Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 239


__ADS_3


Rolls - Royce berhenti tepat di halaman depan rumah keluarga Lou. dan mengikuti Lou Ming, Lisin juga berjalan keluar dari pintu mobil yang lain.


"Tuan Lou..." Banyak penjaga menyambut kedatangan Lou Ming dan bertanya - tanya tentang siapa pemuda yang datang dengannya.


"Kalian bisa kembali..."


Lou Ming menatap Lisin sebelum akhirnya dia berjalan kedalam dan Lisin mengikutinya dari belakang.


"Tuan Lou..." Sosok gadis cantik berusia awal dua puluhan memiliki kulit seputih salju, wajah oval, alis yang cantik, semangka besar dan bibir merah lembut yang berwarna merah cerah seperti ceri. dia sedang berdiri dengan anggun menyapa Lou Ming. Kemudian saat melihat Lisin dia hanya mengangguk.


"Mei Lan, kamu bisa kembali..."


"Permisi tuan..."


Sosok anggun tersebut menghilang di kejauhan, namun Lisin tidak dapat memalingkan wajahnya dari sosok yang sangat menggoda tersebut.


Lisin sangat yakin jika dia adalah putri atau cucu dari keluarga Lou, dan sangat jelas hal klasik akan terjadi, di saat dirinya selesai mengobati Lou Ming. dia akan dinikahkan dengan Mei Lan dan berakhir bahagia. Lisin tidak sabar untuk menantikan malam hari yang akan datang.


Namun Lisin harus tertekan setelah mendengarkan perkataan dari Lou Ming berikutnya.


"Dia Calon istriku, Apakah tuan Li tertarik dengannya?..."


Lisin ingin muntah setelah mendengar perkataan Lou Ming. hal ini membuatnya kecewa kelas berat, setelah mengetahui kejadian tersebut.


Mengapa harus menjadi calon istrinya, kan lebih pantas menjadi putrinya. Sepertinya pak tua Lou ini sudah gila. Lisin menjadi malas menyembuhkan penyakit kanker prostat miliknya. lebih baik biarkan saja dia mati.


"Tuan Lou... Anda terlalu bias, calon istri anda memang sangat cantik. sejujurnya aku tertarik dengannya sebagai seorang lelaki Jomblo, namun tidak memiliki keberanian untuk merebutnya dari tuan Lou..."


Sebenarnya bisa saja menggunakan Sugesti Hipnotis. untuk memiliki Mei Lan namun Lisin tidak melakukannya karena tidak ingin memaksakan kehendak seseorang. apa lagi rasanya akan berbeda seperti melakukannya dengan boneka dan bukan manusia sungguhan.


Lou Ming tidak marah setelah mendengarkan perkataan Lisin, melainkan mengangguk, karena Lisin sangat jujur dengan perkataannya. Menurutnya hampir semua laki - laki akan mengatakan hal yang sama, namun tidak ada dari mereka yang sejujur Lisin.


"Silakan duduk..."

__ADS_1


Lisin duduk dengan santai, sedangkan Lou Ming harus merintih kesakitan sebelum akhirnya dia benar - benar duduk dengan nyaman.


"Banyak yang tidak percaya jika Mei Lan menjadi calon istriku, sebenarnya dia tidak aku anggap sebagi calon istriku, aku menganggapnya sebagai putriku..."


Entah kenapa Lisin menjadi lega setelah mendengarkan perkataan Lou Ming. memang keduanya tidak cocok sama sekali dan jikapun bersama akan terlihat seperti, Kakek Sugiono yang ditemani oleh cucunya saat di rumah.


"Mei Lan adalah putri dari seseorang yang terlilit hutang, dan untuk melunasi hutang - hutang tersebut keluarganya membawakan dia kepadaku sebagai jaminan..."


Mendengarkan penjelasan Lou Ming membuat Lisin mengerutkan keningnya. Sebenarnya kondisi seperti ini cukup sering terjadi di mana - mana. bahkan demi sesuap nasi seorang ibu rela menjual bayinya sendiri.


Lisin menghela nafas, mungkin dirinya baik namun tidak mungkin dia bisa berbuat baik kepada semua orang. Di mana ada terang maka akan ada kegelapan begitu juga sebaliknya.


Lou Ming mengangguk puas melihat reaksi Lisin, menurutnya Karakter seperti Lisin cukup baik - baik saja.


"Tuan Li, saya tidak berharap banyak tentang kesembuhan kangker saya..."


Lisin tersenyum, menurutnya hal yang biasa jika Lou Ming tidak percaya jika Lisin dapat menyembuhkannya, karena Ahli pengobatan di dunia sudah memvonis kehidupan Lou Ming tidak akan lama lagi. Dan Semua dokter menyarankan agar Lou Ming mengamputasi bagian bawahnya demi kelangsungan hidupnya.


Tentu saja Lou Ming tidak melakukannya karena hal tersebut adalah mimpi buruk sorang laki - laki. Dia lebih memilih mati dari pada harus kehilangan adik laki - lakinya.


"Tuan Li, Saya akan menghargai niat baik anda. jika kangker prostat yang aku derita berhasil disembuhkan. Tuan Li bisa mengatakan berapa banyak yang diinginkan..."


Bagi orang kaya seperti Lou Ming uang tidak di tempatkan di matanya lagi, dan berapa banyakpun yang Lisin minta akan dirinya penuhi. baginya semua orang sama saja, dan akan selalu tertarik dengan uang. begitu juga dengan Lisin pastinya tidak terlalu berbeda.


Lisin menggeleng, "Uang tentunya hal yang baik karena manusia rela mati demi uang. namun aku tidak menginginkan uang karena murni ingin membantu tuan Lou semata..."


Diam, Lou Ming tidak bersuara, biasanya orang yang mendekati dirinya akan membicarakan tentang uang terlebih dahulu. Namun mengapa Lisin tidak melakukannya.


"Tuan Lou, Mari kita mulai..."


Lisin tidak ingin berlama - lama lagi, karena semakin cepat dirinya menyembuhkan Lou Ming, maka semakin cepat juga tugas sistem terselesaikan.


"Oke silakan..."


"Pertama, lepas baju anda karena prosesnya harus menggunakan jarum akupunktur..."

__ADS_1


Jarum akupunktur! Lou Ming bingung dan bertanya - tanya. Pengobatan tradisional China yang sudah di tinggalkan, apakah benar - benar bisa menghilangkan Kangker prostat?


Lou Ming hanya bisa percaya, jadi dia melepaskan bajunya dan memperlihatkan tubuhnya yang memiliki kulit berkerut.


Lisin langsung mengeluarkan Sembilan Jarum perak. kemudian langsung menempatkannya ke beberapa titik pada bagian shen que, bagian guan yuan, dan enam bagian acupoint lainnya.


Karena penempatan teknik akupunktur terselesaikan, Lisin langsung mengumpulkan energi Qi pada setiap masing - masing jarum perak yang bersarang kepada tubuh Lou Ming.


Energi Qi secara perlahan terekstrak kedalam tubuh Lou Ming, lalu dengan perlahan menekan jalur Meridian. lalu berkumpul pada titik bagian bawah Lou Ming, dan membungkus bagian kangker.


Waktu berlalu, Lisin dengan tenang mengendalikan energi Qi terus menekannya dan secara perlahan mengecilkan kangker secara ajaib. tindakannya sangat luar biasa, bahkan Lou Ming yang sebelumnya meremehkan Lisin hanya bisa menggeleng malu. Jelas dia merasakan manfaat pada tubuhnya.


Asap hitam dan bau tidak sedap secara perlahan keluar melalui sembilan jarum perak. Lou Ming menjadi malu karena memiliki aroma tubuh lebih buruk dari bau kentut.


Setelah menyalurkan energi Qi cukup lama, Lisin sangat yakin Kangker prostat sudah benar - benar menghilang. Karena sudah terselesaikan, maka Lisin mengambil kembali setiap jarum perak satu persatu.


Lisin kembali duduk dengan tenang untuk menyetabilkan energi Qi miliknya. keringat dapat terlihat saat menetes pada keningnya.


"Sangat nyaman, Aku tidak merasakan nyeri lagi. Kangker prostatnya benar - benar menghilang..."


Lou Ming memiliki penampilan sukacita dia seperti anak kecil yang merayakan hari ulang tahunnya. Dia dapat merasakan jika tubuhnya sangat baik mungkin lebih baik seolah 10 tahun lebih mudah.


"Tuan, tidak... Saudara Li aku benar - benar berterima kasih. aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa. sayang sekali kamu tidak menginginkan uang..."


Lou Ming mengenakan kembali pakaiannya dengan raut wajah menyesal, andaikan dia memiliki sesuatu yang berharga dia akan memberikannya secara langsung kepada Lisin.


"Saudara Lou, kamu tidak perlu memberikan apapun kepadaku karena semuanya murni untuk membantu..." Lisin tersenyum namun dalam hatinya mengharapkan sesuatu yang lain. Lou Ming ini kurang peka menjadi manusia, mengapa kamu tidak menawarkan Mei Lan.


"Saudara Li, Kamu harus menerima yang satu ini..." Lou Ming dengan tersenyum menyerahkan kartu hitam dengan ukiran tinta emas di atasnya juga ada gambar naga emas yang melingkar.


Kartu Hitam!


Lisin sangat kecewa, Mei Lan yang di harapkan namun kartu hitam yang di dapatkan. sepertinya dia harus mengembalikan kangker prostat agar Lou Ming kembali sadar jika dia salah dalam memberikan imbalan.


Bersambung...

__ADS_1


*Hari senin jangan lupa Vote sebanyak - banyaknya.


__ADS_2