
Di hadapkan dengan begitu banyak orang yang melihat Dirinya sedang menggendong gadis kecil, Lisin sangat panik. Dirinya belum pernah berurusan dengan anak - anak, belum lagi Lisin dari keluarga anak tunggal jadi dirinya bingung tentang cara menenangkan anak kecil.
"Uwaaaaa... Hiks, Papa Luna ingin boneka... Uwaaaaa..." Luna menangis dengan keras dalam pelukan Lisin dan tidak bisa di hentikan.
Papa!!!...
Sial, apanya yang Papa, anak ini sangat licik pasti Mamanya punya semangka besar, makanya anaknya sangat pintar berbohong.
"Cup... cup... Nanti Papa belikan Balon kotak... atau gula yang rasanya manis" Kata Lisin agar Luna kembali tenang.
Dengan Luna digendongnya Lisin melihat para pengunjung yang ada di sekitarnya, lalu menatap penjaga tersebut dengan kesal. Lisin menyalahkan Penjaga tersebut karena menghalangi dirinya untuk masuk Mall Roxy Banyuwangi, sehingga Luna menangis.
"Kamu lihat, Putriku menangis gara - gara kamu, Aku akan menuntut kamu ke penjara..." Kata Lisin dengan kejam.
Penjaga keamanan menjadi berkeringat dingin, walaupun tidak tahu apakah perkataan Lisin benar atau tidak, setidaknya dirinya tidak ingin memiliki masalah.
"Silakan masuk saja pak tidak perlu melepaskan jaket tebal yang di kenakan..." Penjaga membiarkan Lisin yang menggendong Luna lewat.
Saat Lisin memasuki pusat pembelanjaan dengan Luna di pelukannya. Luna berhenti menangis lalu tersenyum sambil memperlihatkan lidah mungilnya.
Hmph... Anak ini sebelumnya hanya berpura - pura menangis.
.....
Sedangkan itu, Maya yang sudah melupakan tentang keberadaan putrinya. keluar dari mobil dengan terburu - buru. dapat terlihat jika semangka besar miliknya bergetar hebat.
"Luna... Kamu diam di dalam mobil saja..." Tanpa menunggu jawaban putrinya yang tidak ada di dalam mobil. Maya perlahan merapikan pakainya yang sedikit ketat, kemudian berjalan ke dalam restauran yang menjadi tempat untuk pertemuan.
Seorang pria paruh baya dapat terlihat sedang duduk bersantai sambil merokok.
"Pak Dani, Maaf membuatmu menunggu..." Kata Maya dengan sopan.
"Bu Maya, Aku mengerti... Hanya saja Mendapatkan kepercayaan dariku tidak mudah..." Dani menyeringai sambil melihat semangka besar milik Maya.
__ADS_1
Dani ini hanya karyawan yang baru - baru ini di akuisisi perusahaan Angkasa. Tentunya PT. angkasa dalam tiga bulan ini melakukan banyak akuisisi perusahaan. tentunya bukan hanya Ningsih yang mengurusnya, Karena di bawah Ningsih ada Nazwa dan banyak lagi kaki tangan yang cekatan dalam mengurus perusahaan.
"Maaf Pak Dani..." Maya menggigit bibirnya menandakan jika dirinya juga kesal dengan Dani yang sombong.
"Lupakan saja, Sebagai perusahaan cabang dan anak perusahaan Angkasa, Aku di percaya untuk menangani bagian tertentu..." Karyawan saja sangat sombong apa lagi jika pemilik perusahaan.
"Untuk itu saat perusahaan sedang melakukan pesta keberhasilan proyek, aku mengusulkan perusahaan milikmu untuk menangani bagian katering makanan..." Kata Dani dengan tidak tahan saat melihat Maya.
"Terima kasih Pak Dani atas kepercayaannya..." Kata Maya dengan tertekan sekaligus bahagia.
Maya tertekan karena dirinya tidak suka dengan Dani, namun dirinya sangat bahagia saat mendengar nama PT. Angkasa yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.
Jika Maya bisa dekat dengan Dani mungkin saja dirinya akan bisa melakukan kerja sama dengan perusahaan besar seperti PT. Angkasa.
Membayangkan jika bisa memiliki kerja sama dengan PT. Angkasa membuat Maya sangat bahagia, hanya saja dirinya harus tertekan karena bertemu dengan Dani sebagai perantara.
Di dunia ini tidak ada makan siang gratis, begitu juga dengan dunia Bisnis. Dani ini sudah berulang kali mencoba meniduri Maya karena berstatus janda. Untung saja Maya berulang kali menolak dengan berbagai macam alasan. namun tidak selamanya dirinya bisa beralasan.
Saat ini perusahaan katering makanan miliknya di ambang kebangkrutan, dan hanya Dani ini yang bisa Maya harapkan.
"Bu Maya... Kamu tahu kan aturan tak tertulis di dunia bisnis?..." Tanya Dani dengan menjilati bibir kering miliknya.
"Saya mengerti Pak Dani..." Kata Maya dengan bahu bergetar.
"Bu Maya, Selama kamu menjadi selingkuhan ku, maka perusahaan milikmu bisa aku promosikan ke cabang perusahaan Angkasa untuk melakukan kerjasama..." Dani menggoda.
Jelas Dani mengetahui jika Maya sedang dalam kesulitan, Jika dirinya bisa meniduri janda cantik seperti Maya maka hidupnya akan sangat bahagia.
"Pak Dani, Bisakah kamu memberikan aku waktu lagi, aku janji setelah ini aku akan tidur denganmu..." Kata Maya dengan tertekan.
Perusahaan Katering makanan miliknya memiliki banyak hutang mulai dari bahan pokok, biaya pengiriman dan lain sebagainya. Jika perusahaan miliknya bangkrut dan tidak dapat di pertahankan lagi.
Jika Perusahaan bangkrut dan hutang tidak dapat di lunasi, maka Maya akan di kejar rentenir. belum lagi dirinya memiliki putri kecil yang harus dirinya besarkan.
Kondisi keluarga Maya yang awalnya seperti sepasang sayap burung di langit. menjadi kehilangan satu sayap karena suaminya sudah tidak ada, tidak ada burung yang bisa terbang dengan satu sayap. itulah yang saat ini Maya rasakan.
__ADS_1
Jika dirinya bisa menjadi selingkuhan Dani yang sudah beristri, mungkin Maya bisa melakukan kerja sama dengan Perusahaan Angkasa. Hal ini dirinya lakukan dengan terpaksa bukan karena Perusahan. melainkan Karena Putri kecilnya.
"Baiklah, Ini yang terakhir kalinya aku memberikan kelonggaran denganmu, besok setelah pesta perusahaan kamu harus tidur denganku..." Dani menghabiskan sebatangan rokok yang ada di tangannya kemudian pergi meninggalkan Maya.
Jejak kesedihan dapat dilihat dari kedua mata Maya. Di bandingkan menjadi ibu rumah tangga, mengurus perusahaan selama satu tahun ini lebih menyulitkan.
Aku harus bertahan, semua ini Demi Luna putriku... Masa depan putriku lebih penting dari pada diriku yang hanya seorang Janda.
Maya secara perlahan berdiri kemudian berjalan keluar dengan ekspresi berat. Saat Maya membuka pintu mobil dan langsung duduk di dalam mobil, Maya menghilangkan jejak kesedihan kemudian tersenyum sambil melihat kebelakang.
"Luna, Mama akan membelikan eskrim kesukaanmu-" Maya tidak menemukan keberadaan Luna.
"Luna... Luna..." Maya mecari di sekeliling mobil dan tidak menemukan jejak keberadaan Luna putrinya.
"Luna... Di mana kamu..." Maya berteriak dan tidak menemukan Luna.
Maya ingat jika dirinya mengunci semua pintu mobil saat meninggalkan Luna, namun bagaimana Luna bisa menghilang?
Sepintas pemikiran datang, kemungkinan Luna ketinggalan di Mall Roxy Banyuwangi, bagaimana jika Luna di culik oleh seseorang?
Maya Langsung pergi melajukan mobil miliknya menuju Ke Roxy Banyuwangi. tempat di mana dirinya meniggalkan putrinya.
"Luna... Maafkan Mama... Mama menyesal... Tolong jangan pergi kemana - mana. kamu anak pintar, tolong jangan percaya dengan orang mencurigakan..." Kata Maya dengan frustasi.
Sudut matanya menjatuhkan air mata, jika Luna menghilang dan tidak dapat di temukan. Maya akan menyalahkan dirinya sendiri. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, Dirinya lupa jika putri kecilnya belum masuk kedalam mobil.
.....
Sedangkan itu, Lisin yang sedang menemani Luna dengan janji akan membelikan apapun sengat tersiksa.
"Kita sudah banyak membeli boneka, mengapa kamu ingin membeli boneka lagi..." Kata Lisin dengan penyesalan.
Lisin menyesal jika dirinya berjanji akan membelikan apapun kepada Luna.
"Tidak, kakak sudah berjanji..." Luna yang setinggi lutut berjalan di depan sedangkan Lisin berjalan di belakang dengan begitu banyak boneka di genggaman tangannya.
__ADS_1
Sial... Apakah ini yang di rasakan orang tua yang memiliki anak kecil?
Bersambung...