya.
"Bagaimana Mungkin!..."
Ekspresi Song Han berubah sedikit dan sebuah kejutan muncul di matanya.
Kecepatan Lisin hampir secepat peluru.
"Peng!..."
Lisin melepaskan pukulannya dan tinjunya bentrok dengan tinju Song Han. Suara keras bergema di udara, seolah - olah ada sesuatu yang meledak di udara.
"Ahhhh!!!!..."
Song Han menjerit dan tubuhnya terbang lebih dari 10 meter sebelum jatuh ke tanah. Lengannya mati rasa karena kepalan dari Lisin. Rasa sakit menusuk membuatnya pucat.
Song Han langsung mengingat tentang Luka mengerikan pada tangan kanan putranya sebelum meninggal. Pasti luka tersebut karena kepalan tangan dari Lisin. Song Han pada dasarnya lebih kuat dari putranya, jadi dia tidak memiliki luka seserius putranya.
"Sialan..."
Song Han meraung marah, dia sekali lagi memberikan serangan yang sangat ganas. Dia tidak peduli apapun lagi. Saat ini dia harus memberi pelajaran terhadap Lisin dan membalaskan dendam putranya.
"Mati..."
"Peng!..."
Lusinan keterampilan telah Song Han perlihatkan, dia tidak peduli dengan apapun selama dia bisa menang. hanya saja dia melihat sesuatu yang aneh dari gerakan Lisin.
Shock!
Sulit di percaya, Song Han yang menjadi Kultivator terkuat di Kota Shanghai terpukul dengan buruk. tanpa bisa membuat lawannya berpindah.
Lisin sendiri pada dasarnya masih tetap tenang. Dia sudah memahami seberapa besar kekuatan penuh milik Song Han. dan semua itu tidak jauh dari kekuatan Malwageni yang pernah Lisin bunuh.
"Kach!..."
Lisin mengulurkan tangannya kemudian mengarahkan jari telunjuknya kepada Song Han yang berjarak 10 meter.
"Sialan jangan meremehkan ku..."
Song Han sangat murka, dia meraung dan menemukan jika ada sesuatu yang salah. Sebuah sinar keemasan berkelebat. Seketika cahaya keemasan melesat dan menuju jantung Song Han.
Apa!
Song Han langsung bergidik ketakutan. Dia merasa jika dirinya tidak menghindari sinar keemasan berkelebat tersebut, dia hanya akan mati.
Dalam sepersekian detik. Song Han merasakan datangnya kematian yang sebenarnya. Keringat dingin menetes di dahinya. Dia hanya bisa menggerakkan tubuhnya dalam geseran kecil. yang mana tembakan dari cahaya keemasan mengenai bahunya.
"Puuuu..."
Serangan tersebut mengarah ke jantungnya secara langsung. jika dia tidak bergerak sedikit saja maka kematian akan menjemputnya.
"Argh..."
__ADS_1
Song Han merintih kesakitan, dia bisa merasakan sensasi dingin pada bahunya. Dan terdapat darah merembes keluar dari sana.
Tembakan energi Qi yang Lisin lakukan sangat menakutkan. namun teknik tersebut hanya terbatas dalam jarak 10 meter. jika lawannya berada di luar jangkauan tersebut, maka teknik tersebut tidak akan berguna.
Itu adalah teknik yang sama dengan yang Lisin gunakan dalam mengebiri Song Ji belum lama ini.
Walaupun terlepas dari kematian, Song Han masih dapat merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Guak..."
Song Han memuntahkan seteguk darah. dia tidak menyangka seorang pemuda akan dapat membuatnya berada kedalam kondisi tersebut.
"Kekuatan seperti itu!..."
Song Han, mencengkeram luka di bahunya, sambil melihat Lisin ngeri.
Untuk Raja Dunia bawah kota Shanghai akan berakhir menyedihkan seperti ini. Sungguh tak pernah terbayangkan. Dia Kultivator yang begitu kuat, bagaimana mungkin pemuda yang ada di depannya lebih kuat dari dirinya.
Tidak terpikir oleh Song Han bahwa dia mendapat sial. Pria di depannya adalah seorang master, bukan seseorang yang bisa dia hadapi.
Song Han berpikir jika Lisin memiliki tingkatan yang hampir sama dengan Lin Tian, salah satu orang kuat yang ada di dalam organisasi yang ada di belakangnya.
Lisin diam, dia terlalu gegabah. Sekarang belum waktunya untuk membunuh Song Han. karena dia membutuhkan informasi yang Song Han miliki tentang organisasi yang ada di belakangnya.
Semua bawahan Song Han tercengang melihat apa yang terjadi didepan mereka.
Dikalahkan!
Tuan Song Han dikalahkan!
"Bagaimana mungkin Tuan Song Han dikalahkan!..."
"Tuan Song Han adalah orang yang paling kuat di kota Shanghai, bagaimana dia bisa kalah!..."
"Apa - apaan ini. Apa aku bermimpi atau bos kita benar - benar dikalahkan!..."
"Ya, dia dikalahkan dan bahkan dikirim terbang tanpa kesulitan, juga serangan barusan sangat mematikan..."
Para Kultivator yang menjadi bawahan Song Han terkejut dengan rasa tidak percaya di mata mereka.
Song Han adalah tuan mereka. Dewa Perang di hati mereka, dan yang terkuat.
Tapi sekarang, seorang pemuda tampan dapat mengalahkannya. Mereka terkejut, bingung, dan berbaur dengan rasa takut yang tak bisa dijelaskan.
Dari mana pemuda itu berasal?
Mereka yakin, bahwa mereka belum pernah melihat Lisin di Kota Shanghai sebelumnya, dan mereka juga tidak pernah mendengar namanya. Tapi bagaimana bisa dia begitu mampu sehingga dia mengalahkan Song Han.
"Baik, Kamu membuatku tidak memiliki pilihan lain..." Song Han mengeluarkan jarum suntik dengan Serum Bloody di dalamnya.
Lisin yang tenang langsung membulatkan matanya karena tidak percaya, saat melihat Serum bloody yang ada di tangan Song Han.
Bersambung...
__ADS_1