
Xue Yunran berlari dengan putus asa, air matanya tak ada hentinya mengalir membasahi pipinya. Dia sangat - sangat kecewa dengan hidupnya.
Di saat dia akhirnya memiliki orang yang sangat spesial dihatinya, ternyata sudah menjadi saudara iparnya.
Walaupun dia sudah berpisah dengan adiknya yaitu wulan, setidaknya dia tidak ingin mengambil seseorang yang sudah menjadi milik adiknya.
Dia membenci Lisin dan ingin melupakannya, tetapi dalam hatinya dia tidak ingin berpisah dengannya.
Xue Yunran benar - benar bingung, tentang keputusan apa yang dia ambil. Tanpa sadar dia berlari menuju sebuah jembatan yang memiliki dasar tebing yang cukup curam.
"Mungkin jika aku mati, aku bisa melupakannya..." Berdiri di tepi jembatan, Xue Yunran siap melompat sekarang juga tanpa penundaan lagi.
Kakinya menginjak udara kosong dan dia langsung jatuh kebawah, tanpa penundaan lagi.
Lisin datang dengan terlambat, Dia melihat Xue Yunran yang menjatuhkan dirinya sendiri dari kejauhan.
Tebing yang dalam dan curam dapat membunuh siapapun yang jatuh kedalamnya. Bahkan untuk seorang Kultivator seperti Xue Yunran pun akan Mati seketika.
"Sial, Mengapa kakak ipar ini sangat bodoh?! Mengapa dia melakukan tindakan tidak terpuji seperti bunuh diri..." Lisin mengutuk dengan keras.
Dia berniat membuka kemejanya tetapi tidak apa simbol S yang menjadi kostum super hero Semangka Man.
"Sial, aku lupa tidak mengenakan pakaian Semangka Man..." Lisin tidak peduli lagi. Tempat tersebut kebetulan juga cukup sepi tanpa siapapun yang ingin melaluinya.
"Semangka Man, saatnya beraksi..."
Tanpa kostum ketat dengan pakaian dalam berada di luar celana. juga tidak memiliki jubah berkibar apapun di belakangnya.
Lisin berdiri didekat jembatan dan melompat jatuh mengejar kejatuhan Xue Yunran yang tidak beraturan.
"Demi Semangka, aku datang..."
Xue Yunran memejamkan matanya saat dia akan berfikir jika kematiannya tidak terhindarkan. Dia benar - benar wanita konyol karena hanya karena seorang pria dia melakukan bunuh diri.
Detik berikutnya, dia tidak percaya dengan yang dilihatnya. Sesuatu meraihnya dari belakang, memeluk tubuhnya juga tidak ketinggalan memeras semangka miliknya.
Xue Yunran tersentak dalam kejutan. Dia marah karena seseorang memeras puncak kembar miliknya. Dia tidak menyangka jika seseorang telah berani memeluknya dan meremasnya sebelum kematiannya.
__ADS_1
Hal tak terduga terjadi, di saat tebing curang dan tubuh Xue Yunran akan berbenturan. Tubuh ringan Xue Yunran terangkat tinggi dan menjauhi batasan tebing.
"Aku terbang,.... mmm..."
Lisin memeluk Xue Yunran dari belakang, keduanya terus terbang tinggi, bahkan melebihi ketinggian jembatan.
"Lisin..." Xue Yunran melihat kebelakang akhirnya menyadari tentang siapa yang memeluknya.
"Kita terbang?..." Tanya Xue Yunran dengan kejutan kecil di matanya.
Dia pernah mendengar jika seseorang yang mencapai keabadian akan mampu menggunakan teknik terbang, tetapi hingga detik ini dai tidak pernah membuktikannya sendiri.
Kebanyakan Kultivator akan menggunakan teknik tapak angin untuk bisa berlari di udara.
Semakin tinggi keduanya Terbang ke langit semakin tipis oksigen untuk keduanya.
"Uhukkk..." Xue Yunran mengalami sesak nafas.
"Maaf, Sepertinya aku terbang terlalu tinggi..." Lisin berkata dengan malu.
Dia tidak kesulitan apapun tanpa oksigen tetapi tidak dengan Xue Yunran. Dengan cepat Lisin sedikit menurun namun dia tidak berhenti terbang.
"Lepaskan, biarkan aku turun..." Xue Yunran berteriak tetapi Lisin tidak memperdulikannya.
Melihat Lisin yang tidak mendengarkan membuat Xue Yunran mengigit bibirnya.
"Lepaskan, aku ingin mati saja mengapa kamu menolongku?..." tanya Xue Yunran dengan kesal.
Lisin yang terdiam dari awal akhirnya menjawab. "Mengapa kamu ingin melakukan bunuh diri, Aku tidak menyangka jika Kakak iparku akan sangat bodoh?..."
"Aku tidak ingin melihat Wulan bersedih karena kedekatan kita, Aku ingin melupakan kamu, tetapi aku tidak bisa melakukannya..." Xue Yunran menjelaskan.
"Apakah karena ini kamu ingin melakukan bunuh diri?..." Lisin akhirnya memahami, tetap saja dia tidak mungkin bisa membiarkan Xue Yunran mati karena merasa bersalah.
"Benar..." Jawab Xue Yunran dengan mengangguk.
Keduanya terus terbang tinggi di langit.
"Kamu bilang tidak ingin membuat Wulan bersedih! Mengapa kamu ingin melakukan bunuh diri? Tahukah kamu jika Wulan lebih dari sekedar bersedih jika mengetahui tentang kematianmu?..." Mendengar ini membuat Xue Yunran terdiam.
__ADS_1
"Ketahuilah, Jika semua ini adalah kesalahan yang telah aku buat. Andaikan saja aku berkata jujur sejak awal. Semua ini tidak akan terjadi..." Lisin berkata dengan berat.
"Ya, semua salahmu, tetapi aku juga salah. Aku mulai memahami mengapa sejak pertama kali kita bertemu kamu beberapa kali mejauhiku..." Kali ini Xue Yunran mulai tenang dalam pelukan Lisin dan keduanya masih terus terbang.
"Saat kita berdua telanjang di hotel, kamu memilih tidak melakukannya karena kita saudara ipar, kamu juga menolak tawaran pernikahan dari kakek. Juga di saat kita tidur bersama, aku melihat sedikit rasa bersalahmu..."
"Setidaknya aku yakin kamu tidak ingin mendekatiku dengan membuat hubungan seperti ini denganku..." Intuisi wanita memang menakutkan. Bagaimanapun perkataan Xue Yunran hampir mencapai kebenarannya.
"Tetapi aku membawamu ke Hotel dan aku membuatmu tidak memiliki pilihan selain tidur denganku..." Xue Yunran menambahkan.
"Aku akhirnya merasakan bercinta untuk pertama kalinya, Tetapi sebagai saudara ipar, aku tidak tahu harus berbuat apa?..."
"Kematian adalah satu - satunya cara bagiku untuk melarikan diri dari kenyataan..." Tanpa sadar, air mata Xue Yunran berjatuhan dan menghilang karena terpaan angin kencang.
Tangisannya membuat Lisin semakin bersalah.
"Kakak ipar, Jawab dengan jujur. Apakah kamu mencintaiku?..." Kata Lisin dengan suara lembut dan memasuki telinga Xue Yunran karena keduanya sangat dekat.
"Benar... Aku mencintaimu, Tapi-..." Jawab Xue Yunran dengan jujur dan semakin merasa bersalah.
"Kakak ipar, semua itu sudah cukup untuk kamu tetap hidup dan jangan melakukan tindakan bodoh..."
"Hmmmm..." Xue Yunran semakin merintih kesakitan, itu karena Lisin memeras semangka semakin kencang.
"Aku sudah memutuskan jika kamu akan menjadi istriku dan kaku akan hidup berdampingan bersama dengan Wulan beberapa istriku lainnya..." Lisin membalas.
"Tunggu dulu, tetapi Wulan sedang hamil. Jika dia mengetahuinya, mungkin akan mempengaruhi kondisi kandungannya..." Teriak Xue Yunran dengan panik.
"Tenang saja, Hal yang kamu takutkan tidak akan terjadi..." Lisin tersenyum dengan percaya diri.
Di membentuk ledakan energi melalui telapak kakinya. Dia seperti menginjak udara kosong sehingga dia bisa terbang semakin cepat.
"Tinggu dulu, kemana kamu membawaku pergi?..." Teriak Xue Yunran.
Lisin tersenyum misterius kemudian berbicara. "Kita memiliki perjalanan udara ke Indonesia. Aku akan membuatmu bertemu dengan Wulan saat ini juga. dan akan mendapatkan restu tentang hubungan kita di masa depan..."
Apa!!!
Xue Yunran sangat panik, dia ingin menolak tetapi Lisin sudah terbang di atas permukaan air laut. Tetapi disaat dia melihat Lisin yang tenang, dia tanpa sadar juga ikut tenang dan berharap kedatangannya ke Indonesia. Tidak akan membuat masalah semakin rumit.
__ADS_1
Bersambung...